Misteri Makluk Hidup dibalik Nama Latinnya

13397189551247219662
Bagi orang Jawa Tengah, ini adalah Gedang, tetapi Gedang di Sunda itu Pepaya, nah orang Indonesia sepakat buah ini adalah Pisang, dan dunia Internasional menyepakati MUSA PARADISIACA untuk Pisang Ambon (dok.pri)

“teh manis, tempe goreng 2, gedang goreng 2 berapa semuanya..?” begitu usai makan disebuah kedai di dekat Sirkuit Sentul, Jawa Barat. Dengan senyum-senyum, Bibi yang jual kedai hanya tersenyemu sambil berkata “ah Aa.. aya-aya wae..mana ada gedang digoreng, adanya mah dirujak atuh..?” dan disambut tertawa seisi warung. Apakah ada yang salah dengana yang saya katakan? lalu salah satu diantara kami berkata, “mas..dari Jawa ya..? kalo di sana Gedang itu pisang, tapi di Sunda Gedang itu Pepaya”, memang lain ladang lain ilalang, lain lubuk lain ikannya.

Hanya 1 jenis tanaman saja, sudah beda penyebutannya, padahal ada banyak jenis tanaman disekitar kita. Contoh sederhananya, untuk menyebut ubi jalar, memiliki beragam nama seperti; telo pendem, bodin, batatas dsb. Ubi kayu, dari yang menyebut; singkong, telo, kasbi, munthul, dsb. Sangat beragam sekali untuk penyebutannya, jangankan antar pulau, 1 wilayah di pulau jawa saja sudah lain penyebutannya. Di Jawa Tengah, untuk menyebut Pepaya biasanya cukup bilang kates, tetapi di daerah banyumas menyebutnya dengan Gandul, didaerah lain menyebutnya dengan telo gantung.

Banyaknya nama-nama lokal sesuai dengan daerah masing-masing yang acapkali membuat ambigu atau ragu, walaupun sudah memiliki nama Indonesia. Mungkin kejadian lucu diatas “menyebut gedang goreng ditanggapi dengan Pepaya Goreng” tidaklah terlalu beresiko, coba andaikata orang sunda ke Jawa diminta tolong metik “godong/daun gedang buat bungkus lemper”, bisa-bisa lempernya pahit semua karena dibungkus dengan daun pepaya. Mungkin lemper pahit tidak jadi perkara, cukup dimuntahkan selesai sudah, bagaimana jika itu masuk dalam jamu-jamuan. Daun pepaya yang katanya bisa memperlancar asi dan menambah nafsu makan, bisa disalah artikan daun pisang yang kadar tanninnya tinggi dan sepat, malah bisa panjang urusannya nantinya.

Dalam tataran ilmiah, bersyukur ada Carolus Linnaeus pada tahun 1753 mengeluarkan buku Systema Plantarum, yang berisi tata nama tumbuhan. Akhirnya dunia internasional menyepakati “binomial nomenclature” penamaan ganda pada setiap spesies tanaman menjadi nama ilmiah atau yang sering kita dengan dengan sebutan nama latin. Sejak SD tidak asing dengan Oryza sativa untuk Pada, Zea Mays untuk Jagung, Panthera tigris untuk harimau dan lain sebagainya. Dunia internasional sepakat bahwa untuk spesies yang bernama padi, pantun, pari, rice, adalah Oryza sativa.

1339719818179153100
Mahluk hidup yang pernah hidup dan ditemukan tetap mendapatkan nama ilmiah walau sudah menjadi fosil “gudang fosil di museum Sangiran” (dok.pri)

Dengan adanya nama ilmiah tersebut memudahkan dan menyatukan persepsi untuk sebuah nama spesies, sehingga tidak ada lagi yang namanya gedang goreng menjadi pepaya goreng. Nah bagaimana nama ilmiah itu ada dan dibuat, dan siapa saja yang berhak memberi nama?. Semua mahluk yang pernah hidup dan ditemukan dibumi ini memiliki nama. Baik mahluk hidup yang masih benar-benar hidup atau yang hanya tinggal fosil saja, sudah diberi nama. Manusia purba sudah menyandang nama Homo erectus, Gajah purba diberi nama Stegodon dan lain sebainya, artinya semua yang pernah diketahui hidup sudah pasti diberi nama oleh ilmuwan.

Tidak semua berhak memberi nama seenak pusarnya, tetapi harus mengikuti aturan mainnya. Layaknya memberi nama seorang anak yang baru lahir, yakni harus berunding dengan istri, orang tua, mertua lalu mencari nama yang bagus dari buku “1000-nama anak”, mencari inspirasi, atau menggabung-gabungkan nama ayah dan ibu. Mungkin ada yang dengan mudahnya langsung memberi nama akanya dengan sebuta; Paijo, Paiman, Paimin, Paino, tetapi ada yang rumit “Muhadkli” gara-gara lahir Bulan Muharam, hari Ahad dan pasarannya Kliwon.

Penamaan nama ilmiah harus sesui dengan peraturan yang ada, seperti ICBN (international Code of Botanical Nomenclature) pada tahun 1867 dikeluarkan para ahli botani untuk membuat aturan penamaan tumbuh-tumbuhan. Demikian Juga dengan ICZN untuk hewan/zooligical, ICNB untuk bakteri, ICNCP untuk tanaman budidaya/cultivated plants dan tidak ketinggalan virus dan jamur juga ada aturan pemberian namanya. Setiap mereka yang pakar dibidang botani, zoologi, mikrobiologi bisa memberikan usulan nama baru dari setiap spesies yang baru ditemukan. Pemberian nama tentu saja tidak boleh sembarangan, tetapi harus memiliki makna yang bisa menjelaskan spesies yang dimaksud. Sebagian besar nama yang digunakan diambil dari bahasa Latin, atau bahasa asing yang dinuansakan latin. Dalam bahasa latin tidak ada Durian, kemudian diubah menjadi Durio, atau Pandan yang menjadi Pandanus.

13397192551605951985
AURELIA AURITA nama yang indah buat Ubur-ubur (sumber. http:scyphozoans.tripod.com/)

Nama-nama latin yang terkadang mudah dibaca dan dihafalkan seperti E.coli nama bakteri ditoilet, tetapi ada yang susah dibaca seperti Gammaracanthuskytodermogammarus untuk seekor caplak atau serangga. Ada juga nama yang Indah seperti Aurelia aurita, nama yang bagus bukan? untuk menyebut Ubur-ubur beracun. Dibalik nama yang bagus, sudah dibaca, indah bahkan lucu pasti memiliki makna. Jangan mengatakan nama latin dengan menyebut “apalah arti sebuah nama”, sebab setiap nama memiliki arti dan kisahnya sendiri-sendiri. Oryza sativa, berasal dari kata Oryza/oruza yang artinya padi dan Sativus yang artinya ditaman dan disebar.

Bagamana saat ini jika ingin menemukan nama latin tersebut?, sangat mudah cukup cari nama lokal, atau nama indonesia dan jika ada nama Inggris dan ketik di mesin peramban. Dengan mengetik “nama ilmiah pisang” maka semua keluarga Musaceae/pisang-pisangan akan keluar dan pilih sendiri sesuai dengan yang kita maksud. Jika kita ingin sedikit tertantang dan memiliki rasa penasaran yang tinggi, bawa spesies yang dimaksud lalu cocokan dengan pustaka.

13397195721938724289
Dasar-dasar Morfologi dan fisiologi tumbuhan untuk mencari misteri tiap spesiesnya (dok.pri)

Bagi mereka yang ingin mencari nama ilmiah tentu saja dibutuhkan pengetahuan dasarnya terlebih dahulu. Jika tertarik dengan botani atau tummbuhan maka dasar-dasar morfologi dan fisiologi tumbuhan harus diketahui. Belajar mengenai jenis-jenis akar, batang, cabang rangting, tangkai daun, daun, kelopak bunga, mahkota bungah hingga alat reproduksi bunga wajib diketahui. Jika sudah mengetahui dasar-dasarnya, ambil buku primbon “taksonomi tumbuhan” yang tebal dan bahasa yang rumit.

Buku tersebut berisi misteri-misteri berupa penciri spesies yang dimaksud yakni dengans sistem piramida terbalik. Ibarat membaca serial novel goosebumps yang penuh tanda tanya, penasaran dan sangat misterius. Dengan sistem piramida terbalik, Contohnya dari yang umum dulu, apakah tumbuhan dikotil atau monokotil, jika dikotil buka halama sekian dan jika monokotil buka halama sekian. Jika dikotil dengan duan menjari buka halaman sekian, jika daun menyirip buka halaman sekian, sampai mentok dispesies yang dimaksud. Jika benar setiap langkah-langkah tersebut berarti akan ditemukan, jika langkah benar tetapi tidak cocok bisa dibilang spesies baru, jika langkah salah dan tidak cocok ulangi lagi dari depan.

1339719435701937676
Layaknya novel Goosebumps, tetapi ini primbonnya ahli Botani (Sumber. http:www.goodreads.com)

Sangat sederhana sebenarnya, tetapi penuh ketelitian dan kesabaran ekstra untuk mengklasifikasikan tumbuhan. Pernah suatu saat saya mendapat jatah untuk mencari nama ilmiah dari tanama Gulma yang tumbuh disawah. Hampir 50 spesies yang saya peroleh dan setengahnya dengan mudahnya diidentifikasi sebagai spesies apa, karena sudah terbiasa. 25 spesies sisanya harus buka buku PROSEA (plant Resourches of South East Asia), Flora of Malaya, Flora of Java dan buku-buku yang lain. Hanya untuk mencari nama 1 spesies, harus 1 serial goosebumps untuk memecahkan 1 misteri, ada yang tertarik dan penasaran…?

25 thoughts on “Misteri Makluk Hidup dibalik Nama Latinnya

  1. faziazen said: keinget jaman smp, suruh ngapalin buanyakk nama latin tumbuhansekarang yg ingat cuma oryza sativa dan zea mays😀

    aziazen wrote on Jun 16keinget jaman smp, suruh ngapalin buanyakk nama latin tumbuhansekarang yg ingat cuma oryza sativa dan zea mays :Dcuma padi saja ya?

  2. Pingback: Misteri Makluk Hidup dibalik Nama Latinnya | gadis petualang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s