Yang Unik di Pasar Nanga Bulik

DSC04543

Ada sebuah kata bijak yang mengatakan, jika ingin pedang yang bagus jangan beli dipasar, tetapi pesanlah pada pandai besinya. Begitu juga jika ingin mencari sesuatu yang unik, maka masuklah ke gang gang sempit, kalau perlu dari pintu ke pintu. Maka demi berburu durian yang isinya kuning dan rasa lezat, harus rela blusukan kesana kemari dipedalaman kalimantan. Hasilnya tak mengecewakan, akhirnya dapat juga durian lezat itu. Daging buah yang tebal dan biji dengan ukuran relatif kecil telah memanjakan rasa penasaran dan dahaga kegalauan setelah seharian berputar-putar mencarinya.

1358391955744270245
Pasar Nanga Bulik menjadi tempat blusukan pertama saya. (dok.pri)

Waktu yang singkat memaksa saya tak jadi ke pandai besi, namun hanya menyambangi pasar saja. Pasar Nanga Bulik di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah menjadi tujuan saya kali ini. Pasar yang berada tepat di pinggir sungai lamandau ini, satu-satunya pasar paling rame seantero kabupaten. Beraneka dagangan tersaji disini, walau tak selengkap dan semurah pasar di pulau Jawa tapi pasar ini memiliki banyak keunikan.

13583920281558426946
Deru ombak dari speed boat yang menggoyang jamban, dermaga serbag guna. Sebagai tempat bersandar, distribusi tata niaga hingga tempat menenangkan jiwa (buang hajat) (dok.pri)

Berdiri disebuah jamban, yakni beberapa gelondongan kayu besar yang disatukan dan diatasnya disusun papan menjadi sebuah dermaga apung. Jamban ini serasa istimewa, selain menjadi dermaga juga menjadi kamar mandi dan WC plung lap (kotoran langsung masuk sungai). Penasaran dengan WC ekstrim ini akhirnya iseng mencoba, ternyata mengerikan juga. Lobang tempat jongkok, dibawahnya langsung berhadapan dengan sungai dan ikan-ikan kecil sudah menanti di bawah. Tak terbayangkan saat asyik jongkok yang nongol kepala buaya.

Tiba-tiba datang speed boat dan ombak besarnya menggoyang jamban yang sedari tadi membuat saya penasaran. Sambil merayap didinding WC, saya keluar takut terpeleset ke lobang dan disambut buaya. Speed boat merapat dan bersandar di dermaga. Karung-karung besar diturunkan. Penasaran semakin bertambah, sebab karung-karung tersebut bergerak-gerak. Setelah bertanya pada kuli panggul, ternyata karung tersebut berisi ikan air tawar.

135839220134577129
Meniti tangga yang hampir tegak lurus, menjadi jalan para kuli angkut untuk mengantar ikan-ikan dagangan dari dermaga ke pasar (dok.pri).

Berjalan meniti jalan dermaga yang selebar 10cm yang menghubungkan dengan jembatan menuju pasar. Jika jalan tak seirama, siaplah terlempar ke sungai Lamandau, karena kayu titian tersebut memantul-mantul karena beban saya. Jangan ragukan, kayu setipis itu akan aman karena terbuat dari kayu bulin yang terkenal sangat kuat. Sampai juga di tangga menuju pasar. Tangga dengan kemiringan sekitar 70derajat membuat keder juga, tetapi demi mengobati rasa penasaran tak apalah.

1358392380104993246
Blok pasar ikan yang menjajakan beraneka jenis ikan. Ikan gabus sebesar paha ini menarik perhatian saya (dok.pri).

Tiba di blok pasar ikan tepat dipnggir sungai. Lokasi pasar dengan model rumah panggung ini sempat membuat bulu kuduk berdiri. Isinya penuh dengan ikan, namanya juga pasar ikan. Buka itu yang membuat saya ngeri, namun beberapa ikan yang baru saya lihat setelah 22 tahun tak kesini. Ikan beraneka bentuk dan ukuran digelar di meja, ada juga yang masih hidup dan berkeliaran di bak-bak penampungan.

Ikan Tomang atau Gabus yang menarik perhatian saya. Ikan dengan berat lebih dari 5Kg dengan ukuran sebesar paha saya tepat ada didepan mata. Tidak membayangkan ikan sebesar ini sebelumnya, dan kata penjualnya masih ada ukuran yang lebih besar dari ini. Para ahli menamai ikan ini dengan Channa striatamemang banyak terdapat di sungai-sungai, rawa dan danu di Kalimantan.

Ikan predator ini memang menjadi favorit. Selain mudah diperoleh, dagingnya yang tebal menjadi incaran. Beranekan masakan khas setempat memakai ikan Gabus ini sebagai andalannya. Sistem pengawetan makanan juga sudah dikenal disana, yakni dengan pengasinan. Tidak hanya ikan laut saja yang menjadi gereh (ikan asin, jawa), namun ikan air tawarpun bisa juga. Harga ikan gabus yang sudah menjadi gereh relatif lebih mahal dari ikan segarnya. Pengasinan ini untuk menjaga ketersediaan daging dipasaran, karena ikan ini tidak setiap saat ditemukan.

13583925171981339290
Ikan predator lainnya yang dijajakan, dengan sirip beracunnya (dok.pri)

Ikan perdator serupa juga ada. Mungkin tak asing bagi kita dengan ikan lele dan patin, namun bagaimana dengan ikan baung. Ikan Baung adalah salah satu predator air tawar yang cukum menjadi momok para pemancing dan nelayan. Ikan ini mirip lele dan mampu tumbuh hingga berbobot 20Kg. Ikan ini memiliki sirip punggung (pinna dorsalis) dan sirip dada (pinna pectoralis) yang beracun.

Dulu waktu saya masih kecil dan sering diajak Bapak mancing di sungai pedalam pernah menjumpai ikan jenis ini. Saat mata kail saya tersambar Mystus spp langsung tarik dan angkat. Takut buruan lepas, spontan ikan saya pegang. Alhasil 2 sirip menusuk telapak tangan dan tak berapa lama rasa sakit mulai datang disambut demam. Mancing hari itu pulang awal, dan Puskesmas tujuan selanjutnya.

1358392631839964978
Tak tega melihat rusa di cincang, cukup menikmati sup rusa yang lezat dengan nasi hangat (dok.pri)

Kembali di blok-blok pasar daging dan mata saya tertuju dengan Ibu yang memegang golok tajam dan sedari tadi sibuk memotong-motong daging. Saya sambangi untuk mencari tahu daging apa gerangan. Saya terkejut bukan main saat ibu dengan golok tajam berkata ”ini daging rusa nak… mau beli berapa kilo, satu kilonya daging 60ribu, tulang iga 55ribu, kalo tulang 15 ribu ambil”. Daging rusa itu ada dihadapan saya, sebab sebelumnya rusa itu hanya ada di kebun binatang dan istana bogor, itupun masih hidup dan makan rerumputan.

Rusa di Kalimantan, saya kira sudah menjadi hewan yang dilindungi, namun kenapa hewan cantik itu hadir disini dalam keadaan termutilasi. Mungkin tak berbeda dengan daerah Sulawesi utara, sebab disana jauh lebih mengerikan jika berurusan dengan hewan berdaging ini. Anoa yang sudah hampir punahpun kadang masih ditemui dipasa-pasar di Minahasa atau Manado.

Selain daging rusa, ada juga daging babi hutan. Kali ini saya tak menemukan daging babi tersebut, sebab tidak boleh dijajakan di pasar. Jika mau daging tersebut bisa pesan dengan harga yang lebih murah. Dalam benak saya, cukup sampai disini masalah daging terlebih lagi dengan hewan-hewan yang hampir punah. Pikiran saya melayang, bagaimana nasib orang utan atau bekantan, apakan masuk ranah pembantaian dan terjajakan dipasar juga.?

13583927471690768630
Beraneka macam bebuahan dari hutan Kalimantan juga dijumpai di pasar Nanga Bulik (dok.pri)

Langkah kaki ini pindah ke blok pasar buah aneh yang ada diemperan pasar. Beranekan macam buah yang tak pernah saya jumpai ada disini. Mata saya langsung mengarah pada buah mirip belimbing. Buah Kali-kali kata ibu yang menjualnya. Penasaran dengan buah ini, langsung saya coba ditempat. Kulit buah mirip belimbing, namun warnanya merah dan begitu dibuka daging buah mirip dengan buah kepundung. Rasanya manis sekali jika sudah masak, yakni saat daging buah sudah tak lagi keruh warnanya.

Saya kemudian berpindah pada buah sebelahnya yang mirip terung. Buah dengan warna ungu kehitaman dengan ukuran sebesar ibu jari membuat saya penasaran bagaimana memakannya. ”cara makannya, buahnya direndam dengan air panas selama 15menit lalu dimakan” kata ibu yang jual. Rasa penasaran itu hilang juga, setelah air panas melunakan daging buahnya. Rasanya mirip dengan alpukat, karena rasa lemak itu begitu terasa dan manis gurih itu nilai tambahnya.

13583928811347543668
Cempedak dan durian berjajar didepan ikan asin. Aroma tajam menggoda membuat dompet ini goyah juga untuk menikmatinya (dok.pri).

Geser satu langkah, ada cempedak yang mirip nangka namun memiliki rasa dan aroma yang khas. Disela-sela cempedak ada durian yang disebut lay. Durian ini memiliki ukuran relatif lebih kecil, namun rasanya sangat nikmat ditambah daya tariknya dengan warna oranya pada daging buahnya. Ada juga buah kampul, karena jika masak dan jatuh diair akan terapung, sedangkan di jawa buah ini dinamakan kecapi.

Masih banyak lagi yang terlewat hari ini saat blusukan di pasar Nanga Bulik. Ingin sepertinya merangsek ke dalam untuk melihat yang lebih unik dan aneh. Kearifan lokal setempat juga memberikan pengetahuan yang tak ada ditempat lain. Ingin rasanya pergi ke pandai besi, untuk mendapatkan obyek yang benar-benar asli, bagus dan tajam.

 

8 thoughts on “Yang Unik di Pasar Nanga Bulik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s