China Berambut Kribo Berkulit Sawo Matang Bernama Buyung Sutisna

Konon isu SARA menjadi masalah besar jika terdapat sebuah guncangan. Suku Agama Ras adalah pokok-pokok masalah dalam wujud dikriminasi. Bolehlah sekarang permasalahan SARA sudah berangsur menghilang, tetapi bagaimana dengan diskriminasi. Pengkotak-kotakan orang atau kelompok tertentu berdasarkan parameter klasifikasi. Coba perhatikan disekeliling, orang Papua akan bergerombol dengan kaumnya, orang Tiong Hoa berkumpul berdasar rasnya, begitupula dengan yang lain. Bardasar kesamaan nasib maka ada kotak-kotak yang menjadi wadah untuk isi yang seragam.

Mungkin bagi kaum hawa, jika saya tanya milih David Beckham atau Samuel Etoo untuk menjadi teman kencannya?. Karena saya kaum adam cukup membatin saja dan tidak berhak mencampuri urusan berdsarkan pilihan. Dua tokoh tersebut sama-sama jago main sepak bola dan bermain di klub yang besar, kenapa jatuh pada satu plihan ”tertentu”, padahal sama terkenal dan hebatnya. Apakah segi kwalitatif wajah, warna kulit, asal-usul atau bagaimana?. Tidak usah dilanjutkan, toh nantinya berujung pada kotak-kotak tersebut, tetapi jangan salah terhadap pilihan istri Christian Carembou.

Andai ada anak kecil, dengan wajah bulat, badan gede bin tambun, jalan agak susah dan warna kulit putih memerah diserati mata sipit rambut lurus. Anak tersebut karena budaya lingkungannya akan bertindak apa yang diajarkan, seperti hemat, perhitungan dan cermat. Nah jika bergaul dilingkungan yang heterogen pasti ada celetukan ”dasar kecil-kecil sudah jadi cina”. Tidak usah ditutupi lagi, karena itu memang kenyataan karena kondisi sosial yang beragam. Nah apa salah si Koh kecil tersebut, sampai-sampai mendapat julukan cina kecil?. Mungkin dengan entengnya akan dibalas ”dasar jawa kere, sirik”. Normal bukan?, jika saling membela diri tanpa disadari ada pengkotakan lagi berdsar materi.

Sodara-sodara kita yang ada di Indonesia timur acapkali mendapat citra buruk jika bersinggungan dengan emosi. Marah yang mudah terpancing dan meledak-ledak kadang sudah menjadi trade mark-nya, padahal belum tentu kebenarannya. Jika ada perkelahian dikawasan Indonesia Timur sana pasti mereka bilang ”dasar Ambon”. Sangat mudah sekali mengatakan, tetapi apakah Ambon beneran?. Kalau omong keras, bolehlah orang Batak menjadi pelanggannya, padahal orang Solo yong konon lemah lembut bisa jadi lebih keras dan menyakitkan. Pengkotakan berdasar budaya dan habbit sudah menjadi hal yang lumrah.

Senang sekali sebenarnya bergaul dengan teman-teman Tiong Hoa dengan pelajaran wiraswasta dan manajemen keuangan yang bagus. Beruntung belajar dengan teman-teman batak yang ceplas-ceplos tetapi tetap fair dan apa adanya tanpa ada yang disembunyikan. Luar biasa bergaul dengan teman-teman dari Indonesia Timur yang ikatan kekeluargaannya sangat kuat kapanpun dan dimanapun. Masih banyak kawan-kawan dari pelosok negeri dengan segala kekayaan budaya dan norma-norma positifnya yang bisa jadi panutan. Sebuah kerinduan bisa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi tanpa melihat darimana asal.

Pelangi tak mungkin satu warna biar menjadi indah. Orang bilang ungu itu warna janda, putih itu suci, merah berani, kelabu itu berduka dan apabila warna itu dijajar dengan rapi, itulah pelangi keindahan. Mata sipit, rambut kribo, kulit sawo matang, jika digabung wow sebuah eksotisme dari keanekaragaman Ras. Pemberani, tegas, jujur, tutur kata halus, penuh perhitungan, sportif dan tulus menjadikan kwalitas kehidupan yang mumpuni. Tak tahu bagaimana jika warna pelangi itu dipecah-pecah, bentuk fisik dicerai beraikan, budaya yang dipisah-pisah maka tak ada rasa akan keberagaman itu.

Say No to Racism Say Yes to Unity of Diversity.
Salam buat kawan-kawan dari Ambon, Manado, Papua, Sunda, Timor leste, Flores, Jawa, Tiong Hoa, Batak, Dayak dan masih banyak lagi.

Salam

DhaVe
Kamar Ademku, 3 November 2010, 17:00

15 thoughts on “China Berambut Kribo Berkulit Sawo Matang Bernama Buyung Sutisna

  1. setuju Dhave🙂..Kalo Tuhan ingin didunia ini cuman ada 1 agama/ 1 ras/1warna yg benar, dia gak akan susah2 bikin di1 dunia ini begitu beragam :)Keberagaman itu indah🙂

  2. Renungan yang berisi Bro!!Untuk mengucapkan diversity is good itu mudah sekali, tetapi untuk mempraktekan dalam kehidupan shear-hari itu yg lebih penting. Biar tindhak- tandhuk kita yg berbicara, karena mulut kadang tidak bisa di percaya.

  3. >mBa Agatha; bener kan Tuhan maha kreatif… aneka warna pisan…>mBa Agnes; pelukismu agung… siapa gerangan..?>Ceritasocha; kumpul ora kumpul penting wareg… kuwalik ya…>sist Ave; tost dulu..plooks…>Om Pur; sangat indah dan aneka werna… cantik Om….>mBa Lily; matursembahnuwun… yah sangat susah aplikasinya karena kita kadang dikotakan juga… salam Gusti mberkahi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s