Eksotisme Mahluk Penyaru

IMG_3166

Terpaku diam di naungan tajuk pohon yang rimbun sambil menikmati bulan pernama perbani menjelang senja. Terdengar sayup-sayup suara hewan yang entah bagaimana bentuknya. Suara semakin jelas saat kaki ini merangsek dalam semak belukar. Saat tangan ini mencoba mengalau penghalang tak sengaja mematahkan ranting yang sudah lapuk. Suara patahan yang cukup keras sontak menghentikan konser alam sore ini.

Diam sejenak diantara semak-semak sambil mata dan telinga ini menjadi radar untuk tahu dari mana asal suara yang terus santer terdengar. Penghuni hutan nampaknya sedang asyik mendedangkan harmoni alam untuk menyambut malam. Entah apak maksud dari suara ini, yang pasti mereka memiliki tujuan masing-masing. Menarik perhatian mangsa, menakut-nakutin pemangsa, mencari pasangan hingga unjuk kebolehan.

1364368858401728001
Terus siaga mencari mangsa (dok.pri)

Tulang punggung ini lelah menanggung beban radar alami yang tak mampu memanggkap sinyal-sinyal dari penghuni hutan. Bersandar pada batang Pinus merkusii dengan mata terpejam dan gendang telinga tetap awas menerima pancaran getaran gelombang suara. Hutan sore ini memiliki perhelatan sebelum senja beranjak menuju malam untuk memberi ruang mahluk nokturnal.

136436891826534244
Selamat datang penyaru seraya menyembah (dok.pri)

Tiba-tiba mata ini terpejam saat melihat sesuatu bergerak diatas hamparan lumut kerak yang menyelimuti kulit batang pinus. Mata ini seolah tak percaya, sebab ada mahluk cantik sedang menari-nari mirip seorang hulubalang menghaturkan sembah sujud kepada baginda raja. Salah satu trah dari Mantidae hadir didepan saya selaksa menunjukan aksinya. Kaki depan yang berduri seolah menyembah dengan penuh keanggunan. Gerakan ini ternyata adalah upaya menangkis dari serangan musuh yang mengancam dirinya.

1364368979616807758
Pemangsa dan mangsa (1x.com)

Belalang sembah yang terancam ini sepertinya tak ingin di usik. Warna tubuhnya yang nyaris susah dibedakan dengan habitatnya adalag senjata terbesarnya dibalik cakarnya yang tajam. Kerangka luarnya dengan seragam mirip pakaian tentara inilah yang menarik, sehingga mahluk ini terlihat cantik. Mengapa mahluk ini berpakaian seperti ini, maka evolusi memberi jawabannya.

Keluarga belalang sembah memang beraneka ragam bentuk tubuh dan rupanya. Ada yang berwarna hijau, ada yang berwarna cokelat mirip ranting dan ada juga yang menyerupai kulit kayu. Mekanisme tubuh yang bersolek mirip habitatnya adalah upaya untuk menyamar dari serangan mangsa. Penyamaran ini adalah produk dari perjalanan evolusi yang panjang. Tidak mudah untuk bersolek, hanya mereka yang adaptif yang mampu menjadi penyintas hingga saat ini.

1364369041985610156
Penyamaran yang sempurna (1x.com)

Mahluk-mahluk unik inilah yang menarik untuk dinikmati kemolekannya bagaimana mendandani diri agar mirip dengan tempatnya. Bukan perkara yang mudah agar mereka mampu melindungi diri dan terus bertahan hidup. Kerasnya tekanan lingkungan memaksa mereka terus berbenah dengan menyaru seperti lingkungannya. Berbeda dengan mahluk yang mampu mengubah warna kulit tubunya seperti Bunglon atau Gurita yang disebut dengan mimikri, tetapi belalang sembah tak memiliki fasilitas mewah ini. Mereka tak bisa berpindah jauh dari habitat yang mirip dengan warna tubuhnya, sebab warnanya akan kontras dan dengan mudah bisa dimangsa.

Satu dari sekian banyak mahluk penyintas yang eksotik. Tak ada salahnya mencoba belajar dari mereka bagaimana agar bisa adaptasi dan terus bertahan hidup. Para pesolek rupa panggung hiburan atau angkatan bersenjata sepertinya terinspirasi dari mahluk istimewa ini. Masih banyak lagi keajiban namun sayang, si pungguk sudah bernyanyi dan saatnya kembali pulang.

*2 foto dari 1x.com mengalami penyesuaian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s