Dibalik Meja Berantakan Ada Keteraturan

Awal bekerja sebagai orang kantoran sungguh pengalaman tak terlupakan. Ruangan besar, bersekat-sekat, hilir mudik orang, suara printer dot matrik yang membuat telinga gatal hingga tingkah polah karyawan yang frustasi. Dalam hati, “ini tho kantor yang nantinya jadi habitat saya seharian”. Akhirnya dapat satu meja kerja paling pojok, dan tepat dibawah guyuran suhu dingin AC yang dingin. PArah lagi, meja tersebut tepat disamping jendela yang kalau pagi luar biasa panasnya. Belum lagi dengan hilir mudik karyawan yang ke toilet, karena persis disamping toilet. Memang tempat ini sepertinya di jauhi karyawan lain, karena tempatnya yang tidak strategis dan nyaman.

Meja kayu berwarna cokela itu melongo melihat saya yang tidak tahu harus ngapain disana. Tak ada satupun benda kantor yang ada diatas meja, demikian juga dengan laci-lacinya. Tak ada satupun warisan yang ditinggalkan oleh karyawan lama yang entah pindah kemana dari tempat terkutuk ini. Hanya meja bulukan dan kursi reot ini yang tersisa, itu saja ada nomer inventaris kantor, coba kalo tidak ada, pasti ikut raib dengan tuannya.

Hari pertama adalah setting meja kerja, tidak urusan orang lain mau melihat apa, yang penting nyaman dulu. AC yang dingin memang sudah tidak bisa di ganggu gugat, buat mereka yang menginginkan kenyamanan. Tak apalah demi orang lain, saya rela pakai jacket. Urusan jendela panas, nikmati saja sebagai vitamin D gratis dan murah meriah.

Akhirnya dapat juga properti layaknya kantoran. Seperangkat PC terbaru, kabel internet, dan peralatan tulis menulis yang masih plastikan. Kata juragan, minggu pertama belum ada pekerjan tetapi untuk adaptasi dulu. Nikmatnya nganggur di bayar, game on line gratis, down load sepuasnya, dan terserah mau ngapain.

Seminggu berlalu, berganti bulan dan tahun, akhirnya meja ini penuh dengan buku dan kertas-kertas. Dulu karyawan lain yang tak saling kenal sudah menjadi akrab. Dulu mereka yang acuh tak acuh kini tetap auh tak acuh jika melihat meja kantor saya. Berantakan, kertas berserakan, alat tulis bertebaran dan dining penuh dengan tempelan, tak lupa PC menyala seharian.

Pernah suatu kali petugas kebersihan menawarkan diri untuk bantu-bantu merapikan meja yang seperti bantar gebang. Dengan halus saya tolak “jika mBak Sum rapiin meja, saya butuh waktu lama untuk berantakin semua isi meja, mohon jangan sentuh apapun yang ada di meja”. Saat juragan besar datang, sempat kena teguran “meja kok tidak teratur, seperti pemiliknya saja”, “boss meja dan pemilik boleh tidak teratur, tetapi otak dan hasil pekerjaan saya teratur kan? apalagi pas ambil gaji dan kas bon”.

Meja memang berantakan, bukan masalah karena enggan merapikan, tetapi itulah pekerjaan. Tiap saat harus memantau produksi pabrik, sewaktu-waktu harus siap dengan komplain dari juragan, tak dinyana-nyana ada yang minta informasi material produksi itu semua yang membuat serba berantakan. Kertas berisi data-data harus ada di depan mata, buku manual setiap saat harus terbuka buat berjaga-jaga, stok material harus tertempel di dinding, dan target produksi selalu tersenyum manis di depan PC.

Andai tidak berantakan, mungkin akan bingung mencari file-file yang tersimpan di folder lemari besi. Jika tak tersebar mungking akan bingung cari dimana pulpen, dimana pensil dan dimana penghapus. Andai tidak tertempel akan pusing tujuh keliling dimana laporan harian tersebut. Tulisan kecil dan tak rapi didepan PC adalah huruf-huruf keramat, karena berisi target produksi hari ini, minggu ini dan bulan ini.

Memang semua berantakan, menunjukan mobiltas pekerjaan. Jika harus dirapikan juga percumah, karena sebentar lagi akan kembali berantakan. Andai pulang kerja di rapikan, mungkin sia-sia karena saat itu sudah jam 11 malam dan jam 7 pagi sudah harus kembali. Jika akhir pekan ditata ulang juga tak berpengaruh banyak, karena sewaktu-waktu ada panggilan harus segera datang dan berantakan. Mejaku yang berantakan mempermudah dalam pekerjaan, dan orak ini sudah hapal dimana harus diletakan dan dikembalikan. Secara visual memang berantakan, tetapi disitu ada keteraturan yang orang lain tidak bisa saksikan dan terjemahkan.

12 thoughts on “Dibalik Meja Berantakan Ada Keteraturan

  1. dhaimasrani said: hehehe…samalah, saya juga berantakan MasπŸ˜€

    betul mas.. Aku juga gitu cuma bedanya aku berantakannya di dalam laci. Kalo softfile berantakan krn ada folder dalam folder dalam folder dalam folder dalam folder dan seterusnya yang cuma saya aja yang bs tau letak data ini/itu dmn.

  2. lugusekali said: betul mas.. Aku juga gitu cuma bedanya aku berantakannya di dalam laci. Kalo softfile berantakan krn ada folder dalam folder dalam folder dalam folder dalam folder dan seterusnya yang cuma saya aja yang bs tau letak data ini/itu dmn.

    wah kalo gak berantakan gak rame sepertinya ya..?

  3. lugusekali said: betul mas.. Aku juga gitu cuma bedanya aku berantakannya di dalam laci. Kalo softfile berantakan krn ada folder dalam folder dalam folder dalam folder dalam folder dan seterusnya yang cuma saya aja yang bs tau letak data ini/itu dmn.

    pas kerja berantakan tp pas pulang dah rapi lagi donk, ini juga jalan bisa mengingat menyimpan :p

  4. siasetia said: pas kerja berantakan tp pas pulang dah rapi lagi donk, ini juga jalan bisa mengingat menyimpan :p

    wah aklu gak sanggup kalo suruh rapikan mba..karena besok bernatakan dan susah nemuinnya,,,maklum pelupa

  5. siasetia said: pas kerja berantakan tp pas pulang dah rapi lagi donk, ini juga jalan bisa mengingat menyimpan :p

    hahhaha kebalikannya ya, klo ga rapih saya mah jadi lupa dan pusing liat yang berantakan….klo rapih saya tau urutan yang harus dikerjakan :p

  6. siasetia said: pas kerja berantakan tp pas pulang dah rapi lagi donk, ini juga jalan bisa mengingat menyimpan :p

    Kalau aku sih meja selalu berantakan, sampai-sampai ketika suatu saat rapi dikira teman-teman aku sudah mau resign πŸ™‚

  7. siasetia said: pas kerja berantakan tp pas pulang dah rapi lagi donk, ini juga jalan bisa mengingat menyimpan :p

    podhoooooo….. Dan entah kenapa.. Tetep aja bisa ingat dimana letak pulpen, kunci, flashdisk, kertas berkas2, (selama ndak dipindah orang lain).omelan simbok pun seakan seperti angin lalu.. “Yeem.. Kamarmu ki mbok diresiki, kaya susuh manuk, kertas ting slebar…” dan poni cuma mrenges.πŸ˜€ hehehe

  8. chris13jkt said: Kalau aku sih meja selalu berantakan, sampai-sampai ketika suatu saat rapi dikira teman-teman aku sudah mau resign πŸ™‚

    haha sebuah karakter yang hilang….setuju Om… malah aneh jika ada yang rapi yah?

  9. poniyemsaja said: podhoooooo….. Dan entah kenapa.. Tetep aja bisa ingat dimana letak pulpen, kunci, flashdisk, kertas berkas2, (selama ndak dipindah orang lain).omelan simbok pun seakan seperti angin lalu.. “Yeem.. Kamarmu ki mbok diresiki, kaya susuh manuk, kertas ting slebar…” dan poni cuma mrenges.πŸ˜€ hehehe

    sudah terpetakan dengan baik..dan in printing dalam otak.sehingga saat traceability mudah…coba di pindah tak jamin puyeng dah hehehhee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s