Bahasa Paving Blok Trotoar yang Salah Diterjemahkan

Segala sesuatu yang diciptakan secara teknis dan sistematis pasti miliki tujuan tertentu. Dari tujuan yang sederhana hingga sebuah tujuan yang besar artinya, namun dari hal yang sederhana akan berdampak besar pula. Menjadi pertanyaan sekarang, tidak orang semua mengerti akan tujuan sebuah benda diciptakan. Beberapa nilai ditambahkan untuk menciptakan sebuah benda, seperti nilai pakai, fungsi, estetika hingga sesuatu yang paling teknis sekalipun. Nah bagaimana jika benda itu diciptakan sedemikian rupa dengan nilai pakai, fungsi dan estetika namun ternyata salah diterjemahkan.
Suatu saat saya berjalan di Stasiun Tugu Yogyakarta dan sepanjang lorong menuju stasiun ada yang janggal di mata dan kaki saya saat berjalan. Permukaan jalan disusun dari rangkaian keramik, namun pada bagian tengahnya ada keramik yang mirip paving blok dengan pola dan warna yang berbeda. Pikiran saya waktu itu “orang Yogya memang berjiwa seni”, namun teman saya menyanggah “hust itu bukan sembarang seni, tetapi jalan khusus buat tuna netra”. Pantas saja, lintasan tersebut berada ditengah dan memiliki pola yang tidak rata dan lurus. Sebuah benda ciptaan yang memiliki nilai pakai dan fungsi yang tepat, namun secara estetika aneh dan nyleneh karena tidak lazim, namun unik juga.
Baru pertama kali itu saya menjumpai jalan atau trotoar yang bisa memfasiitasi mereka yang kekurangan secara fisik “tuna netra”. Sungguh luar biasa karena ada sarana buat mereka ditempat umum, walau mata ini kadang terlihat janggal melihat sesuatu yang aneh. Karena sering masuk keluar hutan gara-gara hobi dan studi, jadi harap maklum keudikan saya gara-gara jalan buat tuna netra tersebut. Trotoar-trotoar di Yogyakarta memberi inspirasi dan membuka hati nurani, bahwa mereka yang memiliki keterbatasan tetap mendapat tempat utama dan aman, nah bagaimana dengan kota-kota lain?.
Akhirnya konsep jalan untuk mereka yang tuna netra tertanan di memori otak ini. Akhirnya mata ini terjebak saat saya masuk di depan tempat saya “nyantrik”, di jalan Diponegoro, Salatiga, Jawa Tengah. Jika diperhatikan ada yang janggal di jalan utama di Kota salatiga tersebut. Perhatikan paving blok disisi selatan, atau sisi kiri arah menuju Semarang. Paving blok yang berwarna kuning dengan permukaan tidak rata, karena berpola bulat dan persegi panjang dipasang dibagian pinggir. Saya yakin dan percaya, pabrik paving mempunyai tujuan khusus mengapa diciptakan paving blok dengan pola dan warna yang berbeda, demikian juga pihak yang membeli paving serta memasangnya.
Bukan maksud mencari benar salah, namun konsep yang saya dapatkan di Stasiun Tugu Yogyakarta berbeda dengan kenyataan di Jalan Diponegoro Salatiga. Paving blok mengapa dipasang disisi terluar dari trotoar?. Secara estetika indah, karena warna kuning seolah menjadi pembatas atau marka dari trotoar dengan pola-pola yang unik layaknya “framing” untuk trotoar. Andaikata paving dengan bentuk yang kasar tersebut bertujuan untuk tuna netra seperti di Stasiun Yogyakarta, tentu itu adalah salah besar menurut saya.
Seharusnya mereka yang berkekurangan mendapat tempat utama atau jalan VVIP, tetapi kali ini mendapat jalan terluar. tak terbayangkan mereka yang tertatih-tatih dengan tongkat putih, kaki meraba paving blok kasar tiba-tiba masuk dalam lobang galian kabel, atau gorong-gorong bahkan menabrak pohon besar. Sungguh miris sekali melihat konsep yang berbeda dengan apa yang saya yakini saat di Kota gudeg tersebut. Apakah memang di sengaja dipasang dipinggir sebagai penghias trotoar, atau mereka yang memasang tidak paham maksud tujuan dibuat paving blok dengan pola yang berbeda. Jika itu memang ada peruntukan buat mereka yang berkekurangan secara penglihatan, selayaknya harus di bongkar dan ditata ulang, daripada menambah penderitaan. Saya yakin dan percaya, semua diciptakan ada tujuannya begitu juga dengan paving blog, namun jika sampai salah menerjemahkannya bisa fatal akibatnya. kegusaran mata gara-gara ada yang janggal yang mengusik pikiran dan entah mau dibawa kemana…?

17 thoughts on “Bahasa Paving Blok Trotoar yang Salah Diterjemahkan

  1. smallnote said: Orang Indonesia itu… buandeeelnya luar biasa.

    dibali sudah mulai banyak yg pake paving blok yg kuning garis2 itu, emang sptnya ditaruh ditengah… justru pernah liat yg kuning pake bulet2 itu malah dipake buat lantai biasa, dipasang spt kayak tegel rumah gitu,,, liat disalah satu toko disudut bali..

  2. rengganiez said: wooo kalo trotoar yang sering ak lewati malah banyak bolong2nya…bahaya lah kalo untuk pengguna berkebutuhan khusus, apalagi para penyandang tunanetra, iso kejebloss

    nah itu lebih sadis lagi mba…… gaswat

  3. pennygata said: dibali sudah mulai banyak yg pake paving blok yg kuning garis2 itu, emang sptnya ditaruh ditengah… justru pernah liat yg kuning pake bulet2 itu malah dipake buat lantai biasa, dipasang spt kayak tegel rumah gitu,,, liat disalah satu toko disudut bali..

    yah semoga sudah diikuti tempat-tempat lain…yah butuh sosialisasi sepertinya, tak semua tahuwah dipake lante biasa…buat kamarmandi gak licin itu hehehhehe

  4. dhave29 said: yah semoga sudah diikuti tempat-tempat lain…yah butuh sosialisasi sepertinya, tak semua tahuwah dipake lante biasa…buat kamarmandi gak licin itu hehehhehe

    iyah, kayaknya dibuat bagian2 rumah yg basah2 gitu deh… kayak tempat cuci gitu hehehehe, aku kalo gak baca blogmu ini ya gak tau kalo itu ada artinya hehehe

  5. dhave29 said: yah semoga sudah diikuti tempat-tempat lain…yah butuh sosialisasi sepertinya, tak semua tahuwah dipake lante biasa…buat kamarmandi gak licin itu hehehhehe

    semarang masih sem[b]arangato mungkin aku yg ga dong karena ga ada woro2

  6. pennygata said: iyah, kayaknya dibuat bagian2 rumah yg basah2 gitu deh… kayak tempat cuci gitu hehehehe, aku kalo gak baca blogmu ini ya gak tau kalo itu ada artinya hehehe

    heheheee…. akhirnya.. semoga berkenan mBa…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s