Paranoid di Taman Eden

Pengetahuan acapkali menjadikan orang paranoid, disaat tahu apa yang terjadi sebenarnya. Sikap paranoid adalah respon atas sebuah ketakutan yang tidak beralasa, tetapi disaat bisa menyikapi rasa kekawatiran maka timbulah sikap kehati-hatian. Bayangkan saja, jika anda tahu bahwa anda mingidap penyakit tertentu, atau anda harus berpantang makan-makanan tertentu. Antara paranoid dan kehati-hatian, itulah yang muncul dalam menyikapinya, tetapi andaikata tidak tahu maka yang terjadi ya aman-aman saja. Sikap paranoid yang menumbuhkan kehati-hatian adalah respon positif dalam menanggapi apa yang diketahui.

Mungkin anda antara sadar dan atau tidak sadar setiap hari berhadapan dengan malapetaka. Apakah anda sadar, jika berdesakan dalam gerbong kereta, bus atau mall bersinggungan dengan mereka yang terinveksi HIV, TBC atau penyakit lain yang menular. Andai ada indikator terhadap orang-orang berpenyakitan, tentu saja akan dengan mudah menghindar daripada tertular. Tanpa mengucilkan dan tidak mengurangi rasa hormat buat mereka yang terjangkit, tentu saja akan menjadi persoalan yang mengarah pada sifat paranoid dan kehati-hatian.

Lupakan dengan penyakit menular, bagaimana dengan apa yang anda santap sesehari, sudah cukup amankah?. Makanan warna-warni yang menggoda iman, walau hanya sekedar untuk mencicipi, ternyata pewarna kimia sintetis yang berbahaya masuk dalam tubuh anda. Sayuran atau bebuahan hijau segar menggelitik air liur anda untuk tidak berhenti menetes lalu memaksa untuk mengkonsumsi demi memuaskan hasrat. Tanpa sadar, sayur hijau segar dan bebuahan mulus yang tak tersentuh ulat atau binatang lain sudah dilapisi dan dilindungi oleh pestisida dan fungisida yang bersifat toksit. Memang tidak ada jaminan semua makanan aman, tidak peduli rumah makan di emperan jalan hingga hotel berbintang sepuluh. Sama-sama menyantap sate, tanpa sadar lemak yang terbakan menimbulkan dioksin yang memicu kangker.

Prilaku hidup sehat sepertinya juga menjadi pola gaya hidup, tetapi sepenuhnya juga tidak ada jaminan keamanan. Mereka yang hobi lari atau bersepeda dijalan raya tak ubahnya melakukan uji nyali. Ancaman setiap saat dari kendaraan bermotor menjadi ancaman utama, yang kedua paru-paru bak ikan Sapusapu yang menyaring emisi berbahaya. Gas CO, H2S, CO2, Logam berat dan gas-gas lain yang berbahaya. Bukannya sehat malah sakit, itulah yang banyak dikeluhkan mereka yang membakar kalori di jalan raya.

Kembali ke alam, sudah menjadi slogan dari hidup yang dihantui ketakutan dan kehati-hatian. Pangan organik digembar-gemborkan sebagai pangan yang aman, namun rekayasa genetika menjadi ancaman yang lebih serius, karena mengonsumsi mahluk jadi-jadian. Memang bumi ini tak ada lagi tempat yang aman untuk bebas dari ancaman. Tinggal di gunung yang katanya udaranya bersih, tidak bisa terhindar dari hujan asam di kawasan industri yang dibawahnya. Hidup di apartemen yang katanya sanitasinya baik harus berhadapan dengan bahan-bahan kimia pembersih yang berbahaya. Bumi sebagai lingkup biosfer masuk dalam siklus lingkaran dan perputaran semua materi. Adu beruntung panah apa yang tertancap disaat perputaran siklus tersebut dimulai. Limbah berbahaya dari pantai bisa terangkat dan berpindah di puncak gunung lalu larut dan menyebar. Masih adakah tempat yang aman…? Taman Eden adalah pilihan yang tepat, syaratnya Kiamat dahulu…

salam

DhaVe,
Lab, 220811 1400

8 thoughts on “Paranoid di Taman Eden

  1. lha yen wis kiamant njuk ora oleh tike ning taman eden trus kepriwe?nambahi sithik :hari ini denger ceramah kesehatan di radio tentang sikat gigi, konon katanya di sikat gigi bisa hidup 100juta baketeri&virus trus dijlentrehkan cara2 menyimpan sikat gigi yang baik dan benar. so pertanyaannya bila penyimpanan sudah baik dan benar apakah 100juta bakteri&virus itu bisa lenyap?sing2 ae

  2. rembulanku said: lha yen wis kiamant njuk ora oleh tike ning taman eden trus kepriwe?nambahi sithik :hari ini denger ceramah kesehatan di radio tentang sikat gigi, konon katanya di sikat gigi bisa hidup 100juta baketeri&virus trus dijlentrehkan cara2 menyimpan sikat gigi yang baik dan benar. so pertanyaannya bila penyimpanan sudah baik dan benar apakah 100juta bakteri&virus itu bisa lenyap?sing2 ae

    lha yen gak ana bakteri dan virus bahaya kui malahan,,,,hehehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s