Sehari 8 Gelas, Masak sih…?

Berurusan dengan orang-orang yang berkutat dengan kesehatan memang ribet dan membingungkan. Katakanlah ngobrol dengan seorang dokter di ruang periksa, pasti isinya hanya intimidasi ”mau sembuh apa ngga..?”. Jika tidak percaya, saat anda sakit tiba-tiba ada satu resep obat antibiotik, bolehkan kita bertanya ”apakah dokter tahu riwayat sakit saya berkaitan dengan antibiotik,,,?”. Dokter yang baik mungkin akan menganalisa ulang, tapi ada juga yang ngancam ”mau sembuh apa ngga…? getu aja ribut”. Apakah itu etika kedoteran atau memang rahasia perusahaan, saya tidak tahu, yang pasti ada saja yang ditutup-tutupi. Jika semua transparan, maka resep dokter akan ditulis rapi begitu juga dengan harga obat persis standar dari pabrik.

Lupakan hak prerogratif dan arogansi dokter yang keblinger, tapi mari kita tarik sisi positif dari tabib jarum suntik tersebut. Pernah dengar aturan mengkonsumsi obat..? ”kalo minum obat, kesane kaya teh anget saja”. 3 kali sehari sesudah makan, mungkin yang terbesik dipikiran anda, pagi, siang dan malam. Ingatkah bahwa sehari ada 24 jam, jika sehari 3 kali maka bisa dihitung dengan selisih 8 jam bukan?. Memang itu itungan matematisnya, tetapi tetap saja menyesuaikan dengan keadaan.

Nah jika sekarang saya tanya, berapa sebaiknya anda minum dalam sehari.?. Sudah pasti semua berpikiran 8 gelas sehari. Apakah ada yang bertanya, yang dipakai gelas apa..? apa gelas beer ukuran 1 liter. gelas blimbing 250mm, gelas sloki 50ml atau gelas ukur lab 2,5liter?. Apakah ada penjelasan pasti tentang patokan sehari dalam mengkonsumsi air..? atau tetap berkutat dengan 8 gelas per hari.

Konsumsi air itu tidak tergantung dari 8 gelas sehari, tetapi dilihat aktivitasnya apa, kondisi tubuh dan jenis makanan. Jika anda sedang kerja romusha lari 100km tentu saja butuh banyak minum, berbeda saat anda sakit. Bagaimana jika anda sehari makan banyak sekali buah-buahan seperti mentimun apa semangka, apakah masih wajib 8 gelas sehari?, tentu saja tidak. Memang benar, minumlah saat haus tetapi alangkah baiknya semua ditakar dan tidak lebih atau kurang.

Menurut dokter Yongki I Purnama dari RSPAD Gatot Subroto, ada standarisasi dalam mengkonsumsi air. Katakan pada kondisi normal ”anda sehat, kativitas biasa saja”, maka bisa dipatok kebutuhan air anda. Katakanlah berat badan anda 62KG, maka ada rumusnya. 10kg pertama dikalikan 100ml, 10kg kedua dikalikan 50ml dan sisanya dikalian 20ml. Mari kita hitung sama-sama;
10kg x 100ml = 1000ml
10kg x 50ml = 500ml
42kg x 20ml = 840ml
——————————————-
62kg ———————> 2.340ml atau setara dengan 2,3liter lebih dikit.
Nah kira-kira seperti itu hitungannya, karena Pak Dokter yang bicara panjang lebar maka ya percaya saja. Tetap ada catatan, kebutuhan air tidak hanya dari apa yang anda minum, tetapi apa yang anda makan. Sebagian besar makanan mengandung air, seperti nasi, roti, buah, termasuk gorengan dan semuanya bisa dijadikan sumber air yang tidak diminum.

Pertanyaan sekarang bagaimana saya tahu kalau saya kurang air..?. Tubuh punya mekanisme tersendiri disaat anda kurang air, seperti;haus, bibir kering, kulit kering, air kencing berwarna, lemas dan lain sebagainya. Ingat sebagian besar tubuh manusia adalah air, makan kebutuhan vital tersebut harus cukup, tidak boleh lebih atau kurang. Lantas air apa yang sehat dan layak dikonsumsi? apakah masih berkutat dengan tidak berbau, berasa dan berwarna? kalo demikian maka saya melarang anda minum kopi, teh dan susu buka terlebih lagi tajin. Semua air boleh diminum, asal sehat, nah sehat itu yang susah. Pakah sudah bebas dari logam berat, toksin/racun, bahan kimia berbahaya, radiasi nuklir, atau terkontaminasi cemaran mikroorganisme.?. Saya kira kita jadilah orang yang bijak dan pandai menilai sesuatu dan jangan kaku. Semoga bermanfaat

salam

DhaVe
KK,280311, 20:35

15 thoughts on “Sehari 8 Gelas, Masak sih…?

  1. dhave29 said: Tetap ada catatan, kebutuhan air tidak hanya dari apa yang anda minum, tetapi apa yang anda makan. Sebagian besar makanan mengandung air, seperti nasi, roti, buah, termasuk gorengan dan semuanya bisa dijadikan sumber air yang tidak diminum.

    tambahan dari simbok : …… termasuk ketika mandi….. *true story, tadi pagi….

  2. dhave29 said: Konsumsi air itu tidak tergantung dari 8 gelas sehari, tetapi dilihat aktivitasnya apa, kondisi tubuh dan jenis makanan. Jika anda sedang kerja romusha lari 100km tentu saja butuh banyak minum

    dan kemarin dapet anjuran”lil, kalo mo latihan renang ga usah bawa gendul minum ya”dan buktinya begitu berendam 1 jam di air haus itu langsung hilangbegitu juga dengan gas lambung yg terus menerus keluar hehehhee

  3. dhave29 said: Konsumsi air itu tidak tergantung dari 8 gelas sehari, tetapi dilihat aktivitasnya apa, kondisi tubuh dan jenis makanan. Jika anda sedang kerja romusha lari 100km tentu saja butuh banyak minum

    gw brp gelas yaaa ???? lupa ingatan nich hahaha

  4. dhave29 said: Konsumsi air itu tidak tergantung dari 8 gelas sehari, tetapi dilihat aktivitasnya apa, kondisi tubuh dan jenis makanan. Jika anda sedang kerja romusha lari 100km tentu saja butuh banyak minum

    minum sebelum haus, krn kalo sudah merasa haus maka itu artinya sudah dehidrasi

  5. rirhikyu said: Wakakakaka…. knopo tohk kang? Baru debat?

    Biasa kalo ketemu Dokter yang ngga mau diajak diskusi…. asal nulis resep ama dianogsa aja…. kira-kira ini penyakite…ngawur ngga ntuh?

  6. rembulanku said: dan kemarin dapet anjuran”lil, kalo mo latihan renang ga usah bawa gendul minum ya”dan buktinya begitu berendam 1 jam di air haus itu langsung hilangbegitu juga dengan gas lambung yg terus menerus keluar hehehhee

    Nah terbukti kan….?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s