Menjadi Laba-laba di Comberan

Sepertinya saat ini agak kurang sreg jika setiap kegagalan dianalogikan seperti Laba-laba yang merajut jaring. Terpuruk, lalu bangkit dan memulai satu persatu, seperti saat hewan berkaki delapan membuat sarangnya. Sepintas memang benar, Laba-laba bisa jadi contoh yang baik, tetapi ternyata hewan tetaplah hewan yang tidak bisa belajar dari setiap kegagalan, namun naluri yang menuntunnya untuk tetap bertahan hidup.

Hampir satu bulan berkutat dengan air comberan, selokan atau sungai. Limbah cair dari rumah tangga yang biasa disebut sebagai limbah komunal. Tidak usah dibayangkan seperti apa bentuk, bau dan rasanya. Dari air cuci pakaian, toilet, bekas mandi, kotoran manusia dan masih banyak lagi seperti disaat Anda dengan santainya mengguyur air ke selokan. Banyak orang yang tidak sadar betapa mahalnya air dan betapa sulitnya mengolah, namun begitu mudahnya menggunakan dan membuangnya.

Mungkin warga perkotaan tak akan tahu darimana sumber air yang digunakan sehari-hari. Air PDAM biasa memakai dari mata air, tetapi tidak sedikit yang memanfaatkan air sungai. Air sungai adalah mumpulan dari air got, selokan, comberan, hujan yang tumplek blek di aliran sungaui lalu dibendung, ditampung diolah dan didistribusikan ke masyarakat. Apakah mereka sadar, air yang digunakan untuk mandi adalah air seni yang diolah, atau air dari sisa orang memandikan kerbau yang kemudian diolah oleh PDAM.

Untungnya masyarakat tidak banyak yang tahu darimana air yang mengalir di rumah-rumah mereka berasal dan diproses, andaikata tahu pasti akan berpikir ulang untuk menggunakannya. Menjadi pertanyaan sekarang, air yang baik itu apa?. Tidak berwarna, berbau, berasa.. bagaimana dengan air teh, kopi…?. Mungkin tepatnya, air yang bebas bahan cemaran, baik fisik, kimia dan biologis. Jangan berpikir air dari mata air itu aman, demikian juga air olahan itu buruk.

Limbah komunal, atau limbah rumah tangga adalah penyumbang air terbesar yang dibuang dalam keadaan tercemar. 1 bulan ini disibukan dengan membuat reaktor pengolahan air limbah komunal sehingga layak untuk dibuang ke lingkungan atau digunakan kembali. Beberapa model reaktor dibuat, dengan berbagai rekayasa dan konstruksinya. Berkali-kali gagal dan mendapat hasil yang kurang memuaskan. Banyak tenaga, waktu, biyaya dan pemikiran yang harus dicurahkan untuk proyek ini.

Maka akhirnya jadilah sebuah prototype reaktor pengolahan limbah komunal yang bisa dipasang diperumahan. Sebuah harapan besar, air limbah bisa dimanfaatkan kembali walau hanya untuk menyiram tanaman, siram mobil atau dibuang ke lingkungan dalam keadaan aman. Sudah banyak penelitian tentang pengolahan limbah komunal, tetapi saat ini tidak ada yang mampir ke masyarakat. Menjadi pertanyaan sekarang, penemuan ilmuwan apakah hanya sebatas dokumen saja? atau sudah diabdikan pada masyarakat.

Harapan besar, penemuan ini bisa menjadi sumbangsih masyarakat, walau hanya reaktor sederhana. Reaktor 6 sekat yang berisi lumpur aktif, bio film, dan filter bisa mengurangi cemaran limbah komunal yang bisa dipakai tiap-tiap rumah. Lanjutan riset dengan penambahan klorinasi, softener, uv filter atau ozonasi diharapkan air bisa dan layak untuk dikonsumsi. Riset ini masih jauh dari kata sempurna, namun tak seperti laba-laba yang dengan tekun merajut jaring-jaringnya. Setiap kesalahan dan kegagalan, selalu evaluasi dan cari inovasi kembali. Mungkin setiap hari akan selalu gagal dan selalu berganti metoda, sehingga tidak memperbaiki jaring yang rusak tetapi mengganti dengan jebakan model lain. Sesekali menjadi laba-laba dengan insect traper, yang jauh lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan, tentu saja dengan belajar dari setiap kesalahan dan terus melakukan inovasi.

salam

DhaVe
KK,140811,23.25

8 thoughts on “Menjadi Laba-laba di Comberan

  1. diBali jg sudah mulai ada yg spt itu…dipusatnya sudah dibangun tangki2 besar entah buat apa, sekarang dibikinin gorong2 baru, katanya nanti air buangan limbah RT akan khusus dibuang kesana… dan dialirkan semuanya menuju ke tangki2 besar itu untuk diolah ulang..

  2. pennygata said: diBali jg sudah mulai ada yg spt itu…dipusatnya sudah dibangun tangki2 besar entah buat apa, sekarang dibikinin gorong2 baru, katanya nanti air buangan limbah RT akan khusus dibuang kesana… dan dialirkan semuanya menuju ke tangki2 besar itu untuk diolah ulang..

    patut jadi percontohan Sist…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s