Sirip Hiu Yang Berenang di Rumah Makan

PICT0114

Semilir angin laut senja meninabobokan saya di dermaga nelayan Karimunjawa. Lambaian camara laut dan lebatnya daun ketapang benar-benar menghantarkan batas imajinasi saya menuju kaki langit menjelang terbenamnya matahari. Tubuh saya yang sedari tadi terombang-ambing di atas perahu yang sedang sandar membuat pikiran ini gelisah gara-gara melihat ikan ukuran besar.

Benar, sebelumnya saya sempat melihat bongkar muat ikan hasil tangkapan nelayan. Saya yang asli orang gunung baru kali ini melihat ikan dengan ukuran besar. Salah satu ikan yang menarik saya  adalah seekor hiu. Ikan predator itu ditangkap nelayan karena memiliki nilai jual yang tinggi, terutama siripnya.

Waktu berlalu, 4 tahun kemudian saya bekerja di sebuah perusahaan asing yang mengolah hasil laut. Kali ini pikiran dan hati saya terbuka selebar-lebarnya. Walau jauh dari laut, di gudang penyimpanan ikan di perusahaan tempat saya bekerja ada beragam jenis ikan disana. Dari ikan berukuran 1/2 cm yakni teri nasi hingga yang ukuran 4m yakni ikan hiu.

Semula yang ada didepan saya adalah bekerja dan rupiah, namun pikiran ini kembali saat saya menikmati senja di dermaga karimunjawa. Hati dan pikiran ini terombang-ambing tidak karuan dan entah apa yang ada di otak ini tiba-tiba ingin berontak. Pikiran saya bukanlah ikan yang ada di gudang, sebab percuma memikirkan ikan yang sudah mati dan beku. Pikiran jorok saya adalah, bagaimana dengan habitat asli disana.

13602946621161390418
Jejeran sirip hiu inilah yang membuat hati dan pikiran terombang-ambing, foto diambil tahun 2009 (dok.pri_

Luasnya lautan yang 3/4 bumi memang tak sebanding dengan 1 gudang ikan di perusahaan saya. Pertanyaan serupa, ada berapa banyak perusahaan yang sama di Indonesia bahkan dunia. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana dengan ekosistem dari ikan yang ditangkap.

Pikiran saya langsung memvonis ikan sepanjang 4m, yakni hiu. Mungkin ini hanya satu hiu sebagai pajangan saja, namun didalam sana ratusan kilo siripnya. Pertanyaan saya, jika ada 5 sirip punggung (pinna pectoralis) artinya ada 5 ekor hiu mati. Hiu bukanlah cicak yang hilang ekor tumbuh lagi, sehingga setiap ada sirip pasti ada hiu yang mati.

Bukankan hiu hewan yang berbahaya dan memangsa ikan lain?. Inilah pertanyaan kritisnya, bahwa hiu sebagai top predator atau pemangsa paling tinggi kastanya. Walau terkesan menyeramkan dan pemangsa yang ganas, ikan ini adalah sebagai kendali ekologis untuk keseimbangan lautan.

Bayangkan saja tidak ada ikan hiu, maka ikan-ikan membludak ikan-ikan herbivor. Jika ikan herbivor ini meledak, alhasil tak ada terumbu karang. Jika tak ada terumbu karang, ikan kecil mau makan dan bersembunyi dimana?. Hilang sudah kehidupan laut ini, gara-gara satu mata rantai yang terputus.

1360294821364795650
Sirip yang sudah diolah dan siap dikirim ke asia timur dan uangnya memang tak bikin tenang (dok.pri)

Saya hanya bisa duduk terdiam dalam lingkaran uang. Apa daya diri yang tak punya kuasa dan kebijakan serta harus tundak pada kaum kapitalis yang tak mau tahun dan mengerti ranah ekologis. Tidak mungkin saya mengusulkan ternak hiu atau menghentikan perputaran sirip hiu, karena ini urusannya dengan uang. Diluar sana, para nelayan juga tak tinggal diam karena bisnis ini sangat menjajikan.

Sepertinya peraturan perundang-undangan sudah melarang penangkapan ikan-ikan tertentu. Demi uang, semua halal dilakukan asal tidak ketahuan, jika ketahuan maka uang juga yang akan menyelesaikan. Indonesia, khususnya kawasan timur memiliki potensi perikanan yang luar biasa. Sirip hiu adalah salah satunya. Permintaan sirip hiu yang besar, terutama dari negara asia timur memang menjajikan untuk terus berburu ikan predator ini.

1360294913314422188
Akankah nanti kita bisa bercengkrama dengan hiu atau hanya siripnya saja yang berenang di mangkuk sebuah restoran mahal..? (dok.pri)

Dibalik manfaat sirip hiu yang katanya bagus untuk tulang, anti penuaan, vitalitas, dan lain sebagainya apakah sebanding dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Dibali gelimang dari sirip ikan, akan menjadi tebaran benih-benih goncangan keseimbangan lingkungan. Berharap ada sebuah kesadaran dan pola pikir yang berubah, bagaimana mengganti sirip hiu dengan produk yang jauh lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan alam.  Biarkan hiu berenang dan menjadi kendali ekologis sebagai mana fungsinya di alam. Jangan biarkan sirip-sirip mereka berenang di mangkuk-mangkuk sup kaum beruang namun dilaut saya ada goncangan alam.

Advertisements

2 thoughts on “Sirip Hiu Yang Berenang di Rumah Makan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s