Kalibrasi Jam Biologismu….?

Manusia normal akan memiliki kebiasan yang dijalani setiap hari-harinya. Kebiasan tersebut akan terasa janggal jika sehari saja tidak dilakukannya, entah karena ada halangan atau lupa. Kebiasaan yang setiap hari dilakukan secara terus menerus dan bisa dibilang sebagai rutinitas akan menjadi cetakan untuk membentuk karakter atau bingkai pola hidup.
Katakanlah seorang supir bus malam, yang bekerjanya menjelang senja hingga pagi, atau karyawan pabrik yang mendapat giliran kerja malam. 2 pekerjaan tersebut yang dilakukan secara rutin akan membentuk pola hidupnya dan berpengaruh pada jam biologisnya. Manusia normal memiliki jam biologisnya sendiri-sendiri, tetapi setidaknya hampir semua orang memiliki reratanya. Contoh paling gampang adalah tidur pada malam hari, terbangun pagi hari, rasa lapar, rasa kantuk dan lain sebagainya. Orang yang sudah terpola hidupnya, tentu akan sangat sulit buang air besar pada jam dimana dia tidak biasa buang air besar, dalam keadaan normal. Bisa dikatakan mereka yang tidak biasa sarapan, pagi-pagi suruh sarapan akan terasa janggal. Itulah jam biologis, yang akan berdampak pada sistem metabolisme tubuh.
Sebenarnya tubuh manusia itu fleksibel dan bisa ditekak-tekuk kesana kemari, karena manusia tercipta sebagai mahluk yang adaptif, buktinya adalah kita tidak punah. Artinya, manusia mampu dan bisa menyesuaikan diri dalam keadaan apapun. Efek dari penyesuaian diri tersebut mengakibtakan terjadinya perubahan dan pergeseran dalam sistem kehidupan manusia, mulai dari pola pikir, gaya hidup, hingga jam-jam biologis. Tidak ada yang berubah, tetapi sedikit mengalami pergeseran.
Barusan mendapat keluhan teman yang terusik gara-gara tidak bisa tidur tiap malam. Dia bilang kena “insomnia”. Saya meragukan hal tersebut, karena pada pagi atau siang hari dia bisa ngantuk dan tertidur, artinya berbeda dengan insomnia yang sama sekali tidak bisa tidur. Teman saya sedikit bisa saya tarik kesimpulan, terjadii pergeseran jam biologisnya akibat tubuh yang telah beradaptasi dengan kondisi tertentu. Melihat latar belakang dia dan pekerjaannya, tentu saja sangat berpengaruh, karena jam biologis berkaitan langsung dengan rutinitas dia. Bekerja sebagai kru di rumah produksi film, menjadi aktivis lingkungan, hobi olah raga alam bebas, perokok berat, dan pecinta kopi adalah rutinitas kesehariannya. Bayangkan saya dari pekerjaan, hobi dan apa yang di konsumsi, yang setiap saat harus standby dalam pekerjaan dan selalu terjaga.
Tubuhnya akan dipaksa untuk bekerja, kapanpun dan dimanapun, maka kopi dan rokok adalah andalannya. Tubuh yang dipaksa, maka akan merubah metabolisme tubuh yang seharusnya itirahat kembali dipakai untuk bekerja. Begitu sebaliknya saat jam orang lain bekerja dia mengistirahatkan diri. Nah andai kata supir bus malam itu mudah mengantuk pada malam hari alangkah celakalah penumpangnya, begitu juga buruh pabrik yang dapat jatah kerja malam yang ngantuk bisa surat peringatan yang dia dapat.
Memang tidak mudah mengembalikan tubuh keposisi normal, bisa dikatakan sebagai kalibrasi tubuh. Cara paling mudah adalah dengan mulai pelan-pelan merubah gaya hidup, pola pikir, konsumsi makanan, makan secara pelan tubuh akan kembali menyesuaikan diri. Mustahil sekali jika kita bisa merubah atau memodifikasi kehidupan, tetapi tidak bisa mengembalikan?. Mungkin kalau pelan tidak bisa, maka harus dipaksa seperti saat anda mengkonsumsi kopi dan rokok untuk memacu tubuh selalu segar dan terjaga, tetapi kini dibalik, kurangi dan hindari kafein dan nikotin.
Saya mengibaratkan, seorang yang sakit gigi pasti akan menyumpahi “bakalan tak cabut ini gigi yang sakit”. Nah begitu sembuh, apakah jadi mencabutnya…?, begitu gigi kembali kambuh sakitnya maka sumpah cabut gigi muncul kembali, dan begitu sembuh “lupa kembali”. Sangat sederhana, cuma butuh niat dan keberanian saja untuk mengubah pola hidup menjadi normal. Apakah saat kita merasakan butuh ini sudah tidak normal baru mengkalibrasinya, atau tetap menjaga dalam keadaan normal? jawaban pada kita sendiri.
Jam biologis kita mengsyaratkan, bangun pada pagi hari “subuh” disaat suhu tubuh dari titik terendah kembali naik dan tekanan darah naik. Saatnya berolah raga, dan keluarkan kotoran dan racun dalam tubuh “tinja, urine, keringat”. Jam 6-7.30 jangan lupa sarapan yang ringan namun bernutrisi, karena jam 9 adalah jam usus halus menyerap sari-sari makanan. Rasakan efeknya sekitar jam 10-11an saat kita benar-benar dalam puncak penampilan, dan jangan lupa jam 12-13 di isi kembali energinya dan istirahatkan sebentar.
Menjelang sore adalah saat kondisi benar-benar fit dan aktifitas peredaran darah terbesar, maka gunakan untuk bekerja secara maksimal atau berolah raga, jangan lupa sesekali kasih asupan yang baik dan benar. Menjelang petang, tekanan dari kita akan naik dan begitu juga dengan suhu tubuh, sehingga langkah paling baik adalah bersantai dan istirahat. Konsumsi makanan yang ringan dan tidak terlalu banyak gula dan lemak karena akan membebani tubuh saat istirahat. Menjelang malam, mekanisme pencernaan akan semakin pelan mengisyaratkan kita untuk tertidur. Pola jam biologis pada orang yang normal, akan berputar demikian seterusnya. Apabila terjadi pemerkosaan, maka tubuh yang fleksibel ini akan menggesernya untuk menyesuaikan diri. Jika terjadi perubahan jam biologis, artinya terdapat kelainan dalam tubuh karena sudah keluar dari standar yang ada, segera kalibrasi agar normal kembali.
Mari bangun pagi,olah raga jangan membiarkan analogi sumpah gigi itu terjadi. Apakah kita baru akan sadar pentingnya kesehatan saat usia senja? begitu mengetahui ada yang tidak beres dengan tubuh. Nikmati jam-jam biologis sejak dini, dan jadi yang normal-normal saja, walaupun dalam keadaan tertentu kita bisa merubahnya. Kesehatan adalah segala-galanya, dan tanpa kesehatan semua tak berarti apa-apa.

11 thoughts on “Kalibrasi Jam Biologismu….?

  1. dhave29 said: Nikmati jam-jam biologis sejak dini, dan jadi yang normal-normal saja, walaupun dalam keadaan tertentu kita bisa merubahnya. Kesehatan adalah segala-galanya, dan tanpa kesehatan semua tak berarti apa-apa.

    Setuju 100% mas Dhave. Saya berpendapat demikian setelah merasakan apa yang saya alami selama ini. Kesehatan memang penting sekali!

  2. dhave29 said: Nikmati jam-jam biologis sejak dini, dan jadi yang normal-normal saja, walaupun dalam keadaan tertentu kita bisa merubahnya. Kesehatan adalah segala-galanya, dan tanpa kesehatan semua tak berarti apa-apa.

    Plus, jangan galau.. Aaarrggghh! *lagigalau*

  3. dhave29 said: Nikmati jam-jam biologis sejak dini, dan jadi yang normal-normal saja, walaupun dalam keadaan tertentu kita bisa merubahnya. Kesehatan adalah segala-galanya, dan tanpa kesehatan semua tak berarti apa-apa.

    hmm jadi pengen merubah jam biologis, biasanya melek maximal jam1, terus tidur 4, bangun jam 5an…pengen mengurangi tidur cuma 2 jam, tapi tetap normal…

  4. dhave29 said: Nikmati jam-jam biologis sejak dini, dan jadi yang normal-normal saja, walaupun dalam keadaan tertentu kita bisa merubahnya. Kesehatan adalah segala-galanya, dan tanpa kesehatan semua tak berarti apa-apa.

    harus disesuaikan berarti ya kerjanya,

  5. dhave29 said: Nikmati jam-jam biologis sejak dini, dan jadi yang normal-normal saja, walaupun dalam keadaan tertentu kita bisa merubahnya. Kesehatan adalah segala-galanya, dan tanpa kesehatan semua tak berarti apa-apa.

    saya kleyengan napa ya mas dhave?

  6. hardi45 said: Setuju 100% mas Dhave. Saya berpendapat demikian setelah merasakan apa yang saya alami selama ini. Kesehatan memang penting sekali!

    sangat penting dan luar biasa Om… itu anugerah

  7. slamsr said: hmm jadi pengen merubah jam biologis, biasanya melek maximal jam1, terus tidur 4, bangun jam 5an…pengen mengurangi tidur cuma 2 jam, tapi tetap normal…

    wah rombak toal mas…. kasihan ntuh liver

  8. Reblogged this on gadis petualang and commented:
    Mari bangun pagi,olah raga jangan membiarkan analogi sumpah gigi itu terjadi. Apakah kita baru akan sadar pentingnya kesehatan saat usia senja? begitu mengetahui ada yang tidak beres dengan tubuh. Nikmati jam-jam biologis sejak dini, dan jadi yang normal-normal saja, walaupun dalam keadaan tertentu kita bisa merubahnya. Kesehatan adalah segala-galanya, dan tanpa kesehatan semua tak berarti apa-apa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s