Tubuh yang Tengik Rawan Kanker, Lawan dengan Antioksidan

Pernahkah mencium bau gorengan, contohnya saja mendoan, tahu goreng, molen atau apalah yang pernah digoreng berubah aromanya menjadi tengik. Bau yang khas untuk bahan dari minyak atau adalah tengik. Tidak asing lagi bukan? aroma tengik mampir dihidung kita. Sebenarnya apa sebenarnya tengik itu? apakah hanya sekedar aroma saja atau ada sesuatu yang terjadi?. Sederhananya begini, taruh minyak goreng dalam wadah terbuka “cawan” dan wadah yang tertutup “botol” biarkan lama dalam ruangan. Setelah beberapa hari coba cium dan bedakan aromanya, mana yang sudah tengik?. Biasanya wadah yang terbuka yang berbau tengik, dan jika tidak tengik patut dicurigai pasti ada sesuatu.
Tengik adalah proses oksidasi dari minyak. Penjelasan sederhanya oksigen atau udara bersentuhan langsung dengan lemak/minyak dan terjadi reaksi kimiawi dan timbulah aroma tengik. Oksidasi inilah yang menyebabkan bau tengik itu muncul, lalu produsen minyak memberikan kemasan yang rapat agar minyak yang ada tidak bersinggungan terlalu lama dengan oksigen, dan yang kedua memberi tambahan antioksidan. Antioksidan inilah biang yang menyebabkan minyak tidak menjadi mudah tengik. Jika tidak percaya dengan anti oksidan, coba bandingkan minyak kelapa buatan sendiri dengan minyak goreng dari pabrik? cepat mana yang mudah tengik..?.

Pertanyaan sekarang, bagaimana jika didalam tubuh itu menjadi tengik..?. Emangnya tubuh ini mendoan atau tahu goreng, kok dikatakan tengik?. Diakui atau tidak tubuh pasti ada lemak, dan protein bukan, nah dua materi tersebut yang mudah berubah menjadi tengik. Apa yang menyebabkan tengik dan apa resiko bagi tubuh?, yang pasti penyebabnya adalah oksidasi dan efeknya menjadi radikal bebas yang berbuntut pada kangker.
Secara mudahnya begini, semua orang yang hidup pasti bernapas dengan menghirup oksigen. Artinya hidung memasukan oksigen, lalu ke paru-paru dan di edarkan dalam darah lalu di lemparkan dalam sel-sel tubuh. Dalam sel tubuh ada satu bagian yang berguna untuk bernapas, yakni mitokondria. Dalam mitokondria tersebut ada oksidasi asam nukleat/DNA, protein, dan lemak. Nah jika oksidasi itu terjadi pada lemak dan DNA itu yang menyebabkan adanya radikal bebas. Apa itu radikal bebas? adalah hasil oksidasi yang tak sempurna sehingga menghasilkan elektron bebas. Tidak usah dipikir bagaimana reaksi kimia, yang bagi sebagain orang sederhana, tapi bagi kebanyakan orang bisa bikin meriang. Intinya hasil oksidasi, berubah menjadi panas/energi yang membuat kita terus bergerak dan hidup, serta menjadi uap air/keringat, dan produk sampingan adalah elektron bebas/radikal bebas.
Apabila elektron bebas atau yang disebut radikal bebas itu menyerang materi genetik atau DNA,apa yang terjadi?. DNA mengkode apa yang ada didalam tubuh kita, jika kode-kode itu berubah karena kesetrum radikal bebas, otomatis tubuh akan berubah. Katakanlah anda menjadi radikal bebas disebuah minimarket, lalu tugas anda merusak barcode dengan merubah garis-garisnya, maka apa yang terjadi, kode jenis dan harga barang bisa berubah. Bagaimana jika barcode dalam tubuh kita berubah, tentu saja jenis dan harga tubuh akan berubah, yakni dengan adanya kerusakan organ tubuh, atau menambahnya organ tubuh atau yang disebut kanker. Kanker atau pertumbuhan sel yang tak terkendali, adalah berubahnya materi gen dan tidak terkontrol perkembangannya, dan akibatnya menggangu fungsi fisiologis tubuh.
Sekarang sudah jelas, apa itu tubuh yang tengik, radikal bebas, barcode tubuh yang berubah hingga kanker. Pertanyaan sekarang adalah bagaimana tubuh biar tidak tengik, tidak ada radikal bebas, barcode tidak berubah hingga bebas dari kanker. Semua tidak bisa dihindari, selama manusia bernapas dan menghirup oksigen. Yang dihindari adalah menangkal biar tidak tengik saja, alias menangkap radikal-radikal bebas dalam tubuh.
Seperti halnya dalam minyak biar tidak tengik, maka kita juga butuh yang namanya antioksidan. Sifat utama antioksidan adalah kemampuannya memerangkap radikal bebas.Radikal bebas menyebakan penyakit degeneratif, gangguang fungsi saraf, kanker, dan oksidasi LDL atau lemak jenuh ganda menjadi faktor utama dalam serangan jantung koroner.

Buah dan sayuran yang kaya akan warna-warni alami dan vitamin adalah sumber antioksidan. Bagian tumbuhan lain seperti, daun, kulit, akar, umbi juga banyak antioksidannya. Tak heran banyak pengobatan menggunakan bahan-bahan herbal, yang pada intinya adalah antioksidan. banyak sekali jenis antioksidan, namun mereka memiliki mekanisme sendiri-sendiri dalam merangkap radikal bebas. Ada mekanisme mentralkan radikal bebas, memutus mata rantainya, meredam radikal bebas, menangkap dan melepaskannya dalam bentuk panas dan lain sebagainya.
Jika ada informasi, daun atau kulit sirsat bisa mengobati kanker, itu adalah hal yang wajar kerana didalamnya banyak sekali antioksidan yang mempu menjinakan sel-sel yang tak terkendali. Tuhan menciptakan beragam tanaman, dan didalamnya punya potensi yang luar biasa dalam menangkap radikal bebas. Nah sekarang tinggal pilihan kita sendiri bagaimana? apakah akan membiarkan barcode dalam tubuh berubah sehingga jenis barang dan harga berubah dan tak terkendali, atau mengantisipasinya dengan mengkonsumsi makanan sehat?. Selama kita masih bernapas, pasti ada radikal bebas dan potensi kanker itu ada.

14 thoughts on “Tubuh yang Tengik Rawan Kanker, Lawan dengan Antioksidan

  1. ada istilah tubuh itu perlu PH yang seimbang antara asam dan basa , termasuk jenis makanan pun bisa mempengaruhi PH Tubuh, daging termasuk PH asam kalau terlalu banyak bisa cancer nah sayur itu bersifat basa… katanya gitu mas🙂

  2. siasetia said: ada istilah tubuh itu perlu PH yang seimbang antara asam dan basa , termasuk jenis makanan pun bisa mempengaruhi PH Tubuh, daging termasuk PH asam kalau terlalu banyak bisa cancer nah sayur itu bersifat basa… katanya gitu mas🙂

    pH darrah tepatnya mba…..

  3. duabadai said: manggut-manggut

    sepakat dan setuju mas..aku sndiri dah kena penyakit itu..dan skrg bener2 merubah total pola hidup dan pola makanku supaya sel2 nya ga makin ganas.Hindari segala gorengan,hindari daging2an,tepung2an,segala yg pake pengawet,dan hanya makan sayur2an yg minim bumbu dan buah sebanyak2nya plus aneka kacang2an.Beraaaaatnya berjuang segala godaan makanan enak di dpn mata yg bersliweran tiap hari.

  4. dkdewi said: sepakat dan setuju mas..aku sndiri dah kena penyakit itu..dan skrg bener2 merubah total pola hidup dan pola makanku supaya sel2 nya ga makin ganas.Hindari segala gorengan,hindari daging2an,tepung2an,segala yg pake pengawet,dan hanya makan sayur2an yg minim bumbu dan buah sebanyak2nya plus aneka kacang2an.Beraaaaatnya berjuang segala godaan makanan enak di dpn mata yg bersliweran tiap hari.

    sepakat mba… lanjuutkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s