Bayangkan Jika Anjing dan Lalat itu Pilek..?

Pernah anda pergi ke bengkel motor atau mbil?. Nah jika pergi ketempat itu pasti dengar suara bising, kotor, terkena noda oli adalah hal yang wajar. Apakah anda akan protes, tidak terima, marah-marah gara-gara telinga anda mendengar suara berisik, pantat anda kotor gara-gara salah duduk atau tangan anda terkena noda oli?. Tentu saja akan diam saja, walau dalam hati mengumpat. Anda mengumpat, adalah hal yang wajar karena anda merasa tidak nyaman tentunya.
Nah sudah beberapa hari ini saya kena kena komplain oleh beberapa orang hingga sampai mau dilaporik ke atasan. Laboratorium tempat saya bekerja kini seperti pabrik aroma yang baunya luar biasa “wangi jamban”. Bayangkan saja, kakus saja masih saya anggap wangi, betapa luar biasa bau busuknya. Tidak sedikit yang komplain, marah-marah, memaki-maki dan mengumpat gara-gara mencium aroma yang sangat tidak sedap.
Berawal dari penelitian saya tentang aktivitas bakteri dalam proses fermentasi. Nah jika yang saya fermentasi adalah tape ketan atau singkong maka yang keluar adalah bau tape atau alkohol. Apabila yang saya fermentasi adalah sari buah anggur yang keluar adalah aroma wine. Bayangkan jika yang saya fermentasi adalah daging ikan, udang, cumi dan hewan bercangkang?.
Aroma asam, tengik, amis, anyir, daging busuk dan masih banyak lagi bau yang susah di definisikan keluar memenuhi ruang laboratorium dan sekitarnya. Ya wajar saja jika banyak yang tidak terima dan akan mengancam mendeportasi alias mendepak saya dari laboratorium gara-gara aroma wangi kakus tersebut. Akhirnya sampai titik kesabaran dari mereka yang terusik karena bau yang sangat tak sedap tersebut.
Dipanggilah saya dan niat hati di hakimi rame-rame. Tuduhan dan ancaman keluar dari mulut-mulut yang tak terima gara-gara bau tersebut. Layaknya dalam persidangan maka bolehlah memberikan pembelaan. Karena saat itu tidak ada penasehat hukum, terpaksa membela atas nama sendiri. Ambil nafas panjang lalu dengan suara pelan muali menyusun kata-kata mutiara.
Diawali dari sebuah dongeng, tentang sebuah kehidupan. Menurut kalian, bagaimana jika seekor anjing pelacak tiba-tiba pilek dan saat itu dia di andalkan untuk mencari bom disebuah gedung dan kalian semua terjebak di dalamnya?. Terlalu susah ya menangkap analogi saya, oke saya ganti, andaikata kalian flu berat dan hidung berlendir, apa yang terjadi jika didalam laci meja kerja anda ada bangkai tikus?. Masih terlalu susah sepertinya memberikan analogi kepada otak-otak yang sudah pilek.
Oke pembelaan terakhir, apa fungsi laboratorium, “untuk penelitian” jawab mereka. Kalian tahu apa yang saya teliti “tahu dan paham”, nah sekarang kalian kelaboratorium mau apa? mau meneliti, mau main-main atau mau menduduk perkarakan orang yang sedang meneliti. Saya sadar kalian mau muntah gara-gara bau, apa kalian membayangkan dari kejauhan saja sudah bau, apalagi yang bersentuhan langsung sehari dari jam 8 pagi sampe jam 6 sore?. Oke saya paham kalian orang akademis yang harus berpikir layaknya orang terdidik dan terlatih? bukan seperti orang bar-bar main paksa dan mengerahkan masa. Jika anda merasa bau, seharusnya kalian syukuri, hidung kalian masih sehat, normal dan masih diberi kesempatan untuk menikmati aroma ini. Kenapa kalian memakai parfum, saya yakin bau badan sehingga memakai pewangi untuk menyamarkannya?.
Bayangkan jika lalat itu pilek, dari mana mereka mendapatkan makanan?. Bayangkan anjing pelacak jika hidungnya tidak bisa mencium bau, paling mereka akan masuk dalam wajan penggorengan dan dijadikan rica-rica buat santapan kalian. Ini laboratorium mas, mbak, nah jika bau ini dari kantor wajar semua pada teriak. Ini laboratorium tempat orang meneliti dan mencari jawaban dari sebuah ketidak tahuan dibalik rasa penasaran. Jika jawaban itu sudah ada selesai perkara kok. Biarkan saya fokus pada pekerjaan saya dan segera bau itu akan hilang. Kalian semua yang terhormat, maunkan peran akademis donk buat mensiasati bau ini bukanya dengan mulut dan cara ngawur begini. Semakin lama saya disini semakin bau itu tidak akan beranjak dan biarkan saya bekerja makan akan semakin cepat hilang.
Apabila kalian tidak terima dengan gangguan ini, silahkan lapor ke atasan biar saya yang menghadapinya. Oke semua bubar dan terimakasih atas perhatiannya, saya berharap kalian tetap memiliki hidung yang sehat “bau itu nikmat jendraaaaaaal”. Usai di hakimi segera lapor atasan dan satu jawaban “lanjutkan kan yang nyuruh saya”. Kembali mengenakan masker kaya tentara yang kena bom kimia biologis, wajahku seperti alien hahahaha…. pantasan kalian komplain, pakai dunk masker seperti ini, dijamin tidak bau dan aman, kalo kurang pencet…cessss hembusan oksgien terasa nikmat sekali.

20 thoughts on “Bayangkan Jika Anjing dan Lalat itu Pilek..?

  1. dhave29 said: Oke pembelaan terakhir, apa fungsi laboratorium, “untuk penelitian” jawab mereka. Kalian tahu apa yang saya teliti “tahu dan paham”, nah sekarang kalian kelaboratorium mau apa? mau meneliti, mau main-main atau mau menduduk perkarakan orang yang sedang meneliti

    hahhahah klo saya malu tuk protes, emang tempatnya penelitian kimia, patologi, biologi apalagi kamar mayat…..ya macam itulah aromanya…..protes ga mikir dulu ya

  2. dhave29 said: Oke pembelaan terakhir, apa fungsi laboratorium, “untuk penelitian” jawab mereka. Kalian tahu apa yang saya teliti “tahu dan paham”, nah sekarang kalian kelaboratorium mau apa? mau meneliti, mau main-main atau mau menduduk perkarakan orang yang sedang meneliti

    Kalau genjer difermentasikan piye, Mas?Nah, larinya ke genjer lagi😐

  3. siasetia said: hahhahah klo saya malu tuk protes, emang tempatnya penelitian kimia, patologi, biologi apalagi kamar mayat…..ya macam itulah aromanya…..protes ga mikir dulu ya

    biasanya wangi mba…. soalnya jarang dipakai, begitu saya masuk wahahahhaa….ancoooor dah aroma

  4. anazkia said: Kalau genjer difermentasikan piye, Mas?Nah, larinya ke genjer lagi😐

    **membayangkan jika anjing dan lalat itu pilek**kalo anjing pilek kan bisa dibawa ke dokter hewan.. lha kalo lalat yang pilek, siapa coba yang mau bawa dia ke dokter hewan.? hayoo…

  5. poniyemsaja said: **membayangkan jika anjing dan lalat itu pilek**kalo anjing pilek kan bisa dibawa ke dokter hewan.. lha kalo lalat yang pilek, siapa coba yang mau bawa dia ke dokter hewan.? hayoo…

    mba Poni lah……

  6. poniyemsaja said: **membayangkan jika anjing dan lalat itu pilek**kalo anjing pilek kan bisa dibawa ke dokter hewan.. lha kalo lalat yang pilek, siapa coba yang mau bawa dia ke dokter hewan.? hayoo…

    kalo lalat apa bisa pilek?

  7. poniyemsaja said: **membayangkan jika anjing dan lalat itu pilek**kalo anjing pilek kan bisa dibawa ke dokter hewan.. lha kalo lalat yang pilek, siapa coba yang mau bawa dia ke dokter hewan.? hayoo…

    ni ada2 ja om,,heheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s