Tukang Foto Aji Momment

3 hari yang lalu mungkin hari yang sedikit sibuk bagi saya. Dapat Job buat motret, yang mungkin saya istilahkan sebagai relawan, karena teman sendiri yang meminta untuk diambil gambarnya dalam acara wisuda. Ironisnya, Sering sekali diminta bantuan untuk jadi tukang foto acara wisuda atauapun pratoga, namun belum sekalipun difoto saat acara tersebut karena saat lulusan tidak ikut. Bukan masalah foto atau tidak difoto, namun ada sedikit cerita yang kadang membuat jengkel atau geli sendiri.

Disebuah ruangan dilantai 5 gedung tempat saya mengais ilmu, diadakan acara pratoga untuk program magister dan seperti biasa jatah saya bagian dokumentasi. Disaat acara hendak dimulai, persiapan kamera dan lighting sudah siap, namun dari pintu lift muncul 3 sosok dengan tas kamera besar dan tripod beserta lampu. “wah jangan-jangan nie fotografer resminya dan saya ban serep saja, tapi tak apalah kan saling melengkapi” pikir saya. Disaat saya sedang mempersiapkan alat fotografi saya, salah 1 dari 3 orang dengan kamera DSLR langsung menghajar awal sesi acara.

Keliling dari meja ke meja, stan ke stan dan tak satupun muka terlewatkan. Semua yang hadir seolah dihajar dengan kamera plus flash built in. Saya heran, masak kaya gini mendokumentasikan acara. Seolah tanpa ragu dan permisi langsung hajar semua yang ada didepan mata. Hebatnya lagi satu persatu muka dihajar dengan flash yang tidak terkontrol dan program yang otomatis jika dilihat dari setingan kamera. Acara belum sepenuhnya dimulai masih saja menghajar semua hadirin tanpa terkecuali. Anehnya lagi, yang barusan keluar dari pintu lift juga dihajar.

Tak lama berselang, terjadi serah terima kamera dan memory card dan salah seorang bergegas turun dengan buru-buru. Acara berjalan dan saya kembali menjalankan tugas saya. Singkat cerita, acara selesai dan kebetulan saya ada acara, maka segera pamitan kepada panitia untuk meninggalkan acara. Disaat keluar dari pintu lift dilantai dasar, mata terbelalak dengan puluhan foto yang dijajar dilantai. Setelah saya perhatikan ternyata acara tadi yang saya potret kini sudah tercetak dan digelar. Apakah yang didalam gambar tersebut langsung bisa mengambilnya..? tentu tidak karena harus menebus dengan uang yang hampir 3-5 kali lipat harga normal. Kesimpulan saya, mereka adalah fotografer spekulan yang memanfaatkan moment lalu menjualnya. Mungkin untuk acara wisuda akan jelas siapa yang difoto dengan dress code baju wisuda, nah kalau acara pratoga bersiaplah gulung tikar, karena jumlah keluarganya lebih banyak daripada wisudawan dan saya ragu mereka mau menebusnya sebab mayoritas sudah membawa kamera digital saku dengan moment yang jauh lebih baik.

Episode kedua disaat diminta acara motret teman setelah acara wisuda selesai. Banyak sekali fotografer yang hilir mudik kesana kemari menawarkan jasa fotografi. Akhirnya ketemu dengan teman, dan ada satu moment yang membuat saya seperti hilang ingatan sesaat. Disaat teman sedang antri foto dengan Rektor dihalaman balairung ada sebuah keluarga yang sedang foto bersama Rektor. Saya yang saat itu juga sudah didepan mereka langsung saja memasang kamera saya sekalian menyeting kamera, namun bukan untuk memotret mereka. Salah satu dari keluarga mereka, sepertinya memberikan tanda kepada saya untuk memotret, yak tak apalah sekali jepretan saja tidak apa-apa dan anggap saja test drive.Disaat teman dan Rektor sudah selesai saya potret, kemudian saya didatangi salah satu keluarga yang tadi saya potret. “hey kamu, jangan lupa cetak yang bagus, besok saya cari didepan harus ada”. Seolah saya hilang ingatan sesaat, apa yang dimaksud bapak tadi dengan aksen Indonesia timur yang galak dan keras. Duduk termenung ditangga balairung sambil berfikir ‘siapa dia ya…? trus kasih fotonya bagaimana”. Alangkah berdosanya jika saya tidak bisa memberikan salah satu kenang-kenangan foto disaat mereka bersama rektor berfoto bersama.

Saya baru sadar setelah melihat banyak fotografer hilir mudik kembali menawarkan jasanya. “emang saya tukang foto keliling” benak saya bergejolak. Saya tidak mungkin kan menggelar hasil jepretan saya dipelataran kampus seperti mereka yang aji mumpung dengan momment tersebut. Dibalik rasa penasaran tersebut saya kemudian melacak siapa mereka sebenarnya. Lewat buku wisuda saua coba cocokan wajah dalam kamera saya dengan daftar wisudawan berdasar warna selempang yang menandakan fakultas Ekonomi.

Wajah yang yang sudah di make over habis-habisan memang jauh berbeda dengan pas foto 2×3 di buku katalog wisuda. Beberapa yang memiliki kesamaan wajah, alamat, langsung saya hubungi via pesan singkat. Hanya satu orang yang membalas pesan singkat saya dan mengaku kalau bapaknya tidak jenggot dan berkumis. Yang saya ingat buka wisudawannya, tapi wajah bapaknya yang garang dengan jenggot dan kumis kaya si Jampang. Pengin rasanya memberikan mereka kenangan terbesar berdiri bersama rektor, namun apa daya semua berlalu begitu cepat dan tak ada komunikasi. Perjuangan sekarang mencoba mencari siapa dia ala dedektif dadakan dan segera kenangan itu mereka dapatkan dengan GRATIS sebagai wujud kepuasan saya yang telah dipercaya.

Salam

DhaVe
GdG lt3 140311 09:58

22 thoughts on “Tukang Foto Aji Momment

  1. dhave29 said: sepuurane cak…. hehehe… kok gak sms seh…?

    Kan tak sms minggu isuk, tapi ra kok bales…yo wis paling kowe sibuk wae. Hehehehee…Aku wingi nang Candi Klero kok, yo pengen weruh koyo opo candine. Wis keturutan lan tak bahas ning MP.Next time wae lah, aku yo pengen ndelok prasasti sing nang Getasan kae lho. Plus pengen nang ndeso idaman hahahahahaa

  2. bambangpriantono said: Kan tak sms minggu isuk, tapi ra kok bales…yo wis paling kowe sibuk wae. Hehehehee…Aku wingi nang Candi Klero kok, yo pengen weruh koyo opo candine. Wis keturutan lan tak bahas ning MP.Next time wae lah, aku yo pengen ndelok prasasti sing nang Getasan kae lho. Plus pengen nang ndeso idaman hahahahahaa

    sepurane maneh nomerku ke blokir malem minggu, iki mari tak gawa neng galeri dan jam 11 wis on maneh hehehe..

  3. dhave29 said: sepurane maneh nomerku ke blokir malem minggu, iki mari tak gawa neng galeri dan jam 11 wis on maneh hehehe..

    kalau yang dipanggung selain fotografer yang ditunjuk panitia ga bisa motret soale. saya cuma bisa motret dari balkon atas aja. Lainnya foto2 di luar sama temen2nya

  4. sulisyk said: kalau yang dipanggung selain fotografer yang ditunjuk panitia ga bisa motret soale. saya cuma bisa motret dari balkon atas aja. Lainnya foto2 di luar sama temen2nya

    iya ya.. tele lebih berkuasa hahaha

  5. sulisyk said: katanya mode P = mode profesional hahahaha

    wah bisa menarik pelajaransuk kalo aku dapat undangan suruh motret acara wisuda, aku ndak perlu repot2 jeprat-jepret lalu buka dagangan disana :DAku pernah ditawari mas, suruh motret moment (ditempat wisata) dan hasil langsung jadi terus digelar ala pasar malam, tapi aku ogah soale takut menanggung rugi kalo ga ditebus piye jal…..

  6. rembulanku said: wah bisa menarik pelajaransuk kalo aku dapat undangan suruh motret acara wisuda, aku ndak perlu repot2 jeprat-jepret lalu buka dagangan disana :DAku pernah ditawari mas, suruh motret moment (ditempat wisata) dan hasil langsung jadi terus digelar ala pasar malam, tapi aku ogah soale takut menanggung rugi kalo ga ditebus piye jal…..

    nah itu, namanya juga aji momment… penuh spekulasi getu…

  7. rembulanku said: wah bisa menarik pelajaransuk kalo aku dapat undangan suruh motret acara wisuda, aku ndak perlu repot2 jeprat-jepret lalu buka dagangan disana :DAku pernah ditawari mas, suruh motret moment (ditempat wisata) dan hasil langsung jadi terus digelar ala pasar malam, tapi aku ogah soale takut menanggung rugi kalo ga ditebus piye jal…..

    Kepuasaan batin kalau bisa nemuin keluarga tsb..begitu mas dhave?๐Ÿ™‚

  8. xradenx said: Kepuasaan batin kalau bisa nemuin keluarga tsb..begitu mas dhave?๐Ÿ™‚

    Betul sekali… foto sangat begitu bermaksa saat bisa berguna bagi orang lain dengan kisah dan emosi didalamnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s