Canyoning, Taklukan Dirimu dari Ego

Petualangan merupakan perjalanan dengan meraba setiap jejak langkah dan lolos dari jerat rintangan. Bertualang, tidak peduli di tengah keramaian kota, sepinya puncak-puncak gunung, keheningan gurun, derasnya sungai hingga kegelapan goa. Yang menarik dari petualangan adalah rintangan yang ada di depan mata dan hukumnya wajib untuk diselesaikan. Esensi dari petualangan adalah mencoba sesuatu yang baru dengan meraba-raba dan dengan skill bisa keluar dari masalah. Jangan berpikir petualangan untuk mendapat pengakuan, sebagai petualang sejati, atau bahkan mendapat kecaman karena tindakan kurang kerjaan. Sejatinya petualangan adalah mengakui kekuatan diri dan bijak membawa diri dalam setiap perjalanan dengan cara yang santun.
Banyak sekali jenis-jenis patualangan, terutama di alam bebas. canyoning, adalah salah satu petualangan yang jarang orang lakukan, karena kegiatan ini memang seperti kurang kerjaan, membutuhkan medan yang spesifik, dan yang pasti skill dan peralatan yang memadai. Canyoning, secara sederhana bisa di artikan perjalan di lembah atau sungai dan melewati segala rintangan yang ada didepannya. Dari mulai berjalan, melompat, merayap, memanjat, bahkan harus menggunakan peralatan khusus untuk memanjat, menuruni atau menyebrang. Petualangan kali ini, bisa di katakan sebagai susur sungai, namun bonus memanjat dan menuruni air terjun dan lebih lengkap jika di katakan sebagai Canyoning.
Tujuan petualangan kali ini adalah mencoba menyusuri sungai Tempuran di lereng timur Gunung Merbabu. Lokasi sungai yang terletak di Desa candi Sari, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah sangat menarik karena berada di antara 2 lembah yang curam. Peralatan yang di bawa tergolong standar, namun tetap harus diperhitungkan karena harus berbasah-basah ria dengan air gunung yang dingin. Tali carmantle 10mm, seat harnes, webbing, cincin kait, descender, ascender, helm adalah peralatan wajib karena nantinya akan memanjat dan menuruni air terjun.
Perjalanan di awali dari Desa Candi Sari, dengan masuk melewati sungai yang cukup terjal dan diapit 2 lembah yang curam. Berjalan diantara 2 dinding lembah seolah dijepit 2 tangan raksasa yang menggiring langkah kaki semakin keatas dan mengerucut. Deru air sungai yang deras dan dingin menyiutkan nyali disaat harus mulai berbasah-basah ria, karena itulah tujuan perjalanan kali ini. Menyusuri sungai yang dingin, kadang kaki harus terendam dari semata kaki hingga nyaris sepinggang, melompat di bebatuan yang licin, menerabas tanaman-tanaman air dan saling tarik menarik satu dengan yang lainnya saat naik di undakan batu.
Perjalanan yang singkat namun sangat rawan serangan hipotermia, atau kehilangan panas tubuh. Suhu air yang dingin, dan tubuh yang terus-terusan terendam menjadi acaman serius terserang hipotermia. Memakai peralatan yang baik, seperti wet suit, atau pakaian khusus di air sangat disarankan. Asupan makanan tinggi kalori menjadi menu wajib, karena harus berpacu mengganti panas tubuh yang terkuras habis. Dibutuhkan manajemen perjalanan yang baik, karena kegiatan ini memiliki nilai resiko yang cukup besar. Fisik yang prima, pengetahuan tentang medan dan navigasi, kemampuan dalam teknik pemanjatan baik dengan alat maupun tanpa alat, dan berenang adalah modal utama karena akan di gunakan setiap perjalanan.
Air makin deras dan medan yang dilalui makin curam, sehingga kewaspadaan mutlak diperlukan, jangan sampai terpeleset dan terbawa arus. kadangkalan teknik “moving together” seperti halnya pendakian gunung-gunung es, yakni semua orang terhubung oleh tali yang terikat di seat harnes. Tujuan dari teknik ini adalah untuk berjaga-jaga, apabila ada yang terjatuh dan terpeleset bisa di tahan orang di depan di belakangnya. Namun, ada juga leader yang jalan pertama kali berjalan merintis jalur lalu memasang peralatan pengaman untuk mereka yang berjalan di belakangnya.
Setelah berjalan kurang lebih 2 jam, ada satu rintangan yang harus dan wajib di

selesaikan. Air terjuan sekitar 20meter dengan air yang deras tepat dihadapan. Pantang untuk mengambil jalan memutar, karena mungkin akan sia-siap tujuan perjalanan kali ini. Memanjat air terjun, adalah puncak dari perjalan ini yang dinanti-nantikan mereka yang mengumbar adrenali di alam bebas. Namun, harus tetap tahu diri sebarapa kekuatan dan kemampuan agar tidak memaksa atau fatal akibatnya karena celaka.
Tambatan-tambatan dari celah-celah bati andesit yang retak dan menonjol menjadi jangkar untuk mengikat webing yang di ikat melingkar. Pita-pita warna-warni kini menghiasi celah-celah air terjun yang satu persatu di hubungkan dengan cincing kait lalu disambungkan dengan tali carmantle untuk pemanjat pertama. Pemanjatan semakin keatas dan cermantle 10mm yang menjuntai semakin berat karena basah, namun tak mengurangi semangat untuk mencapai puncak air terjuan. Setelah bersusah payah, akhirnya leader berhasil mencapai puncak dan membuat jangkar utama dan cadangan sebagai pengaman untuk pemanjat-pemanjat berikutnya. Air terjun tempuran kini dalam pelukan, dan begitu terasa sensai guyuran air yang deras dan dingin menyusup dalam tubuh. Menggigil, kedinginan adalah moment yang di tunggu saat tubuh terikat dalam 1 juntai tali dinamis di ketinggian sambil mendengarkan deburan air yang menghantam bebatuan dibawah sana.
Satu persatu kami menuju puncak dan jabat tangan tanda keberhasilan menaklukan ketakutan, kecemasan dan ketidak mampuan dalam menghadapi rintangan. Derasnya air terjuan membawa kami mengetahui sebarapa besar kemampuan dan ego kami. Jabat tangan dan rangkulan seoalah menjadi pengakuan pribadi, bahwa diri ini sudah takluk oleh belaian alam. Pesta di akhiri dengan secangkir cokelat hangat dan roti bakar berbalut selai, sebelum kembali turun dengan jalur yang sama. Petualangan tak berarti jika hanya untuk kepuasan diri, dan tidak bisa di bagikan, tanpa harus mendapat pengakuan tetapi lebih penting keselamatan. Selamat bertualang, jaga diri baik-baik begitu juga alam kita, salam.

16 thoughts on “Canyoning, Taklukan Dirimu dari Ego

  1. Petualangan yg luar biasa..apalagi melihat foto2nya yg indah….rasanya pengen bisa Canyoning..tapi musti latihan latihan dulu ya mas? Saya lumayan ngeri pas manjat sambil nentang arus air deras gitu..*_*

  2. pernah menyaksikan yang seperti ini di curug cigamea bogor dan saat kesulitan menuruni air terjun si canyoner (benar gak sebutannya ???) justru membuang helm karena dianggap mengganggu😀

  3. wayanlessy said: Petualangan yg luar biasa..apalagi melihat foto2nya yg indah….rasanya pengen bisa Canyoning..tapi musti latihan latihan dulu ya mas? Saya lumayan ngeri pas manjat sambil nentang arus air deras gitu..*_*

    hehe tul sekali… siapkan semuanya..deh… aman dan menyenangkan

  4. munhasry said: pernah menyaksikan yang seperti ini di curug cigamea bogor dan saat kesulitan menuruni air terjun si canyoner (benar gak sebutannya ???) justru membuang helm karena dianggap mengganggu😀

    wah..gawat..buang helm..istilahnya 1 nyawa terlepas ituh… untung gak buang tali hehehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s