Cintaku untuk Negriku INDONESIA

Anak bangsa punya cara sendiri dalam mengapresiasi kemerdekaan negeri ini. Terakhir kali ikut upacara bendera peringatan 17 agustus pada akhir tahun 2000an, sebab setelah melanglang di ketinggian. Cinta negeri dengan belajar mengenali setiap jengkal tanah air yang dulu mati-matian dibela para pahlawan. Kini membela dengan cara yang berbeda, namun dengan hakikat yang sama. Menunjukan bahwa kita bisa, ini Indonesia yang utuh seutuhnya.

17 agustus 2002, untuk pertama kali mencoba melangkah lebih jauh, sebab sebelumnya hanya kisaran Jawa Tengah. Gunung Semeru di Jawa Timur menjadi tujuan pendakian proklamasi. Mencoba berjalan di atap pulau Jawa, begitu penuh kenangan. Dinginnya Ranu Kumbolo dan terjalnya Arcapada seolah menjadi cambuk untuk merengkuh puncaknya. Usai menjejakan kaki di Puncak Mahameru, langkah kaki berpindah di Gunung Wilis. Gunung kecil yang penuh aroma mistis memberi banyak sentuhan spritiual bagaimana hidup bersinergi dengan alam dan sesama mahluk ciptaan Tuhan.

17 Agustus 2003, dalam bayang-bayang 2 pendaki yang hilang, namun semangat tak patah disaat mencoba menyambangi Rinjani. Berangkat dari Sembalun dan turun lewat Senaru, sungguh pendakian yang teramat berat. Mendengar salah satu pendaki yang wafat di Gunung Sangkareang dekat Plawangan Senaru Rinjani tak menyurutkan langkah untuk menancapkan merah putih di puncak tertinggi Pulau Lombok. Pulang dari puncak Rinjani, tak lengkap jika pulang dengan tangan hampa, maka Gunung Semeru menjadi pelengkap perjalanan ini.

17 Agustus 2004, Puncak tertinggi di Pulau Bali dan Gunung Agung menjadi target selanjutnya. Gunung suci bagi masyarakat bali, begitu agung disaat kaki melangkah di igir-igir dengan tepi kakan kiri jurang yang dalam. Rasa bercampur aduk disaat tak ada yang lebih tinggi selain puncak. Turun dari pendakian suci, kembali Gunung Semeru menjadi sambangan kaki yang masih gatal. Kaki juga belum hilang gatalnya, maka Gunung Arjuna dan Welirang menjadi menu penutup pendakian kemerdekaan kali ini.

17 Agustus 2005, pendakian terbesar hingga saat ini yang pernah dilakukan. Kerinci gunung tertinggi nomer 2 di Indonesia menjadi tujuan pendakian. Berangkat dengan pesawat, walau dengan tiket promo setidaknya menjadi kebanggaan tersendiri, naik gunung naik pesawat. Hutan lebat gunung kerinci dan terjalnya puncak, tembus kurang dari 15 jam perjalanan. Sang saka merah putih berkibar sendiri dalam puncak tertinggi di Bumi Andalas. Tak lengkap, disaat mendaki kerinci tanpa mengunjungi Gunung Tujuh dengan eksotisme danau tertingginya.

17 Agustus 2006, 2007 dan 2008, bingung hendak mendaki gunung mana?. Pilihan jatuh dengan gunung di belakang rumah dan Merbabu menjadi pilihannya. Tak bosan rasanya setiap tujubelasan berada di puncak tertingginya. Lambaian Sang Dwiwarna begitu gagah diketinggian 3142mdpl. Sayup terdengar angin membelai dan berbisik, merdeka…merdeka dan merdeka…

17 Agustus 2009, untuk ketiga kalinya menyambangi puncak Merapi. Gunung teraktif di Pulau Jawa memikat hati disaat detik-detik proklamasi dikumandangkan. Sungguh luar biasa disaat menyaksikan Sang Saka Merah Putih berkibar di kepakan Puncak Garuda. Ganasnya puncak Merapi dengan kepulan asap solfatara menjadi penghias disaat lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Getaran hati seperti disaat Merapi mengguncang dengan erupsi vulkaniknya.

17 Agustus 2010, menjelang maghrib berjalan menyusuri lembah di sisi timur Gunung Merbabu. Sebuah air terjun cantik yang disebut Tempuran menjadi lokasi untuk merakan HUT Kemerdekaan Indonesia. Walau hujan turun dengan lebatnya, tak mengurungkan niat untuk berhenti melangkahkan kaki. Di pagi hari saat mentari muncul dari ufuk timur seiring gema proklamasi dikumandangkan. Sejenak mengheningkan cipta untuk mengenang pejuang yang mempertaruhkan jiwa raganya.

17 Agustus 2011, detik-detik proklamasi sepertinya harus rela merayakannya di ruangan penuh glassware dan reagen-reagen kimia. Sebuah proyek lingkungan hidup, memaksa diri harus tertanam di laboratorium. Sebuah reaktor pengolahan air limbah yang nantinya untuk mengolah air bumi pertiwi agar tetap lestari. Cinta Tanah Air, kini mencoba bagaimana mencitai air agar tetap abadi dan berguna bagi nusa dan bangsa. Selamat ulang tahun Negriku Indonesia, saya hanya hanya bisa memberikan sedikit tetesan keringat dari bali jas lab yang tak sebanding dengan tetesan darah dibalik seragam perjuangan para pahlawan. MERDEKA

Salam

DhaVe
Lab, 160811, 19.30

12 thoughts on “Cintaku untuk Negriku INDONESIA

  1. dhave29 said: 17 Agustus 2010, menjelang maghrib berjalan menyusuri lembah di sisi timur Gunung Merbabu. Sebuah air terjun cantik yang disebut Tempuran menjadi lokasi untuk merakan HUT Kemerdekaan Indonesia. Walau hujan turun dengan lebatnya, tak mengurungkan niat untuk berhenti melangkahkan kaki. Di pagi hari saat mentari muncul dari ufuk timur seiring gema proklamasi dikumandangkan. Sejenak mengheningkan cipta untuk mengenang pejuang yang mempertaruhkan jiwa raganya.

    tak terkira aroma mistiknya berada di sini hehehe

  2. dhave29 said: Sebuah reaktor pengolahan air limbah yang nantinya untuk mengolah air bumi pertiwi agar tetap lestari. Cinta Tanah Air, kini mencoba bagaimana mencitai air agar tetap abadi dan berguna bagi nusa dan bangsa.

    juosssss setuju sekali, terutama bebaskan air dari residu2 kimia tak terurai

  3. dhave29 said: Sebuah reaktor pengolahan air limbah yang nantinya untuk mengolah air bumi pertiwi agar tetap lestari. Cinta Tanah Air, kini mencoba bagaimana mencitai air agar tetap abadi dan berguna bagi nusa dan bangsa.

    soyo suwe soyo kalem…xixiix

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s