Berawal dari Nasi dan Sayur Daun Singkong

Orang-orang yang kini sukses, lewat buku-buku best seller hingga obrolan dimedia cetak selalu mengisahkan awal cerita dari sebuah kesuksesan. Sukses bagi mereka adalah sebuah proses perjalanan yang berat dengan kondisi jatuh, bangun, terseret, terhempas hingga akhirnya mampu terbang melayang lewat keberhasilannya. Sukses menurut mereka bukan dinilai dari kwantitatif kekayaan, namun bagaimana proses langkah mereka dan hasil akhir biasanya berbanding lurus.

Dari buku-buku mereka setidaknya telah menjalani beberapa episode jatuh bangun, hingga sedikit bisa melompat dan sesaat melayang, walau sesaat harus terhempas. Awal kerja 3 tahun yang lalu, adalah masa yang mengerikan dan membuat gila seumur-umur, namun akhirnya bisa terlewati juga masa-masa jahiliyah tersebut. Awal kerja dengan modal nekat, optimis dan sedikit percaya diri membawa kesebuah perusahaan asing.

Hari pertama pulang kerja, kebetulan diluar kota,hanya plonga-plongo kaya kebo goblog, sebab tidak tahu akan kemana dan pulang kemana. Hanya dengan ponsel buluk coba sms teman sapa tau bisa membantu. Teman datang dengan motor bututnya, kebetulan teman adalah kawan mahasiswa satu kampus yang sekarang berprofesi diperusahaan cat tembok. Motor mengarah disebuah perumahan elit, dan otak ini langsung mikir ”busyet dah sukses jadi juragan cat tembok nie”. Disebuah rumah pelataran rumah mewah, motor diparkir dan herannya kenapa masuk lewat pintu sampng ”mungkin surprise aja”.

Isi rumah yang serba mewah membuat saya tersenyum simpul. Dibawa disebuah ruangan dibelakang pojok dan sempit bertuliskan huruf arab dipintu masuknya. Sejenak melihat ini adalah ruang sholat. ”ini tempat tidur kita”, busyet benar-benar surprise dan seolah tidak percaya dengan teman. Ruang dengan keramik polosan, tanpa alas menjadi kamar saya layaknya penjara suci. Tak dinyana tak disangaka didalam ruangan tersebut, ada barang-barang milik teman yang acak-acakan. Setelah sejenak bercerita, ternyata teman hanya numpang dirumah manajernya, dan dapat jatah mushola yang belum dipakai.

”Makan malam yuuk… ” ajak teman, mungkin dalam rangka menyambut kedatangan saya, maka diajak disebuah warung makan Padang. Di etalase kaca, terlihat menu yang membuat air liur ngalir terus. ”bu nasi putih, ama sayur daun singkong aja sama air putih.. 2 porsi” pesan teman kepada penjualnya. Menu sudah ditentukan dan tidak berani berkutik lagi, dan sadar kalo sama-sama glondangan isi dompetnya. Selesai makan saatnya pulang rumah, dan mampir disebuah warung untuk memesan minuman. ”Bu es teh 1 bungkus plastik dan kasih sedotan 2” teman kembali memesan. Sesampai di mushola rumah, sebungkus es teh dituang didalam botol air mineral 1,5liter lalu ditambah sedikit gula dan air mineral, dan jadilah es teh ukuran besar dan cukup 2 porsi. Kenyang dengan es teh agak tawar lalu tidur beralaskan kardus bekas kulkas dan bantalan tas sambil dikeroyok nyamuk.

Menjelang pagi saat memulai aktivitas dan kebetulan diajak teman kerja dulu mumpung masih pagi. Saya kira kerja dikantor yang bersih, ber AC, dan kantoran banget, ternyata mengejutkan. Sarjana pendidikan jadi sales cat tembok yang keliling toko besi, proyek bangunan hingga nyamperin rumah yang sedang dibangun. Sungguh sengsara, namun tak terlihat wajah kepasrahan diraut mukanya yang ada hanyalah semangat tak punya rasa malu.

Kini saya tidak merasakan lagi jok panas motor butut dan sudah berganti dengan kursi empuk mobil kantor. Selamat tinggal kardus kulkas dan selamat datang kasur busa. Es teh plastik sudah berganti botol, nasi daun singkong sudah prasmanan ala swalayan. 9 bulan juga tidak terdengar kabar kisah teman yang dulu jadi penjual cat tembok keliling, kontak ponsel hilang, hanya sebuah alamat email yahoo yang ada. Iseng Online lewat YM, horeee dia sedang mengudara. Chatting sebentar dan tukar nomer ponsel lalu ngobrol sepuasnya.

Tak dinyana, disebuah perumahan mewah di Tangerang, saat itu saya dinas kantor dan menginap disana dan coba kontak dengan teman. Kebetulan teman bekerja tak jauh dari tempat menginap saya, akhirnya janjian disebuah rumah makan padang satu-satunya dan terbesar disana. Air mata seolah tak terbendung disaat dengan sebuah mobil dengan aliran musik jazz keluaran honda, teman dengan sandal jepitnya keluar membuka pintu. Dimeja pojok, kami melepas kenangan mimpi buruk masa lalu. Seorang pelayan datang dengan kertas menu dan saya hanya bilang ”mba pesan nasi ama sayur daun singkong, jangan lupa kuahnya yang banyak ama air putih,,, 2 porsi ya” hahahahahahaaaaa……… hanya tertawa jika mengingat masa lalu yang kelam. Makan diiringi doa ucapan syukur buat masa lalu yang membentuk kami menjadi manusia yang tidak lupa akan kulit kami yang telah membungkus dan melindungi kami agar bertahan, kuat saat jatuh dan terhempas.

Es teh satu teko menjadi penutup hidangan kami malam itu, dengan segala kesederhanaan dan kerendahan hati kami coba jalani hidup lagi. Kawan kini engkau bukan sales cat lagi, tapi juragan dan juragan…. selamat buat buah ketekunanmu….jangan lupa tidur dimushola…hanya itu kata yang menjadi penutup pertemuan ini.

salam

DhaVe
KA, 220120011, 10:00

22 thoughts on “Berawal dari Nasi dan Sayur Daun Singkong

  1. jujur…saya merinding banget bacanya… meski penulisan gaya bahasanya sederhana, benar2 tak menghilangkan esensi yang sesungguhnya dari tulisannya..NICE POSTING … *mudah2an kita semua termasuk orang2 yang tahu bagaimana menghargai hidup*

  2. iya…sebetulnya roda berputar, berputar karena usaha dan atas ijinNYA, kalau susah siap, kala senang tetaplah menjadi sederhana..karena masih ada Tuhan yang mengijinkan usaha ini berputar-putar….hehhehe semoga ga bingung bahasanya :p

  3. raflyarsyah said: jujur…saya merinding banget bacanya… meski penulisan gaya bahasanya sederhana, benar2 tak menghilangkan esensi yang sesungguhnya dari tulisannya..NICE POSTING … *mudah2an kita semua termasuk orang2 yang tahu bagaimana menghargai hidup*

    terimakasih..maklum masih ajaran buat nulis….sama-sama dan salam

  4. siasetia said: iya…sebetulnya roda berputar, berputar karena usaha dan atas ijinNYA, kalau susah siap, kala senang tetaplah menjadi sederhana..karena masih ada Tuhan yang mengijinkan usaha ini berputar-putar….hehhehe semoga ga bingung bahasanya :p

    paham kok bahasanya..selalu menggelinding…

  5. pennygata said: kalo mengingat yg susah2, sungguh rasanya bersyukur ya bisa maju skrng…lbh baik susah2 dulu, dan senang2 kemudian, jd mengingat yg susah itu ada kenangan yg indah🙂

    setuju mBa Agatha…. siap dah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s