Maling oh Maling.. Aku Tatap Wajahmu Tanpa Curiga

Ni pagi kost-kostan gempar, dari pak kos, bu kos ampe anak-anak kost kelimpungan. Gara-garanya ada maling masuk dan alhasil bisa menggondol 1 laptop, 1 dompet dan 2 ponsel. Saya berpikir ini bukan maling sembarang maling, tetapi sudah terlatih dan berpengalaman dibidangnya. Kerja yang rapi, tanpa menimbulkan kecurigaan, kepanikan ataupun tanda-tanda kalao dia maling. Lebih herannya lagi, anak-anak kost biasanya menjadi binatang malam, kali ini seolah jadi babi yang ngorok, bahkan pak Kost yang melek tiap malam mlungker pulas.

Sekitar jam 2.30 tiba-tiba saya terjaga, kamarku ada yang buka. Saya mikir, siapa malam-malam gini berani-beraninya buka kamar, kecuali adik saya tak ada yang berani. Lantas saya keluar, menuju kamar mandi buat buang air kecil. Sepintas saya melihat ruang tamu dan Tv pak kos masih menyala sambil lihat empunya yang mlungker. Keluar dari toilet, tiba-tiba ada laki-laki menghampiri saya. Kaget juga, ada orang tak dikenal dihalaman kost. Burung tekukur yang tadinya diam, berkicau dan seperti panik, begitu juga yang lain. Seperti ada yang aneh.

Mas pinjam korek ada, tadi saya mau pinjam, eh bapaknya tidur, buat benerin motor, tanya lelaki itu. Wah, saya ngga ngrokok, jadi gak punya korek, tak kasih senter saja saya ada, jawabku. Ngga kok, saya pinjam korek, sanggah lelaki itu. Lantas saya masuk ke kamar adik yang disamping kamar saya. Didalam adik sedang mlungker ama temene, lalu lampu aku nyalakan dan korek saya ambil trus tak kasih. Otak ini curiga juga, lantas ngikuti lelaki itu ampe depan garasi kendaraan. Motor adik dan temannya masih terparkir, tapi motor pak kost tidak ada. Otak ini masih saja curiga, tapi coba positif thinking aja, niat saya nolong.

Lalu saya masuk kamar, buka ponsel lipat, OL bentar sambil buka kompasiana, dan fesbuk kebetulan ada temen yang ultah. Ol sambil tiduran dilantai, karena hp masih nyantol dicharger. Makasih Bro, terdengar suara dari luar, sepertinya naruh korek dibibir jendela kamar adik, oke iyaa..iyaaa jawab saya dari kamar. Saya lihat, ponsel jam 2.39 waktu itu dan otak ini masih saja gak tenang. Lantas keluar, korek gas tadi saya ambil, dan saya pegang ujungnya, sapa tau bisa jadi barang bukti sidik jari kalo ada apa-apa. Yah hanya berjaga-jaga saja.

Kembali ketempat tidur, masih saja kepikiran orang tadi. Saya curiga, masak jam segini pinjam korek, trus tau pak kos tidur, berarti dia sudah masuk rumah. Otak ini muter lagi, jangan-jangan gondol motor pak kost juga. Pikiran yang tidak-tidak, akhirnya jam 4.30 belum juga bisa tertidur sampai terdengar alarm. Biasanya jam segitu bangun buat persiapan lari pagi dan jam 5 alarm berbunyi bertanda harus otw lari pagi. Karena kemarin sore sudah lari dan kaki masih pegal, maka lari saya urungkan.

Jam 5.30 kamar terbuka, dan adik masuk sambil bertanya. Mas laptopmu mana..?, dengan kaki saya menunjuk, ntuh didalam tas, jawab saya. Dia kembali tanya, Mas ambil laptopku ndak?, saya jawab, ndak saya cuma ambil korek, sebab tadi pagi ada yang minjem korek, ntuh aku taruh dijendela kamar. Lantas, dia berkata, Mas laptopku ilang ama 2 hp teman, sepintas tak percaya lalu kekamarnya dan memang sudah raib. Laptop diatas cool pad, dengan kabel masih tersambung dengan charger, sound speaker, flashdisk, dan monitor sudah terurai. 2 Hp temen yang waktu itu tidur sambil dikeloni juga raib.

Aneh bin ajaib, dan hebat malingnya bisa menggasak tanpa tuan rumahnya tau. Lalu sedikit histeris, dompet adik berisi uang 2 ribu, stnk, katp, sim, ktm dsb juga raib. Lantas saya cek isi kamar saya juga, dan tak ada yang hilang. Andaikata maling jeli, gaet tas ransel item saya, dijamin saya langsung pingsan. Didalam tas ntuh ada 2 dslr, 2 lensa, 1 flash, laptop dan pernak-pernik fotografi. Dan aneh, biasanya jam 5 semua sudah pada keluar, kali ini seperti tidur pulas. Pak kost biasanya jam 5-6 sudah dinas kantor, entah mengapa baru melek setelah semuanya heboh.

Maling oh maling, emang saya tidak bisa menuduh langsung mas-mas yang pinjam korek tadi sebagai pelakunya. Tak ada bukti yang menguatkan dia sebagai maling, tetapi aneh juga dengan ketenangannya dia seolah tak asing dengan kamar kost dan rumah tuan kost. Dengan pede buka kamar saya, dan tak sungkan masuk rumah tuan kost, aneh lagi seolah sudah akrab dengan manggil bro, mas. Bayanging jam 2.30 ada mas-mas dateng pinjem korek, buat betulin motor, dan dikasih senter gak mau. Namun semua tetap harus disyukuri sebagai salah satu babak drama kehidupan, agar lebih berhati-hati dan waspada. Kiranya bisa berbagi dan saling mengingatkan. Waspadalah..waspadalah, kejahatan timbul bukan hanya dari niat, tetapi juga ada kesempatan..waspadalah.

salam

DhaVe

51 thoughts on “Maling oh Maling.. Aku Tatap Wajahmu Tanpa Curiga

  1. slamsr said: wow.. malingnya keren… punya ajian sirep..iyah, di uNNEs dan undip belakangan ini sering terjadi kemalingandigunungpati juga, memang harus waspada juga *ngingetin diri sendiri juga*

    selalu waspada mas,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s