Anak TK dan Manusia Purba Awal dari Peradaban

Suatu ketika saat di laboratorium, seorang Prof memerintahkan mahasiswanya untuk menggambar, apa yang ada didepan matanya. Kebetulan saat itu yang dilihat adalah intrumen laboratorium. Gambar gelas, pipa, tabung, beberapa alat dengan bentuk yang aneh-aneh. Seorang mahasiswa yang kebetulan terlihat tidak begitu menikmati berceloteh ”kaya anak TK aja.. sudah besar gini suruh menggambar”, tanpa sengaja ucapannya didengar Prof. Mahasiswa lain pun setuju dengan ucapan teman, kenapa harus menggambar? langsung saja praktik.

Prof yang udah uzur lalu membetulkan letak kacamatanya dan dengan senyum pelitnya memandangi seluruh ruangan lab, termasuk hasil coretan mahasiswanya. Geleng-geleng kepala yang tidak bisa ditebak artinya menandakan ada sesuatu yang tidak beres dengan hasil lukisan anak didiknya. Wajah yang berkerut semakin berkerut, layaknya jeruk bumbu yang sudah tua. Setelah berkeliling lalu kembali dimeja kerjanya dan sambil bersandar di meja beliau mulai berkotbah.

”sodara-sodara apakah ada yang tahu, dari mana peradaban manusia dimulai…?” tanya Prof dan mahasiswa saling pandang dan geleng-geleng. ”baiklah peradaban dimulai dari TK dan manusia purba”. ”kob bisa Prof, lantas apa hubungan anak TK dan manusia purba” tanya seorang mahasiswa. Dengan santainya, beliau menjawab ”tidak mungkin kan dimulai dari mahasiswa layaknya sodara-sodara semu”. Seisi laboratorium semakin tidak memahami dan bingung.

Begini sodara-sodara, bahwa anak TK dan manusia purba ada sebuah relevansi yang tidak nyata, mereka sama-sama memulainya dengan menggambar. Perhatikan dinding-dinding goa purba yang penuh dengan lukisan sederhana mereka, begitu juga dengan tembok-tembok rumah, dimana cucu saya yang duduk di TK nol kecil corat-coret. Dari manusia purba berlanjut dengan peradaban maju, bagaimana bangsa mesir dengan gambar berupa simbol-simbol memulai peradabannya. bagaimana anak TK yang menjadi anak sekolahan mulai menggambar yang lebih rumit.

Dari menggambar semua dimulai, Wright bersaudara menciptakan pesawat terbang terinspirasi dari picaso dengan sketsa pesawat terbang. Frederic Silaban, dengan corat-coret diatas kertas kalkir mulai menggambar sebuah bangunan yang kini berdiri megah menjadi Masjid Istiqal. Bagaimana anak TK yang dulu hanya bisa menggambar dua buah gunung, dengan matahari terbit ditengah-tengahnya, burung berterbangan dan sawah dikanan kiri jalan, lalu berubah menjadi mahakraya hebat dalam cetak biru sebuah mesin yang rumit.

Menggambar dimulai dengan melukis imajinasi kita, lalu diteruskan dengan perhitungan-perhitungan yang rumit. Dengan gambar orang jauh lebih mudah untuk memahami sebuah konsep dibanding dengan rentetan huruf demi huruf. Pasti semua pernah menggambar, betapa sederhana atau rumitnya lukisan itu. Jangan membandingkan dengan maestro layaknya Basuki Abdulah, Afandi atau Michaelangelo, tetapi bagaimana dengan makna gambar tersebut. Lukisan tidak jelas seorang dokter, akan banyak mana disaat harus menangani seorang pasien, berbeda dengan Mural dengan ukuran besar dan aneka warna yang terkadang hanya sebatas coretan tanpa makna yang jelas. Mulailah dengan menggambar, walau sesederhana lukisan manusia purba namun memiliki makna yang besar. Mari menggambar dan gambarlah apa yang menjadi gambaran imajinasimu dengan menarikan jemari dalam kanvas makna.

Kini setelah kotbah dari Prof, kertas putih ukuran A4 dengan geram lalu diremas-remas dan three point ketempat sampah. Sadar dengan makna sebuah gambar ilmiah, maka tak main-main dengan setiap goresan pena. Perhitungan rumit, sudut, hingga skala menjadi perhatian, sebab salah segores garis maka gedung ratusan lantai bisa runtuh dengan mudahnya. Menggambar dengan penuh makna, walau sederhana tetapi penuh arti yang kompleks. Makasih Prof… mari menggambar.

Salam

DhaVe
KA, 280102011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s