Hitung Nilai Kamera dan Foto Anda

Siapakah diantara anda yang tidak ingin diambil gambarnya dengan kamera?, saya kira semua pasti merelakan diri, kecuali bagi mereka yang bermasalah dengan privasi. Ngomong-ngomong masalah foto, berapa sih harga setiap lembar dari gambar hasil jepretan?. Jika ditaksir, bisa saja mahal, sangat mahal, tak ternilai, murah bahkan tidak ada harganya. Itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah foto. Lantas apa yang membuat foto itu mahal..? tergantung pembelinya kenapa mau membayar mahal untuk foto itu. Bisa karena momment, menarik, langka, bagus, atau memang punya idealisme tersendiri.

Nah bagaimana jika foto itu dikatakan murah atau bahkan tak bernilai sama sekali?. Apakah foto tersebut jelek, tidak monumental, atau tidak ada yang tertarik sama sekali, bisa juga iya bisa juga tidak. Tidak semua foto yang jelek atau tidak menarik sama sekali tidak ada harganya. Apa sih yang menarik dari foto orang membaca secarik kertas dihadapan orang banyak, tentu tidak menarik bukan. Bagaimana jika yang membaca tersebut Sang Plokamator dengan momentum hari kemerdekaan? tentu saja foto tersebut tak ternilai harganya.

Bagaimana dengan foto-foto yang anda hasilkan dan berapa anda memberi harga dari setiap gambarnya. Mungkin foto yang berharga, bagus, menarik akan anda simpan baik-baik bahkan di back up berkali-kali agar aman. Nah foto yang tak berharga, jelek, tidak bermakna segera cepat-cepat control A lalu pindah ke tong sampah daripada bikin penuh hard disk. Secara tidak langsung anda sudah memberi nilai foto anda dengan cara menghapus. Lebih parah lagi disaat anda menghapus setelah membuka rana lalu melihat preview dan langsung menghapusnya.

Lantas, bagaimana membuat foto yang memiliki harga dan benar-benar berharga. Mungkin anda bisa memulainya dengan menghargai perangkat fotografi anda. Dahulu dengan kamera plus negatif film akan terasa sekali betapa berharganya selembar slide film. Sekarang era digital tidak perlu kawatir dengan angka 36 bonus 2 slide, tetapi bisa berfoya-foya dengan ratusan bahkan ribuan foto yang bisa direkam dikamera. Apakah teknologi digital dengan kemampuan jauh lebih produktif ”jumlah foto” dibanding kamera analog memberikan nilai yang berbeda dari setiap slide. Mungkin orang akan bilang iya, karena mempunyai kapasitas kartu memori yang besar, ada juga yang bilang tidak.

Bagi mereka yang bisa menghargai setiap file dalam kartu memori, akan berhati-hati sekali dalam memotret. Bukan masalah pelit dengan gudang penyimpanan di memory card, namun menghargai setiap jepretan dengan penuh apresiasi, sepenuh hati, dipikir masak-masak dan seni yang kental. Jadi sebelum motret semua harus dikonsep dengan matang, jadi hanya sekali jepret selesai sudah dan itulah yang terbaik. Namun yang namanya manusia memang tak ada puasnya, bisa saja diulang berkali-kali hingga dapat gambar yang baik dan terbaik.

Mungkin dalam teknis kamera, beban memori card bisa dianggap murah meriah, tinggal hapus atau format selesai. Bagaimana dengan shooter count, bukankah akan semakin berkurang saat anda jeprat-jepret. Memang tidak akan tahu berapa jumlah SC dikamera anda, minimal sekali jepret anda sudah mengurangi nilai pakai dari kamera anda. Nah dengan semakin berkurangnya nilai pakai dikamera anda, apakah diiringi dengan foto-foto yang tidak bernilai?.

Memang motret adalah hak istimewa yang empunya kamera, tetapi apakah tidak bisa mengapresiasi setiap kali tangan memencet tombol rana. Bolehlah nilai pakai berkurang, tetapi nilai karya musti dan harus ada. Menghapus foto yang tidak sreg bolehlah dan sah saja, tetapi bagaimana jika setiap gambar yang kita hasilkan adalah proses sekali jadi. One Shoot One Kill, kira-kira begitu jadi nama file anda bisa berurutan dan tidak saling meloncat, dan bisa jadi bukti anda tidak menghapus dari kamera. Layaknya kamera analog dengan negatif film, begitu juga anda menghargai kamera anda untuk memberi nilai dari setiap hasil jepretan. Bukan maksud pelit, setidaknya anda bisa lebih bijak dan berfikir untuk membuka tombol rana, kecuali skill sudah menjadi gerak reflek.

Salam

DhaVe
Indonetww,290311.2010

26 thoughts on “Hitung Nilai Kamera dan Foto Anda

  1. duluu jaman kamera masih analog masih pake film.klo jepret walaupun kameranya cuma pocket gak sembarangan.Tapi kinii sejak digital udah marak, ya sik ajah jepret-jepret dengan pocket..yaa sebatas mengabadikan moment saja..btw baru tau klo keseringan mencet tombol shooter bakal meperpendek masa pakai kamera, apa itu ahanya berlaku untuk yg DSLR ajah yaa?*maklum gak ngerti ttg poto-poto

  2. nitafebri said: duluu jaman kamera masih analog masih pake film.klo jepret walaupun kameranya cuma pocket gak sembarangan.Tapi kinii sejak digital udah marak, ya sik ajah jepret-jepret dengan pocket..yaa sebatas mengabadikan moment saja..btw baru tau klo keseringan mencet tombol shooter bakal meperpendek masa pakai kamera, apa itu ahanya berlaku untuk yg DSLR ajah yaa?*maklum gak ngerti ttg poto-poto

    nah loh…ketauan nie..apalgi kamera hengong..saya kira semua kamera sama aja, namun DSLR ada itungannya…. kan ya.. bisa sensor soak, dan onderdil lainnya…. pasti selalu berkurang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s