Undangan Berjamaah ala Dunia Maya

Teknologi tercipta untuk memudahkan manusia, tetapi tak sepenuhnya teknologi itu baik bagi manusia. Sebuah makna teknologi yang acapkali ditelan mentah-mentah gara-gara kemampuannya dalam menyelesaikan masalah, tanpa peduli dari sisi humanis selayaknya manusia sebagai mahluk sosial. Teknologi informasi adalah wujud dari kecanggihan ciptaan manusia yang bisa menembus ruang dan mempersingkat waktu. Hanya lewat sentuhan-sentuhan kecil dan saat itu kabar bisa langsung tersebar ke seluruh penjuru dunia. Mudah dan semakin murah, tetapi kadang tak disadara ada sisi-sisi yang dilompati sehingga terkesan ada segmen yang terputus.

Pengguna situs jejaring sosial bak jamur dimusim hujan, tak peduli yang dikota hingga pelosok desa dan semua segmen bisa menikmati. Bermodal ponsel dan pulsa, bahkan ada yang gratisan semua bisa mengkases internet. Facebook, siapa yang tak kenal, dan siapa tidak punya, maka akan dipertanyakan oleh teman-temannya. ”f” kotak biru telah menjadi menu keseharian kita, dibalik fasilitas dan kemudahannya. Semua orang bisa terhubung secara cepat, bahkan bisa berkomunikasi langsung. Dibalik kemudahannya, ternyata ada satu sisi buruk jika tak berhati-hati dan bijak dalam menggunakannya. Ini buka masalah kriminal dunia maya, tetapi sisi humanis yang tersingkir atau diabaikan.

Saya kira semua yang punya akun FB pernah mendapat ”invite”/undangan, baik acara reuni, lomba, atau event-event yang lain. Nah pernahkan mendapat undangan pernikahan lewat FB?. Apa yang terpikir dibenak anda saat mendapat ”invite” pernikahan, dengan cara ditandai ”tag”?. Lupakan dulu rasa yang kira-kira akan muncul, namun coba melihat sebelum FB itu ada. Dikampung saya, setiap orang mau hajatan nikah, pasti nyebar undangan. Entah undangan yang selembar 500 perak, berisi ”template” lalu ditulis pulpen, hingga undangan yang khusus dicetak dengan harga yang cukup mahal. Dari bentuk undangannya saja, orang acapkali bisa menilai ”siapa yang menikah, kira-kira besar apa tidak pestanya, dan berapa nominal yang akan disumbangkan”.

Nah jika anda mendapat undangan dari orang, dengan bentuk yang alakadarnya. Katakanlah undangan sehraga 500 perak, dengan tulisan pulpen untuk nama mempelai, dan acaranya, bandingkan dengan undangan ekslusive, tentu saja akan langsung menilai. Anda sudah bisa menaksir sendiri kira-kira apa yang anda rasakan. Rasa penghargaan, penghormatan hingga gengsi menjadi taruhan dalam undangan. Anaknya SBY saja, menggunakan tinta emas untuk undangannya, coba pake tinta pulpen mblobor, apa kata dunia. Hebatnya lagi, undangan tersebut diantar langsung ke yang bersangkutan, jadi mengundang secara lesan dan tulisan. Mungkin jika berhalangan hadir, akan dititipkan, dan penerimanya pasti akan bertanya ”undangan dari siapa..?”, padahal didalamnya tinggal baca. Sedemikian krusialnya undangan, menjadi sangat sensitif jika sampai salah dalam penyampaian.

Sekarang bagaimana jika undangan personal tersebut diobral dalam dunia maya. Sangat sederhahan, tinggal isi kolom undangan lalu tag ke semua teman yang diminta. Sangat mudah, murah, meriah dan langsung sampai, apalagi yang sedang on line. Apakah begitu model jaman sekarang untuk mengundang orang pergi hajatan?. Mungkin scan undangan, lalu di tag adalah alternatif yang sedikit bisa dimaklumi, atau email secara pribadi, bahkan telpon atau SMS masih bisa dimaklumi. Nah bagaimana dengan undangan berjamaah ini, apa bedanya dengan undangan pengajian akbar. Mungkin untuk undangan kegiatan lain memang tepat sasaran, tetapi ini pernikahan?.

Niat yang punya acara memang baik dengan mengundang menggunakan fasilitas yang ada, tetapi kurang tepat sepertinya. Memang tidak ada aturannya, nikah harus cetak undangan, tetapi dalam ranah sosial dengan pola pikir dan persepsi yang majemuk bisa menjadi kendala. Mungkin dari rasa penghargaan, penghormatan, ketulusan, hingga prestis akan terabaikan jika undangan dititipkan pada kurir dunia maya. Kata orang Jawa ”yen niat ngulemi, teko moro”, kalau niat mengundang, datanglah menghadap. Inilah keunikan yang acapkali menjadi buah bibir, namun biarlah setiap orang punya cara tersendiri, bagaimana menempatkan harga diri. Maaf jika kurang berkenan.

25 thoughts on “Undangan Berjamaah ala Dunia Maya

  1. aku nikahan wingi nggo wong2 tuwo nganggo undangan resmi, konco2 sebagian undangan resmi sisane tag FB, bukan masalah enggak menghargaine mas, masalahae selama iki nek ono bocah kawinan ki sik ngeterke undangan aku je, giliran aku mbojo ora ono sik gelem dikon ngeterke, wis kulina nek nitip neng bocah liyo mung ditumpuk njuk di sms kon do njupuki dewe neng nggone sopo ngono dadi yo milih efektif efisiene

  2. kalo menurutku disesuaikan dengan situasi, misal tetangga yg dekat, gak perlu undangan, tetapi langsung datengi aja..tetapi misal jarak memang yang jadi penghalang, sebuah email yang diatach scan undangan, dan ucapan tulus terus dikirim ke milis, itu juga sudah cukup.tentunya untuk facebook tidak asal nge-tag

  3. suk yen tekan titi wancini aku undang2langsung tak parani nyang kostmu wisga sah nganggo klick send nyebar dewekga usah nganggo pak pos cap plus perangkoga sah nganggo makelar cah cah cah

  4. anotherorion said: aku nikahan wingi nggo wong2 tuwo nganggo undangan resmi, konco2 sebagian undangan resmi sisane tag FB, bukan masalah enggak menghargaine mas, masalahae selama iki nek ono bocah kawinan ki sik ngeterke undangan aku je, giliran aku mbojo ora ono sik gelem dikon ngeterke, wis kulina nek nitip neng bocah liyo mung ditumpuk njuk di sms kon do njupuki dewe neng nggone sopo ngono dadi yo milih efektif efisiene

    haha…belajar dari kisah nyata sebenarnya…. yen sesama pren sih oke… lha kalo ama yang lebih sepuh kan ya wagu to Mas…. hehheselamat ya atas pernihakannya…mantab jaya….pokoe

  5. dieend18 said: Temenku ada yg bilang, kalo ngundang nikah lewat FB itu kesane kok gak ngajeni blash, kesane gak niat ngundang… Kan gak setiap saat org itu mantengin FB..😀

    betul mBa Diend… kalo niat ngundang apa gak ada cara yang lebih humanis dikit,,,kalo modelnya getu ya tak sumbang doa sajah

  6. slamsr said: kalo menurutku disesuaikan dengan situasi, misal tetangga yg dekat, gak perlu undangan, tetapi langsung datengi aja..tetapi misal jarak memang yang jadi penghalang, sebuah email yang diatach scan undangan, dan ucapan tulus terus dikirim ke milis, itu juga sudah cukup.tentunya untuk facebook tidak asal nge-tag

    setuju mas Sam…. teknologi siap membantu kita kok

  7. rembulanku said: suk yen tekan titi wancini aku undang2langsung tak parani nyang kostmu wisga sah nganggo klick send nyebar dewekga usah nganggo pak pos cap plus perangkoga sah nganggo makelar cah cah cah

    siaap… bawa rantang seisinya ya mba,,,njur di jawil “yang motret dirimu yah”, bener-bener undangan kalo itu

  8. rembulanku said: suk yen tekan titi wancini aku undang2langsung tak parani nyang kostmu wisga sah nganggo klick send nyebar dewekga usah nganggo pak pos cap plus perangkoga sah nganggo makelar cah cah cah

    LOL……hahahaha…… inspired….

  9. rembulanku said: suk yen tekan titi wancini aku undang2langsung tak parani nyang kostmu wisga sah nganggo klick send nyebar dewekga usah nganggo pak pos cap plus perangkoga sah nganggo makelar cah cah cah

    mnrtku kl ngundangnya japri dgn meng-attach file undangannya masih bisa dibilang niat ngundang secara pribadi, tapi kl cuma dipublish di wallnya dia yg mana setiap orang bisa liat dan komen, yaaa.. gak niat ngundang.. cuma pemberitahuan aja..

  10. rembulanku said: suk yen tekan titi wancini aku undang2langsung tak parani nyang kostmu wisga sah nganggo klick send nyebar dewekga usah nganggo pak pos cap plus perangkoga sah nganggo makelar cah cah cah

    nek lebih sepuh gak wani to kang, pamali hehehe

  11. lidyajr said: mnrtku kl ngundangnya japri dgn meng-attach file undangannya masih bisa dibilang niat ngundang secara pribadi, tapi kl cuma dipublish di wallnya dia yg mana setiap orang bisa liat dan komen, yaaa.. gak niat ngundang.. cuma pemberitahuan aja..

    berarti bukan undangan, tetapi pemberitahuan kan..? hehehesemoga bisa dibedakan antara undangan dan pengumuman….

  12. dhave29 said: siaap… bawa rantang seisinya ya mba,,,njur di jawil “yang motret dirimu yah”, bener-bener undangan kalo itu

    hahahhaha, sing gawa rantang dudu aku tapi dirimu aerantang kosongan yo gpp mengko mulih isi full wisxixixi……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s