Manusia dan Binatang Itu Sama Pada Awalnya

Perbedaan fisik bukan dimaknai sebagai keragaman namun disalah artikan sebagi perbedaan yang dikotak-kotakan

 

Siapa tak kenal dengan Nazi oleh Adolf Hitler atau Apartheid di Afrika. Dua contoh tersebut tak lepas dari permasalahan ras. Adolf Hitler merasa ras aria lebih unggul dibanding ras lain sehingga ada tragedi pemusnahan etnis. Lain halnya di Afrika, dimana orang kulit putih mendapat kasta lebih tinggi dibanding kulit hitam.

Berbicara tentang rasialis, dimanapun pasti ada sebab selama mata melihat pembeda morfologi tubuh maka pengkelasan itu ada. Tidak salah jika antropologi memisahkan manusia dalam berbagai ras, bukan untuk dibedakan namun untuk dilihat keberagamaannya. Acapkali keberagaman ini salah dimaknai dengan permasalah rasialisme, tak hanya dikancah politik, sosial, ekonomi namun juga merambah dalam dunia olah raga.

Jika ditilik lebih dalam seberapa besar perbedaan ras itu, sehingga menjadi masalah gara-gara perbedaan warna kulit dan fisik dan morfologi  tubuh. Salah jika kita membandingkan dengan sesama manusia, sebab secara morfologi semuanya sama, namun ekspresi gen yang berkaitan dengan beberapa ciri fisik berbeda. Warna kulit, bentuk rambut, warna mata, bentuk tengkorak adalah penciri fisik yang bisa menjadi faktor pembeda.

1355446129182447615

Awal mula kehidupan dari hewan dan manusia, ekspresi gen akhirnya juga yang menjadi pembeda (a picture book of evolution, hal.218-219)

 

Mari lihat lebih dalam dan jangan bandingkan manusia dengan manusia, tetapi bandingkan manusia dengan binatang. Jika dilihat dengan seksama, pasti manusia beda dengan burung, kadal, ikan, dan kelinci. Bagaimana jika dilihat contoh diatas itu sebelum mereka dilahirkan apakah memiliki ciri fisik yang berbeda atau tidak.

Apabila dikaji secara embriologi dengan melihat manusia dan hewan sebelum dilahirkan, ternyata tak memiliki perbedaan yang besar. A picture  book of  evolution,sebuah buku menarik yang menguak evolusi didunia ini. Yang menggelitik dari buku tersebut adalah gambar embrio disaat mamalia, reptil, aves, dan pisces adakan studi perbandingan aras embrio. Disaat sel sperma dan telur bersatu menjadi zigot, nyaris tak berbeda satu dengan yang lain. Semuanya memiliki ciri fisik yang sama, dan tak ada perbedaan. Mungkin jika tak ada keterangan, bisa saja keliru memilih mana embrio manusia mana kelinci.

Awal dari sebuah kehidupan diawali dengan cara yang sama, yakni sel telur ketemu dengan sperma, jadi zigot lalu menjelma menjadi embrio. Tahap selanjutnya, semua terendam dalam caiaran dan memiliki tahap perkembangan yang sama, walau mengalami perbedaan pertumbuhan organ dan waktu perkembangannya.

Mengapa terjadi perbedaan, hanya DNA yang bisa menjawabnya. Perbedaan ini akibat adanya ekspresi gen dari susunan rantai DNA yang berbeda. Mamalia, burung, ikan, reptil dan ampibi memiliki perbedaan gen yang masing-masing terekpresi saat terjadi pertumbuhan hingga di lahirkan/menetas dan terus dalam perkembangannya.

Pertanyaan sekarang, berapa seberapa besar perbedaan gen tersebut antar manusia dan hewan. Namun bukan itu jawaban yang harus ditekankan, tapi seberapa besar perbedaan sesama manusia?. Secara normal manusia dilahirkan setelah dikandung selama 9bulan 10hari dan semuanya sama. begitu lahir baru kelihatan pembedanya, dan itulah variasi genetis yang terekspresi dalam bentuk fisik. Secara mudahnya digambarkan telur ayam yang dierami memiliki bentuk dan warna yang sama, namun begitu menetas warna bulu-bulunya pasti berbeda walau dari orang tua yang sama.

13554463111553070278

Evolusi menguak perkembangan mahluk hidup dan lingkungannya beserta ekspresi variasi genetiknya (dok.pri)

 

Masihkah variasi ekspresi gen itu yang menjadi pembeda ras manusia harus dibedakan?. Kita berasal dari telur yang sama, namun begitu menetas maka nikmati saja jatah kita masing-masing, sehingga tak ada lagi rasisme. Jika tak percaya telisik lebih jauh kebelakang tentang asal mula kehidupan darimana mahluk hidup itu berasal dalam sudut pandang ilmu pengetahuan evolusi.