Semalam di Jalananan Yogya

IMG_9827

Yogyakarta never ending asia, memang ada benarnya. Daerah istimewa ini memang tak ada matinya. Malam ini mencoba menyusuri beberapa jengkal kehidupan malam di kota Gudeg ini. Menyusuri jalan layang Janti mengawali langkah kaki ini untuk menyaksikan malam yang panjang. Malam yang lengan, itulah yang ada di depan mata. Hanya lalulalang kendaraan saja yang lewat malam itu. Di salah satu sudut jalan nampak angkringan yang berjualan nasi kucing dan aneka macam makanan dan minuman murah meriah.

IMG_9836

Tiang-tiang penopang jalan layang dengan ukuran 3-4 rangkulan orang dewasa nampak berjajar sepanjang jalan Janti. Lukisan raksasa dengan warna dasar merah menghiasi badan tiang, sehingga tidak terlihat sebagai bangunan yang kaku. Tempat ini juga menjadi media promosi yang efektif, karena letaknya yang strategis, tidak usah membangun dan cukup melukisnnya saja. Mural ukuran besar juga menghiasi tembok-tembok pembatas jalan. Pesan-pesan pariwara tertulis walau dengan makna simbolis yang dapat dengan mudah dipahami siapa saja yang lewat dan melihatnya.

IMG_9841

Ujung sepatu kaki kanan tiba-tiba secara reflek mundur gara-gara ada sebuah konvoy sepeda motor. Tidak tanggung-tanggung, puluhan motor lewat di depan mata dengan kecepatan tinggi dan tubuh ini mematung di trotoar dengan rasa ngeri. Suara motor 2 tak yang merupakan khas motor maling, demikian orang menyebutnya memekakan telinga. Putaran roda yang cepat dan tarikan gas yang dibuat tersendat-sendat serasa suara kampanye di tengah malam.

IMG_9848

Langkah kaki ini mencoba untuk mencari sudut-sudut yang penuh ketenangan. Kenyataannya, Yogya yang dulu tenang, santun, ramah kini berubah jadi beringas. Dari titik nol kilometer yang semula sebagai tempat nongkrong yang asyik ternyata berubah menjadi panggung sirkuit kebut-kebuatan. Lagi-lagi motor 2 tak meraung-raung tak karuan. Malam ini ternyata tak hanya sepeda motor maling yang konvoy, namun aneka jenis sepeda motor sudah mengelompok dan saling menunjukan aksinya.

IMG_9879

Gubraaaakk… tiba-tiba ada yang terjatuh. Semua orang yang melihat langsung mengerubuti. ”Modyaroo” yang artinya mati kamu sempat diumpatkan bagi mereka yang sedang duduk di angkringan. Kebut-kebutan liar memang mengerikan. Darah muda mereka seolah melumuri dan menutupi rasa takut. Malam ini berapa banyak nyawa dipertaruhkan di aspal, berapa ratus liter BBM dibuang sia-sia, dan berapa banyak orang yang dibuat geram oleh ulah mereka.  Kelengkapan berkendara sepertinya tidak menjadi hal yang wajib. Dalam benak saya, helm sebagai penutup kepala dan melindungi isinya tak dikenakan, jangan-jangan kepala mereka tak ada isinya sehingga tak perlu lagi dilindungi?

IMG_9850

Siapakah gerangan mereka yang menjadi jagoan jalan malam ini?. Benarkah mereka anak muda Yogya?. Apakah mereka mahasiswa?. Pertanyaan yang berkecamuk dalam kepala mencari tahu jawabannya. Dalam imajinasi saya, pemuda Yogya biasanya santai, santun, idealnya kalau di jalanan mereka naik sepeda kumbang atau sepeda motor tua klasik yang hanya bergigi 3 dengan kecepatan maksimal 40Km/jam. Ekspektasi saya mungkin benar bisa saja terbalik. Jika dilihat dari aksen mereka berkomunikasi, sepertinya jagoan jalanan adalah para pendatang.

Pos polisi di sudut perempatan sudah gelap gulita tak ada penjagannya. Mungkin malam minggu saatnya libur, namun inilah malam yang rawan karena jalanan sudah tak mengenal tata aturan. Mungkin aparat sudah tak mau ambil pusing sehingga dibiarkan saja gang-gang atau klub motor berkonvoy menguasai jalanan. Benar kata Oma Irama, dengan lagunya Darah Mudan dan Begadang, yang saya kira semua tak ada artinya.

Dari pos Polisi saya mencoba melukis kehidupan malam yogya (dok.pri)

Inilah malam di Yogya yang mengerikan gara-gara ulah laju sepeda motor yang tak kenal aturan. Malam ini cukup sudah untuk menikmati ugal-ugalan dan kapok sepertinya jika kembali turun ke jalan yang ada hanya arena kebut-kebutan. Sudahlah, saatnya menepi mencari keheningan di lereng Merapi.

8 thoughts on “Semalam di Jalananan Yogya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s