Hutan Mini Gunung Merapi

IMG_9709

Serpihan dedaunan akasia berterbangan seiring halimun yang turun dari puncak Merapi. Kemelut uap air putih makin pekat bersama sang bayu yang mulai menusuk tulang. Entah mengapa kali ini sepertinya saya tak berjodoh dengan eksotisme puncak Merapi. Pandangan mata seolah tertutup tabir alam yang menyelimuti keindahan sisi selatan gunung teraktif ini.

Duduk termenung sambil terus nanar mengawasi satu dari rantai cincin api siapa tahu sejenak menampakan wujudnya. Pelan dan samar manakala poros utara dari garis khayal pengubung Kraton dengan Pantai Selatan itu muncul.  Sesaat, sudah cukup berarti bagi saya untuk sejenak melukis keindahan merapi. Tak sekejapun berkedip dan tangan ini terus saja memencet tombol rana agar semua terekam.

1361434359958508355
Awalnya nyaris tak ada kehidupan yang tersisa. Sebuah pemakaman warga di Kali Adem (dok.pri).

Tetes embun mengalir di pelipis. Ternyata saya berada di sebuah sungai tempat lahar dingin mengalir. Hamparan pasir terlihat jelas dari lereng merapi hingga kaki ini berdiri dan terus menuju arah utara. Batuan besar, kerikil hingga pasir lembut ada disini. Tak butuh waktu lama, akhirnya mata saya terjebak pada sebuah dinding batu dari lahar dingin yang sudah mulai mengeras.

Dinding dari material vulkanik yang menjadi tembok sungai terasa lembut dan dingin. Mata saya semakin mendekat seolah menjadi binokuler untuk mengamati benda-benda mungil disini. Bak suryakanta, lensa mata saya menjadi liar untuk melihat belantara hutan di dinding sungai. Inilah yang saya cari. Sebuah hutan mini yang menjadi perintis manakala ada serbuan awan panas dan lahar dingin melibas sungai ini.

Hempasan awan panas dengan suhu yang tinggi, sudah jelas akan memusnahkan kehidupan yang dilaluinya. Nyaris tak ada yang tersisa saat wedus gembel itu menghempaskan amarahnya. Disaat kehidupan itu sirna, semua nyaris hampa. Waktu berlalu, dan kehidupan perintis mulai berdatangan mencari habitat baru.

 

13614344941925093781
Salah satu mahluk perintis sudah hadir di sini, di sebuah kawasan berbahaya yang berpotensi banjir lahar dingin (dok.pri)

Polytrichum commune inilah mahluk perintis. Mereka  menjadi mahluk hidup penguni pertama di lokasi yang mirip bulan dan nyaris tanpa kehidupan. Lumut Daun, nama yang disematkan organisme ini. Organisme ini adalah tumbuhan istimewa dan tak semua memahami kehidupannya. Prilaku tumbuhan rendah ini berbeda dengan tumbuhan tingkat tinggi yang biasa kita kenal.

Pelan-pelan saya dekati dan terus saya amati. Sporofit berupa tangkai yang atasnya ada kapsul bak mahkota yang indah. Butiran-butiran embun nampak menggelayuti ujung kapsul dari sporofit. Dedaunan yang menghijaun adalah Gametofit yang sekilas nampak sebagai hutan yang lebat jika dilihat secara mikroskopis. Tumbuhan ini mampu mengasimilasi karena sudah memiliki klorofil sehingga mampu menghidupi dirinya sendiri. Tubuhnya tak memiliki akar sehingga tak mampu mengikatnya dengan tanah dan batuan. Mereka hanya mengandalkan rizoid, bagian tubuh yang mirip akar yang berfungsi menyerap air, mineral dan unsur hara serta menambatkan diri.

13614345921148334603
Sudah banyak mahluk perintis yang hadir disini, nampak paku-pakuan sudah hadir di tengah-tengahnya (dok.pri)

Lumut Daun sebuah indikator bahwa alam yang hampa itu sudah bisa dijadikan tempat hunian. Masih banyak lagi mahluk-mahluk perintis yang pelan-pelan meretas kehidupan di tempat gersang ini. Sebagian besar dari mereka adalah tumbuhan lumut yang pelan namun pasti mulai melebarkan sayapnya untuk menjadi karpet hijau diatas bebatuan. Sekilas congkaknya manusia acapkali menghantui kehidupan mahluk perintis ini.

Cangkul raksasa yang meraung-raung mengeruk pasir terus saja menggerus karpet perintis ini. Truk-truk pengangkut hilir mudik untuk memindahkan material vulkanik yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tahukah, bahwa mahluk perintis ini sangat rentan terhadap polutan?. Lichens atau lumut kerak bergatung sepenuhnya terhadap kondisi lingkungan yang bersih dan bebas dari cemaran. Bersyukurlah kita jika disekitar kita tumbuh lumut kerak, artinya lingkungan ini bersih.

Saking asyiknya menikmati hutan belantara di aliran lahar dingin terpaksa harus diakhiri. Rintik hujan mulai merapat dan semakin membesar. Tidak bisa diperkirakan, mungkin diatas hujan lebat dan bisa memberikan potensi bahaya berupa banjir lahar dingin. Kini saatnya meninggalkan belantara hutan Polytrichum commune. Harapan besar ada di karpet hijau yang menyelimti batuan, agar terus ada untuk terus meretas dan merajut kehidupan di Kali Adem.

 

4 thoughts on “Hutan Mini Gunung Merapi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s