Mereka Liar, Tangkap dan Kurung dengan Kamera dan Rangka yang Cantik

“Wahai kau burung dalam sangkar, sungguh nasibmu malang benar, tak seorangpun ambil tahu, duka dan lara dihatimu” petikan sebuah lagu yang berjudul Bagai Burung Dalam Sangkar. Memang kita bukan Nabi Sulaiaman, yang katanya bisa berbicar dengan binatang. Lewat prilaku bintang, mungkin kita bisa menerjemahkan prilaku binatang.

Semula menjadi bintang liar, kini bagaiamana caranya dijadikan hewan piaraan. Semula hidup dialam liar (insitu) kini harus mendekam dalam kurungan secara (eksitu). Atas nama keindahan, nilai ekonomi yang tinggi, hobi, hingga yang ekstrim berbicara tentang konservasi, rama-ramai mengkandangkan binatang-binatang. Burung menjadi representasi, koruptor yang sedang asyik-asyiknya menikmati jarahannya tiba-tiba ketangkap KPU dan dijebloskan ke bui mewah.

Image

Entah apa rasanya, binatang tersebut yang semula hidup dialam bebas tiba-tiba terkukung dalam ruang yang sempit dan ruang gerak yang terbatas. Namun sangat susah mengerti suara hati dari binatang tersebut, yang pasti dari prilakuknya bisa disimpulkan. Tidak perlu menghakimi, sebab ada peraturan dan hukum yang mengatur. Setidaknya dari diri sendiri bisa mengambil sikap, bagimana sepantasnya memperlakukan binatang tersebut. Biarkan mereka dialam bebas, atau memang harus dipelihara dan rawat sebaik mungkin, “membinatangkan binatang”.

Berbicara mengenai binatang, mungkin sangat bijak dialam liar cukup dengan kamera saja untuk menikmatinya. Mereka yang menangkap, dan memenjarakan mungkin hanya dinikmati sendiri dan kelompoknya. Mereka yang menangkapnya dengan kamera, saya yakin bisa disebarluaskan ke penjuru dunia dan bisa dinikmati siapa saja. Banyak orang dicerahkan lewat sebuah gambar, daripada mereka harus datang langsung ke alam liar atau kebun binatang. Saya yakin tidak banyak kita yang tahu burung eksotis Cendrawasih secara langsung, namun lewat gambar bisa langsung tahu.

Image

Memotret binatang liar memang gampang-gampang susah, bahkan hewan piaraan yang sudah jinak sekalipun juga bukan perkara mudah. Teknologi kamera berkembang pesat dan memudahkan pengguna kamera untuk mengabadikan fotografi alam liar atau hewan piaraan. Beberapa hal yang harus diperhatikan, adalah sebuah kesabaran ekstra, kreatifitas dalam menemukan suduat pandang, hingga kecekatan dalam mengeksekusi. Sabar, adalah kata yang tepat sebab hewan liar tidak bisa di suruh untuk berpose atau fashion show. Hanya menunggu dan menunggu, kalau perlu dihadang dimanapun mereka ada. Kreatifitas, itu yang menjadi kekuatan sebuah foto. Sudut pandang dari setiap obyek adalah inti dari gambar akan bercerita. Kecepatan dalam mengeksekusi, adalah sebuah kemampuan menjalankan peralatan fotografi.

Image

Kamera adalah piranti untuk menggambar ciptaan Tuhan yang eksotis. Namun selain kamera, perlu diperhatikan beberapa piranti lain yang bisa menjadi pendukung. Lensa, bagi pengguna kamera DSLR harus cermat menggunakan lensa apa yang digunakan untuk mengeksekusi. Lensa kit/standar (18-55mm), mungkin cukup untuk mengeksekusi hewan piaraan, tetapi burung-burung yang terbang mungkin tak akan bisa menjangkau. Jika ada uang tambahan alangkah bijaknya untuk berinvestasi membeli lensa telefoto, dengan jangkauan lensa ratusan milimeter. Bagi yang ingin memotret serangga atau hewan-hewan kecil, tentu saja lensa makro mutlak diperlukan. Kekuatan lensa makro, adalah seberapa dekat dengan obyek, seberapa besar hewan bisa digambar dan seberapa tajam obyek bisa dibidik. Lensa makro dibuat dengan tujuan tersebut. Tak ada akar, tali plastikpun jadi, tak ada lensa makro maka lup-pun (kaca pembesar/suryakanta) jadi, yakni dengan cara meletakan didepan lensa kit. Jika berani bertaruh, dengan membalik posisi lensa/reverse lens (kit) bisa menjadi lensa makro juga, tetapi resiko lensa kemera dan rongga kamera kotor adalah konsekuensi logisnya.

Bagi pengguna kamera saku, jangan berkecil hati sebab kamera tersebut sudah dibekali fitur canggih untuk telefoto atau makro. Tak usah risau dengan jarak, cukup pencet tombol zoom, maka mendekatlah yang jauh. Jika ingin obyek dekat (kurang dari 1m hinggan 2cm) cukup tekan gambar bunga mawar hitam pada tombol, maka jelas dan tajamlah obyek serta kaburlah yang disekelilingnya. Tentu saja bukan perkara yang mudah, dan tak semudah memakai kamera saku. Perlu kesabaran dalam mengeksekusinya, sebab kamera saku harus mikir dulu obyek mana yang dikehendaki penggunannya. Caranya sangat sederhana, pencet tombol rana setengahnya saja dan biarkan fokus kamera mencari sasarannya, dan jika sudah ketemu baru ditekan penuh.

Image

DSLR adalah surganya juru foto, maka nikmati fitur-fitur canggih yang ada dibadan kamera. Bagi mereka yang memiliki lensa yang masih sehat mata dan otaknya (auto fokus) maka fitur menarik bisa dinikmati. Biarkan kamera yang menjadi mata dan otak, kita cukup jadi mesin pemburu saja. Pastikan AF MODE pada AI SERVO artinya auto fokus kamera akan terus bergerak memutar menyesuaikan obyek foto yang kita bidik. Biasanya mode ini digunakan untuk memotret obyek yang bergerak. Memotret serangga terbang, cocok dengan mode ini sebab akan sangat membantu. Kita cukup mengikuti obyeknya tanpa melihat jendela bidik (view finder), dan biarkan kamera yang mencari fokus obyeknya dengan cara menekan setengah pada tombol rana. Nimakti sensasi terbang dengan serangga-serangga cantik.

Piranti lain yang tak kalah pentingnya adalah masalah pencahayaan. Untuk hewan liar mungkin akan tergantung sepenuhnya pada cahaya alami, seperti matahari atau pantulannya. Namun selama diusahakan cahaya buatan mengapa tidak.?. Penggunaan cahaya buatan dengan lampu kilat (flash/blitz) adalah alternatifnya, bisa juga memakai lampu senter, lilin atau apalah yang pasti jangan sampai mengintimidasi binatang tersebut. Perlu diingat, binatang liar itu jarang mandi, sehingga kulitnya kadang mengkilap dan memantulkan cahaya, maaf hanya bercanda, sebab ikan yang selalu mandi tetep aja mengkilap. Rangka luar / eksoskeleton pada serangga memiliki permukaan yang halus dan menjadi pemantul yang elok. Permasalahannya adalah cahaya buatan kadang terlalu kuat dan saat dipantulkan oleh obyek, maka hasilnya akan menjadi buruk. Cara sederhana adalah kendalikan cahaya, yakni dengan berbagai cara. Cara sederhana adalah dengan menutupi cahaya dengan benda-benda seperti kain putih, kertas tisu, atau apa saja, asal bisa meredam kekuatan cahaya. Cahaya yang dikendalikan akan menghasilkan cahaya yang lembut dan pas. Bagi mereka yang sudah mahir, penggunaan lampu kilat bisa lebih dari satu agar mendapatkan cahaya yang rata.

Image

Fitur satu lagi yang menarik adalah penggunaan pengatur waktu/timer. Tujuan penggunaan pengatur waktu adalah untuk mengurangi getaran kamera saat telunjuk atau jari tengah kita menekan tombol rana. Memotret obyek makro adalah meminimkan getaran, karena sedikit saja getaran maka obyek akan menjadi kabur dan tidak fokus. Bagi pengguna DSLR selain pengatur waktu, ada piranti lain yakni peluncur tombol rana, baik dengan pengendali jarak jauh/remote control, tau dengan kabel rilis. Tentu saja butuh uang ekstra untuk membeli piranti tersebut, namun kembali lagi dengan kreatifitas tak ada akar, tali sepatupun jadi. Prinsip kabel rilis sama dengan tombol rana, yakni menghantarkan arus untuk membuka rana. Cukup dengan kabel, colokan dan saklar, tak lebih dari 3000 perak membuat piranti sederhana ini. Kabel rilis bisa kita dapatkan dari ear phone ponsel yang tidak kepakai (sesuaikan dengan dudukannya), lalu sambung dengan sakelar on off. Jika masih bingung, coba saja googling, banyak insan super kreatif yang membagikan ilmu-ilmu sederhananya, namun kompleks manfaatnya.

Image

Memotret binatang adalah sebuah aliran fotografi, dari sini bisa memaknai kehidupan mereka. Layakah mahluk-mahluk eksotis dan cantik tersebut harus diam dalam kurangan, atau biarkan mereka bebas di alamnya. Dari sini, sikap dan hati nurani akan dibawah ke ranah Nabi Sulaiman, bagaimana berbicara dengan binatang-binatang melalui setiap prilakunya yang terekam dalam kamera kita. Lewat gambar bisa berbagi, tanpa harus menangkap dan mengkandangkan kamera. Jangan menangkap mereka dan mengkandangkannya, tangkaplah mereka dengan kamera dan kurung dalam frame yang cantik dan bagikan dengan semua orang. Selamat menggambar, semoga bermanfaat.

2 thoughts on “Mereka Liar, Tangkap dan Kurung dengan Kamera dan Rangka yang Cantik

  1. oalaaaaah kok yo ngerti lagu kui to mas
    lek ra salah kui lagu wes luawaaaaaas tenan lho

    fotone always keren wes mas
    juoooos puoool

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s