Saya dan Beta adalah Aku

[setelah ngubekngubek laptop seharian, ada juga gambar wajah saya, semoga berkenan ]

Lahir di sebuah desa kecil 28 tahun yang lalu dan belum genap diboyong transmigrasi ke Kalimantan. Masa kecil dihabiskan di hutan belantara yang serba kesulitan sarana dan prasarana. Jauh dari kota, sehingga jika ingin melihat pasar harus berjalan kaki 12KM dan menyebrang sungai dengan sampan. 7 tahun melewati masa sulit di pedalaman Kalimantan tengah. Akhirnya, setelah menerima raport kenaikan kelas 3 SD harus berpisah dengan kedua orang tua dan 2 adik. Hijrah ke Pulau Jawa demi pendidikan, harus di lalui. Dirawat kedua Kakek Nenek, hingga mereka wafat.

Tidak ada yang istimewa saat sekolah SD hingga SMA, yang ada nakal dan nakal yang luar biasa. Dimarahi guru dan sodara adalah makanan sehari-hari akibat kenakalan. Heran juga kenapa dimarahi dari kenakalan saya, apakah main bola setiap hari, atau setiap akhir pekan naik gunung, menghabiskan duit demi rol-rol film dan belajar berkelahi di dojo. Mengapa sodaraku yang tiap hari isinya cuma pacaran, merokok, mabuk, malas-malasan, badan tambun malah dibangga-banggakan. Semua bermakna ketika masuk bangku kuliah, dan kenalan semakin menjadi. Demonstrasi bagian dari kurikulum diluar kuliah, militansi ala mahasiswa jadi beban sks diluar sks bayar, suara vokal seakan sumbang dan bikin merah telinga, gondrong ala mapala itu fashion dan tongkrongan dilaboratorium menjadi rumah kedua. Masa kuliah memang luar biasa walau 7 tahun serasa 2 semester pendek, penuh kenangan dan pelajaran.

Gelar S.Si sudah nempel di ijazah dan saatnya mencari kerja. Bermacam pekerjaan sudah dicoba dan dirasakan, dan banyak sekali pengalaman disana. Orang-orang penuh dedikasi mengajari bagaimana bekerja dengan hati untuk realita kehidupan. Tukang batu, cat gedung, hingga kuli sudah mengalir deras, sehingga tak kaget jika jadi kuli dadakan. Juru poto hingga juru gambar gerak, sudah lulus ujian. Jadi pemain bola antar kampung dengan bayaran recehan hingga ratusan ribu juga saya terima, walau kadang musti apel ke sangkal putung untuk benerin otot dan tulang. Gaet di gunung hingga kuli panggul untuk pendakian sudah menjadi rutinitas akhir pekan.

Dipikir dan di kaji ulang, saya lulusan biologi masak jadi camera person, atau foto grafer, lantas ngapain aja 3 tahun ngendon di lab. Akhirnya terdampar disebuah perusahaan Jepang yang mengolah ikan laut. Jabatan pertama staf laborat, lalu naik jadi kepala Lab, dasr nasib sial lalu diangkat jadi pimpinan produksi, setelah itu lengser gara-gara tusukan dari belakang. Kembali ke laborat yang menjadi habitat saya, dan akhirnya meloncat ke RnD adn bertahan disana. Menjadi pimpinan langsung di bawah 1 grade ama boss, juga pernah, namun kini tinggal kenangan, semua ada masa dan waktunya. Rasa iri dan tidak senang mengharuskan harus segera angkat koper didalam pekerjaan sebelum ditendang karena rasa tidak senang dan persaingan.

Singkat kata, kantor tarik ulur karena investasi SDM yang tidak tergantikan harus minggat. iming-iming duit, jabatan, dan fasilitas terpaksa harus dilupakan dan keputusan bulat untuk studi lanjut. Bangku magister terasa empuk dan memanjakan, lalu seolah membawa ke jaman saat-saat harus nongkrong didepan mikroskop. Mungkin bagi orang, laborat adalah tempat angker, tetapi bagi saya, dari laborat saya bisa mengintip dunia lain yang orang lain tidak bisa melihat. Dilaboratorium ada kehidupan dan saya hidup disana. Habitat yang cocok buat orang yang mendekati gila, setengah autis, kelewat nakal. Saya tidak istimewa, bahkan tidak lebih dari orang lain. IPK 1,9 adalah nilai maksimal saat awal kuliah, disaat semua down saya masih bisa tersenyum bangga dengan IPK nasakom. Laborat adalah kehidupan yanga membuat saya hidup dan melihat terus kehidupan. Saya adalah saya….
[TERIMKASIH UNTUK UCAPANNYA DAN TUHAN MEMBERKATI SODARA SEMUA]

salam

DhaVe

56 thoughts on “Saya dan Beta adalah Aku

  1. sulisyk said: belum baca isinya, baru lihat foto paling atas langsung ngakak pol hahahahahahahawes ah rasah diwaca wae, ngematke foto2ne wae😀

    wakakkaka,kok padha aku yaaa……….ngakak gugling guglinggg

  2. sulisyk said: belum baca isinya, baru lihat foto paling atas langsung ngakak pol hahahahahahahawes ah rasah diwaca wae, ngematke foto2ne wae😀

    met milad yaaaaaaaaahmmm akhirnya buka topeng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s