Cara Baru Memplonco Mahasiswa

Ploncoan atau yang sering dikenal dengan Ospek adalah bukan barang langka di dunia pendidikan. Ibarat sayur tanpa garam, jika masuk sekolah atau kuliah tanpa di plonco oleh kakak angkatan atau senior. Momok yang menakutkan bagi anak baru, tetapi hal yang ditunggu-tunggu oleh senior atau panitia. Satu sisi mendapat tekanan, sedangkan sisi lainnya bersuka cita diatas penderitaan. Memang itu realita yang ada, walaupun ada misi-misi tertentu yang ditambahkan, entah masalah keakraban, kekompakan dan pengenalan lebih dalam tentang dunia pendidikan.

13483691681674161923

Harus diganti dengan cara yang lebih mendidik dan manusiawi.

10 tahun yang lalu saat jadi awal mahasiswa baru, dan kini masih terngiang dikepala bagaimana menjalani ospek yang sedetik serasa 5 menit. Diawali dengan penugasan cari barang-barang yang susah dan nyaris mustahil. Bisa bayangkan, jika harus mencari air mineral rasa jeruk dan berwarna kuning dengan sarat segel harus terpasang. Mustahil saat itu tidak ada yang jual, namun “the power of kepepet” itu muncul juga. Dengan suntikan sisa printer yang sudah dicuci bersih dipakai untuk menyuntikan sari jeruk dari bagian bawah botol. Agar lebih sempurna, maka bekas suntikan dipanaskan dan selesai sudah tugas pertama. Tugas selanjutnya mencari dan membuat atribut-atribut aneh, yang memaksa otak berpikir keras dan kreatif. Itulah tugas awal saya saat mau masuk kuliah.

1348369227178990094

Lain dulu, lain sekarang, namun tetap manis untuk dikenang.

Penderitaan belum selesai saat menyelesaikan misi yang aneh-aneh dari senior. Bentakan, hingga umpatan bak nyanyian merdu jika ada salah ataupun dicari-cari kesalahannya. Perlakuan dengan kekerasan juga tak jauh-jauh berdiri dari tubuh ini, saat harus merasakan panas dengan cara dijemur. Parah lagi saat harus mandi dengan sabun dari trasi udang, dan dikibulin usai menyabuni seluruh tubuh tiba-tiba air dimatikan. Penderitaan seluruh tubuh dengan bau busuk harus ditambah, karena digiring didekat tempat pembuangan sampah hanya dengan memakai celana kolor. Bau amis terasi mengundang ribuan lalat untuk hinggap ditubuh, dan dilarang menyakiti lalat-lalat nakal. Atraksi menarik, namun itulah salah satu ploncoan pada jaman dulu yang tetap manis untuk dikenang.

Jaman sudah berubah, begitu juga paradigma dan pendekatan untuk menyambut datangnya mahasiswa baru. Bukan lagi cara-cara yang konyol dan tak masuk akal, namun sudut pandang lain di gunakan untuk mengelar karpet merah untuk junior-juniornya. Cara-cara konvensional seperti yang saya ceritakan diatas lambat laun mulai ditinggalkan, walau tetap ada yang masih melestarikan tradisi tersebut diatas. Sedikit mengambil tri darma perguruan tinggi, yakni; pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat maka itulah yang dipakai.

Universitas Kristen Satya Wacana, salah satu perguruan tinggi swasta di Salatiga, Jawa Tengah memiliki cara anyar untuk ‘welcome drink” mahasiswa barunya (22/9.2012). Kegiatan Ospek yang diberinama OMB (Orientasi Mahasiswa Baru) sudah tak seperti yang dulu saya alami, Kali ini lebih manusiawi, tak ada tindak kekerasan, tekanan hingga cara-cara yang konyol dan tak masuk akal. Kreativitas lebih diutamakan dengan slogan “creative minority”. Mengadopsi kesuksesan tahun-tahun kemarin, makan kegiatan Ospek kali ini dikemas dengan cara yang mirip sama.

1348369327925922871

Drum Blek, seperti tahun-tahun kemarin.

Dengan mengandalkan “drum blek” yakni seperangkat musik dari tong-tong dan jerihan bekas dikolaborasikam dengan istrumen musik drum band. Inilah keunikannya dimana mahasiswa baru ditungtut untuk ikut berpartisipasi dalam acara karval keliling kota. Selain parade musik, juga ditampilkan parade kostum layaknya Jember Costum Carnival. Konsep yang di usung dalam parade kostum kali ini, adalah merepresentasikan budaya-budaya Indonesia dengan kostum aneka rupa.

13483694371975334803

Creative minority, menjadi tantangan buat mahasiswa baru.

Merangkul seniman-seniman lokal juga dilakukan, yakni dengan mendatangkan Reog Ponorogo yang menjadi pembuka jalan diacara tersebut. Selain reog, juga ditampilkan tarian yang dibawakan kaum hawa dengan meniru model srikandi. Budaya Tiong Hoa juga tak kalah ketinggalan, yakni Barongsai. Liukan Naga dan Singa dengan lincah dibawakan oleh anak-anak SMP Stella Matutina dan teman-temannya dengan riang menabuh alat musiknya.

13483697071616061489

Alam mahasiswa untuk masyarakat.

Acara yang mendapat sambutan antusias warga Salatiga ini persembahan dari mahasiswa sebagai wujud pengabdian masyarakat. Jalan-jalan utama yang harus ditutup untuk acara karnaval semakin meriah saat banyak warga salatiga yang memadati badan-badan jalan. Warga yang antusias juga diperbolehkan untuk sekedar mengambil gambar atau foto bersama dengan para penampil. Dengan jarak tempuh sekitar 2,5km akhirnya karnaval berlangsung dengan sukses dan meriah. Pawai diakhiri dengan kembali ke kampus setelah 3,5 jam berkeliling kota.

13483695701951864980

Kemeriahan penyambutan mahasiswa baru belum berhenti usah karnaval berakhir. Malam harinya dilapangan kampus seluruh mahasiswa USKW mendapat hiburan untuk berbaur dilapangan olah raga. Pihak kampus mendatangkan Bondan Praksoso & Fade 2 Black. Lagu-lagu andalah pelantun lagu Lumba-lumba megentak malam itu hampir 2 jam. Akhirnya berakhir juga acara demi acara untuk menyambut mahasiswa baru.

13483696491479891282

Ploncoan harus ada, namun harus tampil beda.

Tidak sedikit cara-cara untuk memplonco mahasiswa baru dengan cara yang edukatif, kreatif dan menonjolkan sisi-sisi manusiawinya. Jangan bayangkan untuk membuat karnaval kali ini mahasiswa tidak diplonco layaknya jaman dulu. jam 4 sore usai jam perkulihan mereka harus sudah siap-siap menuju lapangan untuk berlatih drum blek dan tentu saja dengan peralatan masing-masing. Hampir 1 bulan mereka menjalani ritual harian itu hingga menjelang maghrib tiba. Belum sampai disitu saja ploncoannya, tetapi ada yang bertugas membuat kostum-kostum untuk parade. Masih banyak lagi kegiatan lain yang tak beda jauh dengan ploncoan, tetapi dengan model dan pendekatan yang baru. Selamat datang mahasiswa baru, majulah garba ilmiah kita.

2 thoughts on “Cara Baru Memplonco Mahasiswa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s