Paskah Kok Malah Kerja Bakti

Paskah sebuah kemenangan dari maut dan simbol kebebasan dan keselamatan. Semua bersuka cita, lewat pengorbanan dan cucuran darahNya di kayu salib semua yang percaya diselamatkan. Karya keselamatan telah diberikan secara cuma-cuma kepada mereka yang percaya kepadaNya. Yesus telah menggenapi apa yang telah difirmankan Tuhan, bagaimana dirinya harus dicucuk lambungnya untuk memastikan kematianNya di kayu salib. Disaat semua berduka meratapi kematiannya, disisi lain ada yang bersuka cita ”dia telah menggenapi fimanNya dan menebus dosa manusia”.

Berbicara tentang penebusan dosa dan keselamatan, semua mata tertuju pada firdaus. Surga menjadi tujuan akhir dari segala-galanya, dan semudah apakah mencapai surga itu. Apakah hanya lewat penyaliban Yesus, umatNya sudah dijamin masuk surga. Jaminan itu pasti, tetapi apakah umatNya bisa menjaga garansi dan harga yang telah dibayar lunas untuk keselamatan?. Tidak semudah itu menerima upah surga dari Dia, sebab konsekwensi masuk surga tidak semudah itu.

Mungkin sangat mudah berkata ”asal percaya beres”, dan apakah semudah penyamun yang berkata ”Bapa ingatlah aku..” dan dijawab Yesus ”saat ini juga engkau ikut aku ke Firdaus”. Enak ya, menjelang ajal, bertobat langsung mesuk surga. Tidak semudah dan sesederhana itu, mau mati, bertobat dan langsung masuk surga. Coba, siapa juga mau disalib, menghadapi cercaan banyak orang dibawah sana, dan di diantara dua kayu salib ada yang dihujat habis-habisan. Seorang penyamun yang tak punya harapan lagi, namun didetik-detik akhir kehidupannya mampu memberi pernyataan kepada dunia, bahwa dia percaya disisinya adalah juru selamat. Tidak mudah mengambil keputusan, ”aku percaya” disaat yang di percayai tergolek lemah tak berdaya di kayu salib dengan mahkota durinya.

Lupakan penyamun yang dapat bonus masuk surga menjelang kematiannya, sekarang berpikir bagaimana kita menerima bonus tiket masuk surga tersebut. Ikut Yesus, yakin selamat, semudah itu kah?, sangat sulit dan berat, lebih mudah seekor unta masuk lubang jarum. Syarat ikut Yesus, harus berani menanggung dan memikul salibNya. Nah jika lulus mikul salibnya, baru dah layak masuk nirwana. Kalo cuma mudal percaya, semua juga bisa, lha wong itu cuma gombal dibibir saja.

Percaya adalah keyakinan yang diimani, namun iman tanpa perbuatan adalah mati. Mati adalah maut, dan maut ya neraka jahanam sana. Bagaimana harus berbuat, apakah harus seperti Simon dari Kirene yang ikut gotong tiang salib Yesus, bisa juga demikian. Apakah ibadah di gereja, bergaul dengan orang beriman bisa juga menjadi bagian manggul salib, itu salah satu bagian kecil. Apakah inti dari memanggul salib yang Yesus maksud?.

Yesus tidak mengharuskan masuk surga layakanya penyamun atau murid-muridnya dan para Nabi, tetapi hiduplah seperti Dia. Dia hanya memberi 2 ajaran, kasihinilah Tuhan Allahmu dan sesamamu, yah hanya hukum kasih. Jika sudah bisa mengasihi, maka persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup. Tak ada guna ibadah sambil nangis dan teriak-teriak jika tak ada kasih. Apa guna kekayaan dan kelebihan jika tidak untuk orang lain. Makna paskah kali ini mengasihi dan persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup.

Mengasihi sodara, terlebih mereka yang kita benci dan menyakiti. Jika kasih itu ada, siapa yang kita benci atau menyakiti, sirna sudah menjadi sebuah kedamaian hidup. Persembahkan kemampuan dan kelebihan kita, bukan hanya untuk dipamerkan dan kesombongan, tetapi berikan buat sesama. Yah makna paskah kiranya tidak hanya melengkapi bibir manis dihadapan Tuhan, tetapi nyatakan kepada sesama. Tuhan tidak melihat bagaimana ketaatan kita dengan rutinitas ibadah, tetapi lebih bagaimana aplikasi ibadah itu untuk sesama. Hari ini saya tidak ke greja, karena harus kerja bakti…. terserah pendapat anda…

Advertisements

20 thoughts on “Paskah Kok Malah Kerja Bakti

  1. dhave29 said: Mengasihi sodara, terlebih mereka yang kita benci dan menyakiti. Jika kasih itu ada, siapa yang kita benci atau menyakiti, sirna sudah menjadi sebuah kedamaian hidup. Persembahkan kemampuan dan kelebihan kita, bukan hanya untuk dipamerkan dan kesombongan, tetapi berikan buat sesama. Yah makna paskah kiranya tidak hanya melengkapi bibir manis dihadapan Tuhan, tetapi nyatakan kepada sesama. Tuhan tidak melihat bagaimana ketaatan kita dengan rutinitas ibadah, tetapi lebih bagaimana aplikasi ibadah itu untuk sesama. Hari ini saya tidak ke greja, karena harus kerja bakti…. terserah pendapat anda…

    Trenyuh pada paragraf terakhir ini Mass…..Aku berpendapat sungguh sangat mulia aplikasi ibadah nyata ini MAsss…DIranah ini tak ada ke egoisan diri, benar2 berbagi kasih Tuhan untuk sesama lewat tangan nyata…. sebagai manusia….Thanks Masss…

  2. dhave29 said: Mengasihi sodara, terlebih mereka yang kita benci dan menyakiti. Jika kasih itu ada, siapa yang kita benci atau menyakiti, sirna sudah menjadi sebuah kedamaian hidup. Persembahkan kemampuan dan kelebihan kita, bukan hanya untuk dipamerkan dan kesombongan, tetapi berikan buat sesama. Yah makna paskah kiranya tidak hanya melengkapi bibir manis dihadapan Tuhan, tetapi nyatakan kepada sesama. Tuhan tidak melihat bagaimana ketaatan kita dengan rutinitas ibadah, tetapi lebih bagaimana aplikasi ibadah itu untuk sesama. Hari ini saya tidak ke greja, karena harus kerja bakti…. terserah pendapat anda…

    manggul salib cen abotrak tau sadarasline sing luwih luwih abot ki ye dipaku ning kayu salibsugeng paskahberkah dalem mas Badrun 😀

  3. alexandraprisnadiani said: banyak orang yang datang,namun tak dipilih..Semoga kita yg ikutan dipilih..Meksooo.. Heheheyang terpenting adalah bgmn kita berhubungan denganNya..Sugenk Happy Easter..Berkah Dalem..

    met paskah jua….kita dipilih dari sgala bangsa…

  4. ohtrie said: Trenyuh pada paragraf terakhir ini Mass…..Aku berpendapat sungguh sangat mulia aplikasi ibadah nyata ini MAsss…DIranah ini tak ada ke egoisan diri, benar2 berbagi kasih Tuhan untuk sesama lewat tangan nyata…. sebagai manusia….Thanks Masss…

    matursuwun Mas Trie….Semoga semua baik adanya….Kembali kasih

  5. rembulanku said: manggul salib cen abotrak tau sadarasline sing luwih luwih abot ki ye dipaku ning kayu salibsugeng paskahberkah dalem mas Badrun 😀

    yen dipaku urusan keri….iki manggul salib dulu…..hehehe 😀

  6. hardi45 said: Karena itu saya ke gereja sore hari saja! Selamat Hari Paskah, mas! Berkah Dalem!

    karya nyata lebih bermajkna….ditambah jangan lupa kegereja…..tuinggal pinter-pinter memage waktu kok,….semuan bisa tercapai..

  7. giehart said: karya nyata lebih bermajkna….ditambah jangan lupa kegereja…..tuinggal pinter-pinter memage waktu kok,….semuan bisa tercapai..

    Simpan Tuhan dihatimu…jadi apapun ga pernah jauh dari rumahNYA, karena rumahNYA ya hatimu…bisa dibawa kemana aja dan sedang apapun 😉

  8. giehart said: karya nyata lebih bermajkna….ditambah jangan lupa kegereja…..tuinggal pinter-pinter memage waktu kok,….semuan bisa tercapai..

    Selamat Paskah Mas, Semoga Tuhan senantiasa bersama kita.Nice share I like it verymuch.

  9. giehart said: karya nyata lebih bermajkna….ditambah jangan lupa kegereja…..tuinggal pinter-pinter memage waktu kok,….semuan bisa tercapai..

    artikel di atas bagus sekali, ini tulisan sendiri? salam kenal ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s