Sekali Berlari Dua Gunung Terlampaui

Berlari di alam bebas sejenak untuk lari dari rutinitas dan kepenatan sesehari.

Olahraga ringan di alam bebas sambil menikmati udara sejuk dan pemandangan yang indah. Meninggalkan penatnya dan rutinitas pekerjaan, inilah jawaban untuk pelarian dari kejenuhan sesehari. Bersama teman-teman yang setiap pagi menyusuri aspal selepas subuh untuk mengais kilometer demi kilometer dengan berlari. Persiapan beberapa minggu, dikira sudah cukup dan saatnya sekarang membuktikan sebarapa batas kemapuan diri ini.

 

1353034682870846798
Pagi hari menyambut untuk berlari.

15/11/2012, 6.45 kami mengawali langkah mungil kedua kaki ini untuk menuju Gunung Telomoyo 1894mdpl. Jalan beraspal mulus menyambut kami untuk melewati beberapa kampung dengan senyum ramah petani di kanan kiri jalan. Angkatan awal bagi kaki yang cukup berat, melihat selembar peta yang kami bikin sehari sebelumnya. Hari ini kami menargetkan jarak sekitar 30KM untuk melintasi dua gunung sekaligus.

1353033555711997888
Pintu gerbang Gunung Telomoyo.

Gari-garis melingkar dalam peta topografi yang kami corat-coret untuk menggambar rute pelarian ini terus kami pantau setiap ada percabangan jalan. Jangan sampai salah jalan atau harus berbalik arah untuk kembali ke jalan semula. Untuk sampai ke pintu gerbang gunung Telomoyo hanya sekitar 3,5Km yakni di Dusun Pandean. Di sana ada sebuah pintu gerbang dari besi, dimana setiap yang ingin mendaki Telomoyo wajip melaporkan diri pada penjaganya. Sebenarnya Gunung Telomoyo tertutup untuk umum karena dipuncaknya banyak aset negara, yakni perangkat pemancar telekomunikasi.

1353035566607943890
Gunung Merbabu mengiasi di sisi Tenggara.

Akses ke puncak Telomoyo bisa saja dengan memakai kendaraan roda dua atau roda empat. Namun bagi yang suka jalan kaki atau berlari disini adalah lokasi yang tepat untuk melatih otot betis dan paha. Langkah awal cukup membuat napas putus, namun begitu masuk hutan sudah mulai rata dan berlenggak lenggok mengikuti jalan beraspal. Semikian ke atas, udara dingin makin terasa dan angin bertiup semakin kencang. Jalan beraspal seoalah tak ada putus-putusnya, namun ini yang kami cari sebab pemandangan disisi kiri jalan sangat luar biasanya indahnya.

13530341441038148536
Jika jeli, di sepanjang jalur banyak sekali keindahan alam ini, Anggrek adalah salah satunya.

Bagi kita yang jeli, sepanjang pelarian ini akan menemukan keindahan yang tak ada ditempat lain. Bunga anggrek tanah nampak anggun bermekaran diberapa sudut jalan. Di rerimbunan semak belukar kadang tersembul tumbuhan Kantong Semar (Nephentes gymanaphora). Bagi yang memiliki telinga dan mata yang awas, beraneka jenis burung banyak ditemui disini bahkan sesekali ada ular yang menyebrang jalan mungkin sekedar ikut jalan-jalan.

Setelah waktu terus bergulir akhirnya 2 jam 3 menit sampai juga di puncak Telomoyo. Pagi yang berkabut, namun tak menutupi keindahan di depan mata. Ada beberapa pasangan muda-mudi yang sedang memadu kasih disana, sebab ini mungkin tempat yang romantis untuk pacaran di puncak gunung. Jarak tempuh sekitar 12KM sudah kami lalui dan tak boleh berlama-lama harus segera turun sebab masih ada 18Km lagi yang harus ditempuh.

1353033951571887491
Sampai juga di puncak Telomoyo, walau sudah di kontrak sepasang kekasih yang memadu asmara di puncak gunung.

Perjalanan turun kali ini lebih cepat, selain jalannya tak lagi menanjak juga beban satu puncak sudah usai. Sampai di Km 18,5 kami berhenti disebuah warung untuk mengisi energi yang terkuran. Mie instan dan telur mengganjal perut yang tak mau lagi diajak komporomi, sebab tadi pagi belum sempat mengisi perut. Minuman isotonik terus menggelontor mulut untuk mengganti ion-ion tubuh yang lepas lewat keringat.

13530358151028654277
BBM untuk 30Km cukup semangkuk mie instan dan telur, sudah murah, meriah, serba guna dan tahan lama.

Tak boleh berlama-lama akhirnya kaki ini kembali berlari dan kali ini menuju kaki Gunung Andong. Gunung Andong memang berdekatan dengan Telomoyo. Dengan ketinggian hanya 1736mdpl tetapi memiliki pemandangan yang luar biasa dan jalur yang cukup ekstrim. Untuk menuju kaki Gunungnya yakni di dusun Pendem cukup menyita tenaga juga sebab harus menempuh jarak 5Km. Karena sudah tekad, maka lewati saja dengan senang hati dan terus berlari.

13530341301960685771
Sambutan Gunung Andong siap untuk didaki.

Akhirnya sampai juga di kaki Gunung Andong dan segera bersiap untuk kembali mendaki. Sepanjang jalur pendakian yang hanya berupa jalur setapak sempat bertemu dengan beberapa pendaki yang baru turun dari puncaknya. Walau gunung pendek, tetap ada juga yang mendaki terutama bagi pendaki pemula untuk menjajal kemampuan dirinya. Cukup terjal juga rupanya untuk menuju puncak, namun sebelum puncak jalan landai ada didepan mata.

Akhirnya Km 25 sudah di capai, artinya ini puncak Gunung Andong. Panas yang menyengat tak memudarkan semangat, sebab saat itu tepat jam 12 siang. Sambil menunggu teman-teman yang masih kepayahan di belakang, maka istirahat adalah pilihan yang tepat. Hampir satu jam kami menikmati pemandangan dari puncak Gunung Andong dan seperti tak terasa kami membuang waktu yang cukup lama.

13530359961807583185
Inilah sajian penutup pelarian ini, jalur dengan lebar kurang dari 1 meter dengan jurang di kedua sisi.

Akhirnya harus turun juga dan kali ini kami dengan jalur yang berbeda. Di Andong ada 3 puncak dan sudah kami lewati semua dengan turun di puncak sebelah timur. Jalan yang mengerikan sebab antar puncak lebar jalur kurang dari 1 meter bahkan ada yang kurang dan ekstra hati-hati itu yang berlaku sebab angin bisa menghempaskan apa saja yang dilewati. Berjalan pelan akhirnya sampai juga di puncak timur dan harus segera turun karena rintik hujan menyambut kami.

Jalur yang kami lewati cukup terjal namun itulah tantangan bagi pelari alam bebas. Akhirnya Km 26.40 sudah kami lewati artinya sudah sampai di kaki gunung. Tantangan kami beriktnya tidak main-main karena harus mengejar angkutan umum sebelum kehabisan. Jarak menuju Ngablak tempat mencegat angkutan umum sekitar 3Km lebih dan harus segera diselesaikan. Berlari dan terus berlari dan jika nafas mau putus terpaksa berjalan pelan. Selang minuman dari kantong onta tak lepas dari mulut sebab 2 liter sudah air dihabiskan dari pelarian ini. Setelah 9 jam kurang 7 menit sampai juga di Ngablak dan GPS menunjuk angka 31.02Km. Usai sudah pelarian kali ini untuk bersiap melakukan pelarian lagi di gunung-gunung lainnya.

4 thoughts on “Sekali Berlari Dua Gunung Terlampaui

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s