Disaat Tubuh Terdiam, Ciri Fisik Terbungkam, DNA Ungkap Kebenaran

“dasar anak haram, aku bukan ayahmu..!”, salah satu adegan dalam sebuah sinetron. Entah apa yang dimaksudkan dengan “anak haram”, yang pasti ada sebuah proses yang tidak baik didalamnya, sehingga tidak diakui sebagai darah dagingnya. Adegan sinetron kemudian berlanjut “jika kau tidak mengakui itu anakmu, ayo uji DNA” dijawab “siapa takut..?”. Kira-kira begitu, sebuah cuplikan drama kehidupan yang diangkat dalam sinema elektronik yang biasa hadir ditengah-tengah kita.
Mengapa demi anak haram, atau anak yang tak diaku salah satu atau salah dua orang tuanya harus sampai uji DNA dan apakah uji DNA itu sendiri?. Gampang kita menyebut uji DNA, dalam berbagai kasus. Dari mulai rebutan anak asuh, pengingkaran orang tua dari anak tak jelas asal-usulnya, hingga sebuah tragedi yang menceraiberaikan organ tubuh. Yang pasti dalam benak kita, uji DNA berkaitan dengan kasus dalam ranah hukum dan kriminalitas.
Semua pasti tahu DNA, adalah materi gen dalam tubuh setiap mahluk hidup yang berfungsi sebagai penyandi. DNA terdiri untai pita mirip rel yang dipelintir seperti kue semprong yang masing-masing anak rel ada simbol dan saling berpasangan, yakni “T-A, dan G-C”. DNA kita berasal dari pewarisan ayah dan ibu, yang masing-masing melebur menjadi kita dan terekspresi sebagai penggabungan sifat fisik orang tua. Masalah warna kulit mirip ibu, rambut juga seperti ibu, tetapi wajah mirip tetangga itu yang kadang dipermasalahkan, bahkan jika tak satupun ciri-ciri fisik kita tak mirip dengan orang tua kita jangan-jangan “putri yang tertukar” kembali ke sinetron.
Sedemikian hebatnya DNA, sehingga tak ada yang bisa menyamai susunanya dari masing-masing individu, bahkan anak kembar sekalipun. Disinilah hebatnya Tuhan dalam mencetak biru manusia, hingga memiliki ciri-ciri yang berbeda satu dengan yang lainnya. Nah acapkali cetak biru manusia ini kerap kali dimunculkan dalam berbagai permasalahan, seperti tersebut diatas, dan akhirnya DNA menjawabnya.
Proses yang panjang dan rumit, kadang membuat otak tak sampai menjangkaunya tetapi dengan mudah orang akan berkata “uji DNA”. Secara konsep sangat sederhana, bagaimana uji DNA itu berlangsung, andai kita punya duit banyakpun bisa melakukannya sendiri asal bisa beli alat dan ilmunya. Tak salahnya jika sedikit memahami konsepnya agar ucapan “uji DNA” menjadi sedikit lebih bermakna. Tentu saja harus ada studi kasus agar lebih menarik bagaimana uji DNA itu dilakukan.
Disebuah salon kecantikan ada sebuah kasus “ini rambut siapa..?”, melihat dua helai rambut disebuah sisir, sisa para 5 pasien yang barusan smoothing dan coloring. Tak satupun dari kelima cewek yang ada disana mengakui itu rambut siapa, akhirnya pemilik salon berkata “mari kita uji DNA” dan 5 orang disana sepakat semua untuk di uji DNA-nya masing-masing. 5 gadis manis ini pun mendatangi laboratorium biologi molekuler untuk di tes DNA-nya, begitu juga dengan pemilik salon dengan sampel rambut yang akan dicocokan ini rambut siapa?.
Nampak seorang berjas putih dengan senyuman dingin dan wajah tirus menghampiri, dan setelah mengetahu maksud tujuan mereka lantas mengambil sampel dari masing-masing rambut 5 cewek dan 1 rambut sampel. Tahap yang pertama ke 6 rambut tersebut di isolasi, yakni dimasukan dalam tabung dan dengan enzim akan dipisahkan partikel-pratikel yan ada. Tahap selanjutnya adalah proses elektrofiris yakni partikel berupa DNA akan dimasukan dalam agar-agar setelah itu disetrum hingga terbentuk pola garis-garis. Tujuan dari elektrofiris ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya DNA dari masing-masing rambut yang di ekstraksi.
Setelah elektroforis ini selesai kemudian dilakukan DNA squencing, yakni untuk melihat struktur basa DNA. Panjang DNA sekitar 1,5 meter dalam 1 selnya, jadi bisa dibayangkan ada berapa miliar pasang basa didalamnya, sehingga wajar saja 1 dari masing-masing kita berbeda. Setelah di squencing maka DNA akan terbaca “TAGGCCTAATGC…..” ya cuma itu saja yang muncul. Nah dari kode tersebut dari masing-masing rambut akan di cocokan dengan rambut hasil temuan pemilik salon dengan MEGA (molecular evolution gen analyze). Yang namanya analisa manusia dan mesin tidak ada yang mutlak 100% tepat, tetapi yang ditekankan disini adalah identik. Tidak mungkin sekian miliar pasangan basa di DNA akan dicocokan satu persatu, sehingga diambil mudahnya saja mana yang mirip alias identik.
Akhirnya setelah dicocokan, rambut 5 cewek tersebut tak ada yang mirip dengan rambut sampelnya. Menjadi pertanyaan sekarang, apakah alat penguji DNA yang rusak, atau pengujian DNA ada yang salah..?. Orang yang memakai jas putih tetap dengan wajah dinginnya berkata “sampelnya yang salah”. Semua saling pandang dan saling melihat, dan pemilik salon berkata “maaf ini boook….ternyata ini rambut saya yang rontok saat menyisir, lagian kan kalian habis rebonding, dan coloring, ini kan keriting..rambut saya deh… maaf…. ya boooo… sudah bikin kalian susah… rempoong deh… kena gunting uang kembali deh….?”.
Sangat sederhana bukan, bagaimana uji DNA itu dilakukan, lha wong cuma tinggal celap-celup ke alat dan biarkan teknologi yang bekerja. Ada sebuah bank gen yang menampung gen-gen semua organisme. Disaat identifikasi manual seperti melihat ciri-ciri fisik, golongan darah, hingga riwayat hidup tak bisa menjawab baru DNA akan berkata apa adanya. Dari contoh kasus “ini rambut siapa..?”, kata ABG jaman sekarang “galau dan lebay” jika harus uji DNA, padahal dilihat secara fisik jelas itu rambut keriting, sedang sedang semua sudah lembut lurus, dan berwarna lagi. Nah uji DNA, hanya untuk memastikan saja sampai mendakati 99% kebenaran.
Menjadi permenungan saat ini, mengapa masih ada ayah yang tega tidak mengakui anaknya walau secara fisik itu mirip mirip, dan pernyataan ibunya “hanya dengan dia saya berhubungan badan”. Tubuh akan diam, ciri-ciri fisik akan dibungkan, namun DNA akan mengungkapkan sebuah kebenaran. Bagaiman jika DNA berkata, apakah akan menyalahkan alatnya rusak, pengujinya salah, atau sampel yang keliru..?, sedangkan sisi lain berharap uji DNA itu bisa menyatukan tubuh-tubuh yang tercerai-berai akibat sebuah tragedi. DNA itu sederhana, hanya 4 huruf tetapi menyimpan miliaran makna dalam cetak biru mahluk hidup, beryukur kita diciptakan terbatas oleh Tuhan dan hargai mahluk hidup karena mereka hanya 1 di dunia.

35 thoughts on “Disaat Tubuh Terdiam, Ciri Fisik Terbungkam, DNA Ungkap Kebenaran

  1. poniyemsaja said: mas dhave… aku penasaran sama gambar kedua.. yang biru-biru itu.. cara ngelihat / bacane piye? 😀

    nek anak kadang sok molah malik lho mas cilik mirip ibune, basan gede dadi mirip bapakne plek hahahaha

  2. poniyemsaja said: mas dhave… aku penasaran sama gambar kedua.. yang biru-biru itu.. cara ngelihat / bacane piye? 😀

    jadi inget pelajaran biologi jaman sma, kalo ulangan, soalnya, sapi berbulu coklat, ibunya putih, kromosomonya begini, anaknya warnan apa? heheheheseringnya jwbnya untung2an aja :))

  3. pennygata said: jadi inget pelajaran biologi jaman sma, kalo ulangan, soalnya, sapi berbulu coklat, ibunya putih, kromosomonya begini, anaknya warnan apa? heheheheseringnya jwbnya untung2an aja :))

    ngetung kancing Bu hehyhehe

  4. sulisyk said: ning lab udah UKSW wis ana peraltane durung mas, nek wis nunut ngetest wahahahahaha

    elektroforesis sudah ada,,, kalo DNA sequencing ada di Eiijkman…. “salah tulis semoga”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s