Terimakasih Sudah Buang Sampah Pada Tempatnya

Bunga-bunga putih berguguran sepanjang lintasan lari pagi ini. Inilah bunga Daun Kupu-kupu (Bauhinia farigata) yang menghiasi pinggiran lapangan. Bunga dari keluarga Caesalpinaceae ini menjadi peneduh kala siang dan pagi hari menjadi bertenggernya beberapa burung yang sedang bercanda menyambut mentari. Pemandangan bunga-bunga indah ini kontras sekali di ujung jalan sana.

Biasanya setiap lari pagi usai subuh, para petugas kebersihan adalah orang pertama kali yang saling menyapa kemudian si Moly anjing penjaga yang sedang berpatroli. Pagi ini pemandangan juga senada dengan bunga-bunga Bahunia, yakni kontras sebab yang terlihat adalah sampah berserakan. Petugas kebersihan nampaknya tidak lagi menyambut pagi ini dengan hangat, namun hanya tertawa sambil berkata “mahasiswa kok tidak tahu kebersihan”.

Inilah fakta di kampus saya tempat belajar, yang konon katanya kampus hijau dan tadi pagi jadi kampus plastik. Hampir setiap pagi hari, saya selalu menyambangi sisi-sisi kampus untuk lari pagi dan memanen oksigen gratis dan udaranya yang bersih. Pagi ini, dalam hati kecil, saya juga mengumpat melihat sampah-sampah bungkus makanan yang berserakan.

13538897541198077901
Entah kemarin ada acara apa, pagi ini pemandangan sampah luar biasa.

Ini tempat orang belajar, terlebih lagi yang belajar adalah mahasiswa yakni anak sekolah yang diagungkan. Entah kemarin itu ada kegiatan apa, yang pasti sampah-sampah yang ditinggalkan sepertinya tak bisa ditolerir ragi. Mungkin bagi mereka yang meninggalkan jejak-jejak jahanam ini akan berkata “ini kan tugas kebersihan” atau bilang “tenang, sudah ada petugasnya” bahkan lebih sadis lagi “mereka dibayar untuk bersih-bersih” itu hanya asumsi saya saja.

Setiap pagi hari, petugas kebersihan ini hanya menyapu dedaunan dan bunga-bunga yang berguguran yang tak bisa jatuh ditempat sampah. Selain itu, mereka juga memindahkan sampah-sampah dari tempat-tempat sampah ke bak sampah besar untuk dipindahkan ke TPA. Pagi ini, wajar saja mereka tertawa sambil sedikit mencibir tindakan siswa yang agung yang tak tahu bagaimana cara menempatkan sampah. Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab mereka, namun setidaknya ini menjadi pekerjaan ekstra dan menghambat pekerjaan lainnya.

13538898321614423605
Mereka hanya memindahkan sampah daun dan bunga yang berguguran.

Saya juga heran, mengapa dibeberapa titik ada bak sampah yang masih kosong dan masih saja nekat membuang sampah ditempat yang tak semestinya. Ironis lagi, taman-taman hijau kini menjadi putih penuh dengan sampah plastik dan kertas yang berserakan. Teman lari saya sempat berkata “percuma menyalahkan kera, yang cuma bisa makan lalu buang bungkus seenaknya”.

Sepertinya sampah ini hanyalah akumulasi ketidaksadaran dari ketidak pedulian terhadap lingkungan. Di lab tempat saya bekerja adalah tempat yang strategis untuk mengamati prilaku kesadaran terhadap lingkungan. Kebetulan didekat lab ada minimarket dan sebuah tempat sampah. Saat melihat mahasiswa keluar dari minimarket, katakanlah beli air mineral saya dan teman-teman selalu main tebak-tebakan. “hayoo segel tutup botol di apakan..?” itu tebakan kami. Dari cewek cantik, cowok gagah hingga KW rerata tanpa sadar membuang segel tutup botol sambil berjalan tanpa sadar didekatnya ada tong sampah. Itu baru tutup segel, belum lagi puntung rokok, bungkus permen dan lain sebagainya. Alhasil jika ada yang membuang sampah pada tempatnya ada teman dengan spontan berkata “terimakasih sudah membuang sampat pada tempatnya, ada kartu pelanggan…..”.

13538899051077365298
Andai semua sadar kebersihan, taman indah ini tak akan seperti ini.

Lari pagi ini usai sudah satelah mutar-mutar hampir satu jam, dan sampah jahanam itu masih banyak berserakan. Dalam hati saya hanya berkata “kan sudah ada petugasnya”, nampak munafik juga sepertinya, namun setidaknya masih ada sedikit kesadaran dari setiap prilaku yang menyimpang. Minimal tanggung jawab terhadap sampahnya sendiri, dan bagaimana cara menempatkan. Mungkin di balik paras cantik mahasiswi, namun buang sampah sembarangan hilang sudah 99% kecantikannya. Namun jika ada yang menempatkan sampah pada tempatnya saya yakin 99% “terimakasih sudah membuang sampah pada tempatnya…”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s