Menyapa Curug Lawe dan Benowo

1363581988547229602

Blantik yang menyeret kambing-kambingnya untuk di jajakan di pasar Gunung Pati (dok.pri)

 

Nis.. nis… manis..” teriak blantik  kambing yang disahut dengan “mbeek… mbeek..” yang membuat saya tersenyum saat ada adu tarik tambang satu lawan lima. Pagi hari di Pasar Gunung Pati-Semarang mengawali saya untuk melangkahkan kaki menuju lereng timur Gunung Ungaran. Perjalanan kali ini seperti perjalanan sebelumnya, yakni dengan mengandalkan langkah kedua kaki. Air terjun Lawe dan Benowo menjadi daya tarik mengapa kaki ini ingin melangkah kesana.

7Km harus ditempuh dengan jalan kaki untuk menuju gerbang wisata alam ini. Sebenarnya ada ankutan menuju kesana, baik omprengan atau ojek, namun jalan kaki sepertinya akan jauh lebih berkesan. Jalan melewati jalan aspal dan lorong-lorong pedesaan dengan udaranya yang sejuk adalah sajiannya. Sapa ramah penduduk dan keceriaan anak kecil yang mengisi libur hari minggu menyambut saat kamera ini mencoba membidik aksi tingkah polah mereka.

13635822891890066484

Jalan setapak melewati badan parit yangg licin karena lumut yang tumbuh (dok.pri)

 

01:43 waktu tempuh untuk sampai di gerbang perkebunan PT Cenkeh Zanzibar di Desa Kalisidi. Berjarak 7Km tak membuat kaki ini gentar, sebab masih harus berjalan menyusuri jalan makadam yang sisi kanan kirinya perkebunan cengkeh. Sekitar 1 km berjalan akan sampai pada pos penjagaan milik mandor kebun cengkeh. Disana menyempatkan dulu untuk menikmati sajian mi rebus campur telor dan segelas teh panas.

Sejenak setelah istirahat, kini saatnya melanjutkan perjalanan. Perjalan selanjutnya adalah masuk dalam rerimbunya pohon cengkeh dengan jalan tanah yang licin. Dengan melihat papan petunjuk lalu ambil jalur menurun di sisi kiri jalan. Dari kejauhan terdengar riak-ria air yang mengalir deras, dan benar saja dibawah sana ada sungai. Bak kapas yang membelit bebatuan maka itulah yang tergambar saat melihat jeram-jeramnya dengan aliran air yang membentur bebatuan.

Kaki ini melangkah sepanjang parit permanen. Dibutuhkan konsentrasi, sebab kiri pematang parit adalah sungai yang cukup dalam dan entah jadi apa jika jatuh. Jalan yang licin karena lumut  yang tumbuh menempel sepanjang  jalan adalah hambatan yang sangat membahayakan jika lengah sedikit saja.

13635826711258026530

Jemabtan yang menghubungkan aliran air sekaligus menjadi jalan (dok.pri)

 

Tibalah kedua kaki ini disebuah jembatan kayu. Sepanjang jembatan tersebut ternyata dibawahnya adalah aliran air. Ternyata jembatan tersebut adalah untuk menyebrangkan aliran air sekaligus jalan, karena dibawahnya berdiri tiang pancang dari besi yang menyangganya. Sungguh menarik jembatan ini, dan tak salah untuk sejenak menikmati kucuran adrenali dari pinggir jembatan.

Rintik hujan mulai menerpa wajah. Langkah kaki harus segera bergegas. Memang benar, jika ingin melihat air terjun datanglah saat musim hujan. Air dengan debit terbesar akan terlontar dari ketinggian, namun faktor bahaya juga sudah mengintai. Kehati-hatian dan perhitungan yang tepat niscaya bisa meminimalkan potensi bahaya tersebut.

13635829611288661289

Jembatan bembu diatas aliran sungai yang deras (dok.pri)

 

Tibalah saya disebuah jembatan bambu dan bawahnya mengalir sungai yang jernih dan berarus deras. Sesaat kembali istirahan untuk menikmati gemuruh airya. Kali ini hujan sepertinya sudah tak tertahankan kembali dan memaksa untuk terus berjalan. Dibawah guyuran air dari langit, kaki ini terus melangkah agar segera sampai tujuan.

Dari kejauhan terdengar gemuruh air. Curug Benowo sudah didepan mata, namun harus ekstra hati-hati karena batuan licin terhampar didepan mata. Akhirnya GPS ini menunjukan jarak tempuh dari pos penjagaan sejauh  2,44Km. Hempasan air terjuan sangat begitu terasa, sebab serpihan-serpihan air berterbangan menambah hempasan air. Inilah salah satu keindahan alam gunung Ungaran yang luar biasa. Terletak dihutan primer dengan vegatasi heterogen dan semuan terlihat menghijau.

1363583135214027868

Curug Benowo, hempasan airnya menyajikan keindahan setelah perjalanan panjang (dok.pri)

 

Puas menikmati air terjun Benowo kini langkah kaki menuju sisi kanan untuk menuju Lawe. Lawe adalah air terjuan sekitar 1Km sisi kanan Benowo yang tak kalah indahnya. Memasuki hutan yang lebat dibawah guyuran hujan memberikan sensasi tersendiri bagi yang menikmati perjalanan model ini. Dengan perlengkapan yang baik, niscaya gangguan alam ini bisa sedikit diatasi. Dengan pakaian tahan air dan cepat kering adalah pilihan yang tepat. Sepatu dengan sol yang mencengkeram tanah dan bahan yang mirip jaring sangat cocok untuk medan terjal dan  berair.

Sampailah akhirnya langkah kaki ini disebuah air terjuang dengan sisi tebing yang oval. Semua penjuru tebing kini penuh dengan lelehan air yang mengelilingi saya saat beridiri ditengah-tengahnya. Perlu diperhatikan, lokasi ini sangat berbahaya sebab banyak material dari atas tebing yang setiap saat bisa meluncur bebas menuju dasar. Kayu-kayu gelondongan maupun ranting nampak menggonggok didasar air terjuan, sehingga sangat berbahaya terlebih saat musim hujan.

13635834441260825007

Lawe, sebuah air terjun dengan dinding oval nan unik (dok.pri)

 

Tak perlu berlama-lama disini sebab hujan sepertinya semakin tak bersahabat. Untuk menyelamatkan alat elektronik jangan lupa selalu melapis dan membungkusnya dengan bahan yang kedap air. Air adalah perusak yang handal untuk barang elektronik sehingga butuh perhatian yang serius. Kini momen-momen itu sudah terekam dan saatnya kembali berlari menuju gunung pati. hari ini sudah mengais 2 air terjun yang indah dengan jarak total 23,16Km. Mari langkahkan kaki ini agar alam yang indah ini bisa dinikmati dengan cara yang santun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s