Kripik Apel Malang, Tak Semanis Kemasannya

Sejuknya kota Batu Malang, memang memberikan sejuta kenangan dengan keindahan alamnya. Jajaran gunung-gunung yang mengelilinginya memanjakan mata untuk terus memandang. Sungai Barantas mengalir deras disisi kanan kiri jalan disaat perjalanan memasuki Kota Batu dari arah Jombang. Kota yang terkenal dengan sentra bebuahan, terutama apel memang memberikan daya tarik tersendiri,namun ada yang lebih menggelitik mata disaat ada apa dengan apel yang dikeringkan.

Sudah menjadi menu wajib disaat bepergian untuk sedikit membawa cindera mata sebagai barang bukti bahwa sudah sampai disana, Maka mata, nafsu dan dompet terjebak akan tawaran etalase dan penjaja makanan khas. Mata ini tertarik pada sebuah bungkusan paket besar yang berisi 9 bungkus kemasan kecil. Harga cukup kompetitif, karena saya tidak pandai menawar maka 25 ribu perak tidak masalah, sebab ada yang bisa memaksa untuk menebus dengan mahar 20 ribu perak,

Bebuahan hasil olahan fried dry, atau yang lazim disebut dengan goreng kering. Bebuahan seperti, apel, salak, nangka, dan melon digoreng dalam wadah bertekanan tinggi. Setelah digoreng lalu dipisahkan minyak dengan cara di sentrifugasi, atau diputar dalam kecepatan tinggi layaknya anda mengeringkan pakaian dengan mesin cuci. Rasa gurih, manis dan gurih layaknya buah asli begitu nendang dilidah.

Usai transaksi, kembali saya perhatikan label dalam kemasan. Dalam label yang hari dari gambar tempel dalam kemasan plastik alumunium foil yang diseaeler, tidak ada data kapan kadaluarsa, kode produksi, berat bersih, namun hanya nampak samar dalam kemasan yang di press. layaknya membeli kucing dalam kardus, begitu sampai dirumah berharap bisa menikmati bebuahan fried dry tapi harapan itu mlempem saja.

Setelah di buka dengan sedikit paksa, di ujung bawah mengumpul bebuahan yang nampak berwajah gosong. Rasanya seperti menikmati ikan buntal dengan perut gembunya, namun disaat sudah kempis segede jempol. Kemasan seolah menjebak persepsi dibalik kemasan besar ada isi yang banyak, namun tong kosong tetap nyaring bunyinya. Silahkan berbicara “ana rego ana rupa”, namun disini ada harga tidak sesuai dengan kenyataan. Bolehlah harga 25 ribu dibalasa dengan isi sepuluh biji apel goreng yang diiris tipis, tetapi setidaknya ada informasi dalam kemasan bahwa “maaf isi hanya sepuluh potong”.

Kemasan yang nampak mewah dengan ukuran besar yang berbanding terbalik dengan isi juga terdapat pada makanan kemasan lain. Seolah harga yang dibayar bukan produk, tetapi teknologi canggih yang bisa memasukan udara lalu menjebak didalamnya layaknya ikan buntal. Apel melang memang manis, namun lebih manis kemasanya dan terlalu manis untuk isinya yang berkoloni diujung kemasan. Memang coba dulu sebelum membeli wajib dilakukan agar berbuah manis.

Salam apel krowak
GdGlt4, 0703011, 10:15

18 thoughts on “Kripik Apel Malang, Tak Semanis Kemasannya

  1. alexandraprisnadiani said: hahahakita kena ttiiiipppuuuunte ulil tengah malem langsung ngembat 5 bungkus.aku isin ne meh bagi2 oleh2 bwt tetangga..di-embat dw ae..hahaha

    sing apel mayan akeh, aku mau bar buka salaka chips, isine mung sak jumput..hehehewah jan..kita sukses.. sukses dibohongi bakul kripik!!

  2. alexandraprisnadiani said: hahahakita kena ttiiiipppuuuunte ulil tengah malem langsung ngembat 5 bungkus.aku isin ne meh bagi2 oleh2 bwt tetangga..di-embat dw ae..hahaha

    hahaha kmrn aku sempet bilang lo isinya tu dkt bgt yg gd cm kemasan aluminium foilnya sempet tak ocok2. Tp sudahlah yg pntg dah nyoba hahaha

  3. alexandraprisnadiani said: sing apel mayan akeh, aku mau bar buka salaka chips, isine mung sak jumput..hehehewah jan..kita sukses.. sukses dibohongi bakul kripik!!

    haha…cilakanya lagi… niat hati buat hubungan internasional..malah buyar gara-gara diapusi bakule hahaha

  4. sulisyk said: hahaha kmrn aku sempet bilang lo isinya tu dkt bgt yg gd cm kemasan aluminium foilnya sempet tak ocok2. Tp sudahlah yg pntg dah nyoba hahaha

    lha gak kepikiran…coba ada sample kan bisa liat dan ngicipi”kalo ngga kenyang gak beli”hahaha….

  5. sulisyk said: hahaha kmrn aku sempet bilang lo isinya tu dkt bgt yg gd cm kemasan aluminium foilnya sempet tak ocok2. Tp sudahlah yg pntg dah nyoba hahaha

    dhave… ono rego ono rupo…..memang rodo gelo… tapi bisa juga sebagai pengalaman… mesti mbayar dan akhirnya tahu … sebenarnya hehehehe

  6. 3ojo said: dhave… ono rego ono rupo…..memang rodo gelo… tapi bisa juga sebagai pengalaman… mesti mbayar dan akhirnya tahu … sebenarnya hehehehe

    lha ini ana rego gak tau rupane Om hehehe…yah pengalama…n berharga dan sangat berharga hehe

  7. 3ojo said: dhave… ono rego ono rupo…..memang rodo gelo… tapi bisa juga sebagai pengalaman… mesti mbayar dan akhirnya tahu … sebenarnya hehehehe

    hahayyyyyy sep tenan ketemu om dhave

  8. 3ojo said: dhave… ono rego ono rupo…..memang rodo gelo… tapi bisa juga sebagai pengalaman… mesti mbayar dan akhirnya tahu … sebenarnya hehehehe

    Bang Dhave, dari sisi jumlah, membuat kesal karena bungkusannya terlihat besar, tapi dari rasa bagaimana? Apakah tepu-tepu juga atau emang enak? Kalau enak, berarti ruginya sekali, kalau nggak enak, ruginya berkali-kali. Nasib.

  9. papahende said: Bang Dhave, dari sisi jumlah, membuat kesal karena bungkusannya terlihat besar, tapi dari rasa bagaimana? Apakah tepu-tepu juga atau emang enak? Kalau enak, berarti ruginya sekali, kalau nggak enak, ruginya berkali-kali. Nasib.

    enak seh… ada yang gosng pahit-pahit gimana getu..asem juga ada hahaha….ya ndak apalah….

  10. papahende said: Bang Dhave, dari sisi jumlah, membuat kesal karena bungkusannya terlihat besar, tapi dari rasa bagaimana? Apakah tepu-tepu juga atau emang enak? Kalau enak, berarti ruginya sekali, kalau nggak enak, ruginya berkali-kali. Nasib.

    tekan omah tak buka mak byak langsung lemes melu mlempemngrasake isine ora mbejaji marake kapok….. gek isine ora 10 bungkus tapi mung 9 bungkus!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s