Kota Gede, Tambang Perak yang Tak Habis Didulang

IMG_2690

Kota Gede, sebuah kawasan di Selatan Kota Yogya memang sudah familiar didengar. Beberapa rumah produksi film, acapkali menjadikan Kota Gede sebagai lokasi pengambilan gambar. Nah mengapa Kota Gede begitu menonjol dan tak kalah dengan Malioboro dan Parang Tritis?. Perak adalah jawabannya.

 

Saya sempat berpikir, sejak kapan Yogyakarta ada tambang perak?. Terlebih lagi dengan Kota Gede tak ada tanda-tanda orang mendulang perak, bahkan pabrik peleburannya tak ada. Lantas mengapa perak begitu terkenal di Kota Gede dan menambah semarak Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Di kota Gede tidak menjual perak, namun seni dari perak itu sendiri. Harga perak per gram mungkin tak seberapa, namun setelah disentuh oleh para pengrajin perak tersebut berubah menjadi sebuah mahakarya yang berkali-kali lipat harganya dari bahan mentahnya.

1358929212202116027
Aneka bentuk perak ada disini, baik perhiasan atau perkakas (dok.pri).

Kota Gede, sebagian besar memang bergelut dengan perak. Dari toko-toko yang menjajakan kerajinan perak, hingga industri kerajinannya juga ada. Tidak berhenti sampai disitu saja, anda yang mau belajar membuat kerajinan perak disana juga disediakan tempatnya. Semua yang berbau perak ada disana, kecuali tambang perak.

Argentum adalah salah satu logam mulia yang sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, bahkan sejarah mencatat perak sudah dikenal sejak jaman purbakala. Perak kota gede yang dijadikan aneka perhiasan dan perkakas. Kadar perak untuk dibuat kerajinan sebesar 92,5% dan 7,5% adalah tembaga. Campuran ini berguna agar perak tidak terlalu lemas saat dibentuk dan menjadi barang jadi.

1358929328730881815
Pemanasan dan penyambungan, adalah bagian dari tahap pembuatan kerajinan perak (dok.pri).

Proses pembuatannya sangat sederhana prinsipnya. Bahan baku berupa perak batangan atau benang perak tinggal dibuat sesuai dengan cetakan, atau bentuk yang diinginkan melalui gambar model. Penggabungan sisi-sisi perak dengan cara pemanasan mirip tukang las menyambung logam. Usai tersambung kemudian dirapikan dengan pengikiran/ampelas dan pencucian dengan lerak.

Para pengrajin perak di Kota Gede sudah sangat familiar dalam menekak-nekuk logam mulia ini menjadi perhiasan atau perkakas. Model-model sudah menjadi cetakan dan tinggal mengikuti polanya saja, sehingga bisa membuat barang dengan bentuk dan ukuran yang sama dalam jumlah yang banyak.

Soal harga, itu akan sangat relatif sekali. Mungkin bagi yang tak mengerti seni seperti saya akan merasa harga yang sangat mahal. Jika saja berani menilik proses pembuatan setidanya bisa menjadi taksiran sendiri sebelum berkata mahal. Jika anda membandingakn harga dan model perak kota gede dengan kota lain di Indonesia atau luar negri, saya kira pilihan akan jatuh di Kota Gede.

1358929458406848891
Kota gede adalah tambang seni perak yang tak habis didulang (dok.pri).

Yogyakarta boleh tak memiliki tambang perak, namun tambang-tambang seninya bisa didulang tanpa pernah habis. Kota gede adalah pertambangan seni perak yang menghasilkan beragam mahakarya, yang bisa saya katakan tak ternilai harganya. Salah satu sudut kekayaan Nusantara yang layak anda kunjungi dan apresiasi, jangan sampai anda membelinya di mancanegara sana.

 

6 thoughts on “Kota Gede, Tambang Perak yang Tak Habis Didulang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s