Pesan dari Laut Selatan Lewat Lukisan

IMG_2764

Kaki langit senja ini memaksa mata ini untuk terus menatap jauh keseberang lautan. Deru ombak yang tak besar seolah suara alunan musik alam yang lembut. Buih-buih ombak yang menerjang sela-sela kaki seolah tak ku hiraukan. Bayangan dari sisa ombak seolah menjadi refleksi diri yang berdiri sendiri.

Senja ini milik saya, saat termenung sambil berdialektika dengan alam yang bernyanyi harmonis. Suara alunan angin laut yang membawa uap air mirip kabut menjelang malam soelah memberikan kedamaian. Burung camar tiba-tiba menyadarkanku untuk segera beranjak menjauh dari batas pantai ini.

Duduk termenung sambil melihat ombak-ombak saling mengejar tanpa tahu kapan bisa melampaui. Hempasan dari gempuran ombak yang manghantam karang acapkali memberikan kesan ngeri, namun sebenarnya itulah pesan damai dari samudra. Sang bayu membisikan pesan-pesan yang tak saya pahami, namun simpulan arti bisa saya mengerti.

13588385352014165613
Raut-raut wajah yang menatapi saya, seolang ingin berkata-kata (dok.pri)

Raut wajah-wajah yang tak saya kenal terus saja membayangi disemua penjuru. Ada yang tertawa, ada yang menangis, bahkan tanpa ada ekspreksi dan masih banyak lagi rupa-rupa lainnya. Mereka seolah menatap saya dan ingin berkata-kata.

Kupandangi satu persatu serasa berkenalan dan bercakap empat mata. Namun sirna saat roda-roda delman dan empat kaki penariknya menghancurkan rupa-rupa itu. Tak berselang lama, rupa itu muncul kembali. Sepertinya laut selatan ingin menyampaikan pesan lewat lukisan ombak lewat pasir hitamnya.

Kembali saya amati sati persatu. kedua telapak tangan ini coba saya hadapkan saling menyilang. Ibu jari kanan ketemu telunjuk kiri, saling bersentuhan membentuk bujur sangkar. Satu persatu wajah lukisan ombak diatas pasir laut selatan ini saya berikan frame-frame kehidupan. Pesan mereka akhirnya bisa diterjemahkan lewat imajinasi yang menembus kelamnya pasir hitam.

13588386151999203713
“Disini juga ada kehidupan” kata kakek bijak ini, walau terpisahkan oleh sebuah dimensi (dok.pri)

Sesosok kakek bijak dengan janggut panjang lebatnya mulai berkata-kata. Suara yang pelan seperti ombak laut selatan yang hilang ditelan senja malam mulai terdengar. Inilah sebuah kehidupan yang beda dimensi dengan ruang dan waktu sebagai penyekatnya. Aroma wangi telak dupa menyambangi hidung dikala dialektika itu ada.

Mereka makan, mereka minum, mereka juga bernafas layaknya kita. Sekat-sekat alam inilah yang memisahkan dimensi manusia dan mahluk lainnya. Lukisan pasir ini menjadi nyata saat ada harmonisasi gelombang pikiran dan imajinasi.

Sang surya mulai tenggelam di ufuk barat. Namun wajah-wajah diatas pasir hitam itu tetap memandang saya. Masih banyak hal yang ingin mereka katakan, namun hanya sedikit yang mau mendengar dan memperhatikan. Mereka acapkali hanya terlihat sesaat namun, kaki-kaki manusia kadang menindis mereka tanpa ampun hingga muncul kembali saat ombak datang.

135883875666041790
Mereka ingin berdialektika dengan cara mereka (dok.pri)

Inilah lukisan pantai selatan. Dibalik pasir hitam, ternyata menyimpan misteri dalam sebuah lukisan. Mata yang jeli, akan bisa berdialektika dengan penghuni disana dan kira-kira pesan apa yang akan mereka sampaikan. Senja ini mengajak saya bercengkrama dengan mereka, dan ada pesan bahwa disana ada kehidupan selain manusia.

 

11 thoughts on “Pesan dari Laut Selatan Lewat Lukisan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s