Bakau Sang Penjaga dan Pelayan Alam

IMG_3936

Hembusan angin yang membawa butiran-butiran air asin begitu terasa saat kulit terasa lengket dan rambut yang lepek. Angin barat yang yang menghantam teluk Awur pagi ini terasa tidak bersahabat. Ombak yang tidak seperti biasanya membuat enggan untuk bermain air. Sampah-sampah berserakan di sepanjang pantai dengan air yang berwarna kecoklatan. Bau tak sedan juga menjadi pengias aroma sepanjang pasir putih yang ternoda.

Kaki ini akhirnya berlanjut menju arah rerimbunnya pepohonan. Hutan rawa air payau, mungkin itu sebutan yang saya berikan, namun tepatnya hutan bakau. Rhizophora mucronata hampir mendominasi di hutan tersebut. Bakau jenis ini memang terlihat sangat mencolok, karena memiliki perakaran yang menjulur panjang dan hampir setinggi tubuh saya. Akar yang berfungsi sebagai alat pernafasan memang tercipta demikian karena untuk menghindari pasang surut air laut.

1361761666205418487
R. Mucronata dengan perakaran yang khas (dok.pri)

Sekilas memang tidak ada yang istimewa dari hutan mangrove saat saya berdiri sambil berendam sampai batas lutut. Menerawang disela-sela daun berharap ada sinar mentari yang menembus untuk merasakan kehangataannya dibalik suasana lembap. Duduk termenung sambil bertengger pada akar napas ternyata cukup nyaman untuk mencari inspirasi.

Bakau yang ada di sekeliling saya terlihat unik. Bagi saya tanaman ini adalah salah satu ciptaan Tuhan yang luar biasa dalam menghadapi tekanan lingkungan yang sangat keras. Tak ada tanaman yang mampu bertahan dalam kondisi pasang surut, yakni acapkali terendam dan tidak. Mereka berevolusi untuk menyiasati kondisi lingkungan ini dengan akar yang menjulur panjang dari permukaan hingga menembus dasar perairan. Kondisi garam yang tinggi membuat tanaman ini harus bertahan dengan fisiologi daun yang mampu mengeluarkan garam. Jika tak percaya, jilatlah daun bakau dibagian atasnya, pada musim kemarau akan terasa sangat asin, dan jika gatal mungkin ada ulat bulunya.

13617617691217100125
Biji yang teradaptasi dengan kondisi lingkungan (dok.pri)

Biji tanaman biasanya berkecambah saat disemai atau ditanam dalam tanah. Biji S, mucronata ini unik, karena berkecambah saat masih menempel dari tangkai buahnya. Ternyata mereka sudah mendisain dirinya bagaimana menghindari biji terbawa arus. Kecambah biji bakau ini unik, karena memiliki akar yang lancip. Jika biji yang berkecambah ini lepas maka akan langsung menancap di lumpur dan siap tumbuh dan berkembang. Hebat bukan mahluk yang satu ini, untuk regenerasi saja sudah dipersiapkan sejak dini.

Suatu hari saya pernah melihat tukang kayu merendam kayu atau bambu di dalam kolam. Alasan mereka adalah agar kayu awet, kuat dan tahan rayap. Pertanyaan sekarang adalah, bagaiama dengan pohon bakau yang dari kecambah saja sudah terendam air ?.  Kayu bakau adalah kayu istimewa, karena memiliki kayu yang keras dan kuat, sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tak sedikit kayu bangunan yang menggunakan kayu bakau, bahkan menjadi pilihan utama. Arang-arang dari kayu bakau juga digemari karena menghasilkan panas yang tinggi dan awet.

13617618411343052591
Peran bakau secara ekologis sebagai penjaga pantai (dok.pri)

Jika melihat sisi istimewa bakau dari sisi manusia memang tak ada habisnya. Dari bahan bangunan, hingga beberapa spesies buahnya mampu dijadikan penganan ternyata bakau memiliki fungsi ekologis yang tak kalah hebatnya. Bakau ibarat pasukan pendobrak dibarisan depan dalam menghadapi gempuran musuh yakni ombak. Andaikata ada tsunami, maka hutan bakau menjadi tembok pertamanya dan mampu meredam daya rusaknya. Hempasan badai, lagi-lagi bakau adalah tamengnya. Abrasi maka bakau adalah salah satu pahlawannya yang mampu mencegah.

Kerja keras hutan bakau tak sampai ngurusi gejolak alam yang tak bersahabat, namun ulah manusia juga. Bakau mampu menyerap bahan-bahan cemaran yang ditimbulkan oleh sikap manusia yang kurang bijak. Logam berat mampu diserat, cemaran udara CO2 juga dihisapnya dan diganti dengan Oksigen. Selain itu bakau juga mampu memberikan mikroklimat, yakni udara sejuk dan lembap.

1361761921891490536
Nantikan layanan dari Bakau yang entah kapan akan kita rasakan (dok.pri)

Tak hanya alam dan manusia yang berterimakasih pada bakau. Fauna-fauna yang hidup di dalam hutan ini juga berterimakasih dan mengandalkan bakau sebagai surganya. Beberapa jenis ikan, reptil dan moluska  hidup dan tinggal di rawa payau. Burung-burungpun hidup disana, hingga predatornya yakni ular bakau tentram didalamnya. Jika lebih dalam menilik hutan bakau, di sana ada rantai dan jejaring makanan yang komplek, sehingga ibarat miniatur dunia kehidupan.

Tak habis jika terus melihat baiknya bakau ini tanpa melihat realitanya. Indonesia memiliki 25% bakau dunia dan terluas. 50% bakau di Indonesia ada di Papua. Garis pantai yang panjang sepertinya bisa dijadikan paru-paru dunia dengan membuat hutan bakau. Namun, mimpi itu kadang terganjal dengan beragam kepentingan manusia. Pro dan kontra bermunculan dan menjadi pergulatan, saat bakau ingin dihadirkan di pesisir pantai. Namun, dibalik itu semua bakau tetaplah istimewa dan suatu saat pasti kita akan merasakan layanan kemewahannya.

 

4 thoughts on “Bakau Sang Penjaga dan Pelayan Alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s