Narsis Romantisme Pamer Kemesraan di Dunia Maya

Situs jejaring sosial tak ubahnya sebagai sebuah koloni dalam dalam hubangan manusia sebagai ”homo homini socius”. Tak heran jika dalam situs jejaring sosial ada komunitas, group atau kelompok-kelompok yang semakin menyempit dan beranggotakan orang-orang tertentu saja. Banyaknya tawaran dan kemudahan yang disajikan situs jejaring sosial, seolah mempermudah pemakainnya untuk membuat koloni, kelompok, group, komunitas dan sejenisnya. Diluar hebatnya situs jejaring sosial dalam menyatukan dan menyambungkan jauhnya ruang dan waktu masih saja yang tidak memahami atau terlalu berlebihan dalam pemakaiannya. Narsis, atau pemujaan diri sendiri dan menunjukan kepada khalayak ramai menjadi sesuatu yang biasa terjadi, namun banyak fenomena yang menarik dari aksi pamer diri tersebut.

Narsis romantisme, bisa saya katakan seperti itu buat mereka yang pamer kemesraan disitus publik tesebut. Status hubungan yang di cantumkan pada data profil, sangaja dibuat dengan tujuan yang baik tentunya agar semua orang tahu dan tahu diri mereka berhadapan dengan siapa. Nah acapkali penyalahgunaan status ini menimbulkan fenomena yang unik dan menarik. Bayangkan saja, pelajar atau mahasiswa sudah berani menyatakan dirinya ”bertunangan atau menikah”, dan kalau status ”berpacaran” memang sudah sewajarnya. Tidak ada bukti cincin kawin atau akta pernikahan, sudah berani mengklaim bertunangan atau menikah, tidak tahu kalau tiba-tiba putus dengan pacarnya status mungkin akan berganti ”gantung diri” atau ”minum racun serangga”.

Apalah arti sebuah status, jika ABG yang baru pacaran saja sudah berani menulis menikah atau bertunangan, sedangkan KUA atau wali nikah saja berfikir sekian kali untuk menyatukan hubungan pasangan. Belum usai dengan masalah status, acapkali ABG memasang foto mesra menjadi foto profilnya. Hidung ketemu pipi, atau bibir dengan bibir, layaknya poster film seolah bukan barang yang tabu bagi mereka untuk menghiasi foto profil laman, padahal jika ditelisik termasuk aksi porno aksi. Sebuah indikator, ABG yang berani memasang foto mesra&syur dengan pasangannya memiliki orang tua yang tidak peduli dengan apa yang dilakukan anaknya dengan internet. Mungkin orang tua yang sedikit gaul, dalam artian juga memiliki akun di situs jejaring sosial dan memasukan anaknya dalam tali kekerabatan, maka anak berpikir ulang untuk memajang foto-fotonya. Walaupun orang tua yang gaul dan membiarkan anaknya memasang foto adengan berciuman dengan pacarnya, sepertinya patut dipertanyakan bagaimana kontrol orang tua terhadap anaknya.

Sejenak lupakan bertunangan, menikah, atau foto mesra, tetapi perhatikan dalam perbaharuan status yang setiap saat bisa diganti. Kata ”bojo/jawa” artinya suami atau istri, nah kosa kata tersebut sering dipakai remaja untuk pengganti kata pacar. Secara etimologis, jelas sangat berbeda antara pacar dengan ”bojo” tetapi dalam praktiknya pacar seolah sudah seperti suami atau istri. Mungkin bagi mereka yang sudah biasa memakai atau mendengarkan tidak menjadi persoalan, coba buat mereka yang melihat konteks pacara atau bojo sebagai sebuah status hubungan pasti akan menghela nafas dalam-dalam. Banyak status-status mesra yang ditulis dalam situs jejaring sosial yang acapkali membuat risih yang membacanya, dan seolah itu situ milik mereka berdua dan yang lain naik becak.

Mengumbar kemesraan dan romantisme pada khalayak umum, seolah ingin memproklamirkan hubungan tanpa berfikir siapa saja yang menerima informasi tersebut. Bagaiama jika orang-orang terdekat Anda tahu, anda sedang berpose mesra dengan pasangan Anda atau menulis status mesra ?, mungkin mereka tahu dan akan diam saja, tetapi dalam hati mereka ”kuarang ajar, bikin iri saja” atau” wah ada iklan lewat”. Ruang privat yang diumbar seolah memberi kesempatan orang agar mendapat pengakuan atas status hubungan seseorang dan memberikan penilaian, bisa pujian atau umpatan.

Memang tidak ada aturan atau undang-undang untuk menulis status, tetapi setidaknya ada koridor-koridor yang harus diperhatikan sebagai kontrol sosial. Memang pamer kemesraan dikhalayak ramai layaknya proklamasi dan tidak menjadi masalah, tetapi celah-celah yang berbau privasi sebaiknya sedikit ditutupi dari pada dikerubuti lalat-lalat sinis. Kembali ke pribadi masing-masing bagaimana memanfaatkan situs jejaring sosial dengan baik. Entah sebagai wadah komunitas, atau memang sebagai arena menuangkan kemesraan dengan pasangannya agar semua orang tahu. Saya yakin semua sebagai pemakai yang orang-orang cerdas dan bisa menempatkan mana sisi yang privat, atau memang layak dibagikan untuk umum agar ”homo homini socius”.

Salam

DhaVe

34 thoughts on “Narsis Romantisme Pamer Kemesraan di Dunia Maya

  1. cuma orang kampungan yang pamer kemesraan di jejos. gak cuma buat ABG atau siapapun yang dimabuk asmara. Ini juga berlaku bagi mereka yang suami istri. maaf sinis🙂

  2. hmmm… *aku kroso lho…* lha nggenku ada tulisane “in relationship with…….”ning sakjane aku risi yen moco sing dha mengumbar kemesraan di ruang publik, misalnya dunia maya.. sing isih usia sekolah, belum resmi jadi pasutri tapi sudah manggil “ayah-bunda”, “pah-mah”, deesbe….

  3. dhave29 said: jika ABG yang baru pacaran saja sudah berani menulis menikah atau bertunangan, sedangkan KUA atau wali nikah saja berfikir sekian kali untuk menyatukan hubungan pasangan. Belum usai dengan masalah status, acapkali ABG memasang foto mesra menjadi foto profilnya.

    kasusnya adik yang memasang status menika dipesbuknya…aku tanya sejak kapan kamu menikah???eh… kaget kau mendengar alasanya…katanya biar tidak di ganggu…

  4. dhave29 said: jika ABG yang baru pacaran saja sudah berani menulis menikah atau bertunangan, sedangkan KUA atau wali nikah saja berfikir sekian kali untuk menyatukan hubungan pasangan. Belum usai dengan masalah status, acapkali ABG memasang foto mesra menjadi foto profilnya.

    Narsis kayak gitu? Kesannya alay banget yak.. Hehe.. Tapi sebenernya alay itu adalah proses menuju kedewasaan (mengingat duluuuu banget pernah alay dan labil luar biasa.. Haha) *jadi inget kata radiya dika* :p

  5. dhave29 said: jika ABG yang baru pacaran saja sudah berani menulis menikah atau bertunangan, sedangkan KUA atau wali nikah saja berfikir sekian kali untuk menyatukan hubungan pasangan. Belum usai dengan masalah status, acapkali ABG memasang foto mesra menjadi foto profilnya.

    halah kok jadi bikin malu…di katepeku yang jakarta, statusku malah belum kawinhaha

  6. dhave29 said: jika ABG yang baru pacaran saja sudah berani menulis menikah atau bertunangan, sedangkan KUA atau wali nikah saja berfikir sekian kali untuk menyatukan hubungan pasangan. Belum usai dengan masalah status, acapkali ABG memasang foto mesra menjadi foto profilnya.

    hahahahahasetuju-setujuuuuuaku suka dengan kata2 ini

  7. dhave29 said: jika ABG yang baru pacaran saja sudah berani menulis menikah atau bertunangan, sedangkan KUA atau wali nikah saja berfikir sekian kali untuk menyatukan hubungan pasangan. Belum usai dengan masalah status, acapkali ABG memasang foto mesra menjadi foto profilnya.

    setiap pribadi punya pandangan sendiri2 tentunya si pelaku punya alasanbaik yang masuk akal maupun yg tidak. satu hal yang sering dilupakan adalah batasannya sehingga menjadi terlalu, padahal segala sesuatu yang terlalu itu ga baik.asline aku yo pengen pamer kemesraan ning karo sopo? *ngakak sak kayenge*

  8. dhave29 said: jika ABG yang baru pacaran saja sudah berani menulis menikah atau bertunangan, sedangkan KUA atau wali nikah saja berfikir sekian kali untuk menyatukan hubungan pasangan. Belum usai dengan masalah status, acapkali ABG memasang foto mesra menjadi foto profilnya.

    Dunia maya: bisa serupa dengan dunia Luna. :p

  9. m4s0k3 said: cuma orang kampungan yang pamer kemesraan di jejos. gak cuma buat ABG atau siapapun yang dimabuk asmara. Ini juga berlaku bagi mereka yang suami istri. maaf sinis🙂

    saya ikut sinis juga…. sinis iri hehehe😀

  10. poniyemsaja said: hmmm… *aku kroso lho…* lha nggenku ada tulisane “in relationship with…….”ning sakjane aku risi yen moco sing dha mengumbar kemesraan di ruang publik, misalnya dunia maya.. sing isih usia sekolah, belum resmi jadi pasutri tapi sudah manggil “ayah-bunda”, “pah-mah”, deesbe….

    terlalu dini buat mereka mBa…. hehe

  11. rumahberita said: kasusnya adik yang memasang status menika dipesbuknya…aku tanya sejak kapan kamu menikah???eh… kaget kau mendengar alasanya…katanya biar tidak di ganggu…

    nah itu beda urusannya Mas…. tapi ada benarnya juga ya?

  12. mahasiswidudul said: Narsis kayak gitu? Kesannya alay banget yak.. Hehe.. Tapi sebenernya alay itu adalah proses menuju kedewasaan (mengingat duluuuu banget pernah alay dan labil luar biasa.. Haha) *jadi inget kata radiya dika* :p

    kalo udah mak-mak masih begitu apa termasuk belum dewas..amemang dewasa tak kenal usia yah”kambing jantan dari brontososarus”

  13. rembulanku said: setiap pribadi punya pandangan sendiri2 tentunya si pelaku punya alasanbaik yang masuk akal maupun yg tidak. satu hal yang sering dilupakan adalah batasannya sehingga menjadi terlalu, padahal segala sesuatu yang terlalu itu ga baik.asline aku yo pengen pamer kemesraan ning karo sopo? *ngakak sak kayenge*

    aih karo juragane toko besi Bu….hehehheyah batasan yang terus di terobos…terus

  14. timurcahaya said: hahahaha… tapi aku seneng tuh liat foto-foto prewed…bahagia bgt keliatannya….

    Yah, kita memang harus prihatian dengan masalah-masalah yang mas tulis. Anak-anak kecil, termasuk murid-murid SD sudah berani menulis hal-hal yang mesum, yang tidak patut di webnya. Peran orang tua memang sangat dibutuhkan!

  15. hardi45 said: Yah, kita memang harus prihatian dengan masalah-masalah yang mas tulis. Anak-anak kecil, termasuk murid-murid SD sudah berani menulis hal-hal yang mesum, yang tidak patut di webnya. Peran orang tua memang sangat dibutuhkan!

    harus…sejak dini diajarkan tentang etika bagaimana bergaul di dunia maya yang santun…Semoga peran serta bisa memperbaiki moral yang telah retak oleh modernisasi yang tak terkendalisalam

  16. hardi45 said: Yah, kita memang harus prihatian dengan masalah-masalah yang mas tulis. Anak-anak kecil, termasuk murid-murid SD sudah berani menulis hal-hal yang mesum, yang tidak patut di webnya. Peran orang tua memang sangat dibutuhkan!

    Menarik sekali Mas,Tebar pesona di dunia maya penting juga sih, tapi kalau sampai menunjukan aura yg membuat orang nafsu itu keterlaluan hehehe…..Tfs ya Mas Dhave.

  17. rudal2008 said: Menarik sekali Mas,Tebar pesona di dunia maya penting juga sih, tapi kalau sampai menunjukan aura yg membuat orang nafsu itu keterlaluan hehehe…..Tfs ya Mas Dhave.

    kata bang Haji… “terlaluu..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s