Cita…citaku..uu..uuu.uuuw Pengin jadi PNS…

Masih ingat ketika waktu duduk dibangku TK, ibu guru menanyakan cita-cita kepada semua anak didiknya. Jawaban lugu dan polos mengalir; saya mau jadi doktel, gulu, pilot, tentala, polisi. Ketika duduk di bangkus SD jawaban berubah untuk pertanyaan serupa; jadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara. Saat duduk di SMP jawaban berganti; menjadi yang teladan dan panutan. Saat SMA; mau jadi apa ya…?, nah saat kuliah; jadi apa aja deh yang penting kerja.

Cita-cita yang semakin luntur saat waktu berjalan bersamaan dengan realita. Bisa saja yang dulu pengin jadi doktel sekarang jadi menteri kesehatan. Boleh juga yang dulu bercita-cita jadi insinyur sekarang jadi big boss diperusahaan. Tidak bisa dipungkiri yang dulu pengin jadi presiden saat ini dari bus ke bus untuk mengamen. Orang tua mana yang tidak bangga saat melihat anaknya sukses…?. Maka tak jarang orang tau memberikan doktrinasi ”besok kamu harus jadi pegawai”.

Pegawai dalam artian luas adalah PNS yang dipersempit, apapun pekerjaanya yang penting punya NIP dan jaminan negara. Memang tidak bisa dimunafikan, PNS adalah sebuah cita-cita bagi siapa saja yang ingin sebuah kemampanan secara status sosial dan ekonomi ”walau pas-pasan” minimal ada jaminan hidup dari negara. Apapun dilakukan, dari sekolah sampai mentok, ke dukun, nyogok sampai berdoa senin kemis agar bisa jadi PNS.

2 lowongan CPNS diperebutkan 600 pelamar, ratusan orang bertarung dengan berbagai upeti untuk pejabat. Semua berlomba-lomba demi memperoleh NIP, bahkan ada yang mengorbankan apa saja yang dimilikinya. Merinding juga saat melihat ratusan orang berdesak-desakan guna mendapatkan formulir CPNS. Ribuan kartu kuning di cari, ratusan SKKB tak kalah diburu. Belum cukup sampai disitu, bimbingan belajar, psikotest dilahap semua agar bisa menjawab semua soal test.

Wajah sumringah terlihat disaat koran-koran mengumumkan orang-orang yang beruntung mendapatkan gelar pagawai. Wajah kecewa dimana-mana saat tak ada nama dikoran pagi itu. Syukuran dan pesta digelar untuk menyambut kemenangan dan mengabarkan kepada khalayak ramai ”aku pegawai lho”. Semangat menggebu saat apel pagi digelar untuk pertama kali dengan membacakan janji yang harus dibaca tanpa ditanda tangani diatas matere.

Pagi hari disaat jam kerja disebuah instansi, semua ruangan nampak lengang. ”Maaf mas belum pada datang, nanti sekitar 2 jam lagi” jawab sinis tukang sapu honorer. Sambil nunggu jam layanan kantor maka makan dulu disebuah warung soto yang cukup terkenal. Beberapa seragram bertuliskan KORPRI nampak asyik menikmati gaji dibayar dimuka dengan semangkuk soto dan aneka macam gorengan. Suasana semakin panas, penantian berpindah disebuah pusat perbelanjaan guna ngadem sebentar. Beberapa orang berseragam lengkap dengan Nama dan NIP asyik berputar-putar dan ngobrol ngalor ngidul.

3 Jam sudah menanti dan saatnya kembali dikantor. Kantor kembali sepi dan hanya nampak seorang pegawai dengan sandal jepit duduk dipojok sambil membaca koran. ”lagi istirahat, nanti jam 2” jawabnya ketus. Tidak mau kecolongan, makan okelah nunggu 1 jam demi sebuah tujuan. Akhirnya molor 1,5 jam dan sebuah urusan ”pak mau perbaharui KTP, ini foto dan KTP lamanya”. Dengan wajah maka diambilah sambil diisi sekenanya dan 5 menit kemudian jadilah KTP baru. ”Dik uangnya masukan dikotak sana ya..?”, menuju sebuah kotak sambil berpura-pura buka dompet lalu berlalu. Saat menunggu angkutan umum, sebuah motor plat merah melintas didepan dan terlihat kantor kembali TUTUP.

Dedikasi yang luar biasa bagi pelayan negara yang patut diteladani dan menjadi impian kebanyakan orang. Mereka adalah pilihan, yang dipilih orang-orang terdekat dan terkaya. Sportifitas hanya milik mereka yang gagal, tetapi mereka yang berhasil terkekeh dengan pintu belakangnya. SK pengangkatan sekarang masih di Bank untuk menebus motor baru, biyaya nikah, kredit rumah atau sekedar bayar utang saat kirim upeti. PNS memang pegawai negeri sipil yang serius santai suka-suka dan saluuud buat perjuangan mereka sebelumnya. Selamat mengabdi buat negara dan melayani masyarakat.

Salam

DhaVe
Emperan, 22 Okt 2010, 19:20

20 thoughts on “Cita…citaku..uu..uuu.uuuw Pengin jadi PNS…

  1. >Cak Nono; sawang sinawang….>Cak AGung; iya… ya formalitas… padahal ada tulsan ”KTP Gratis” wis tho…. kaya kondangan kudu ngamplopi aja… kecuali di kotak ada tulisan ”amal buat bangun masjid, anak yatim, PMI” ntuh baru OK…. lah ini gak jelas jewww… kasih amplop kosong aja ”anda belum beruntung, coba lagi” hahahahhaha

  2. dhave29 said: >Om Sulis; mboo SK ne kasih aku…. hehe… gak kuliah mbe pacaran wis hehehe

    boleh mas tak kasih copynya deh, masih saya simpen sampai sekarang buat bukti, tuh bune deo dah lihat haghaghaghag

  3. sulisyk said: boleh mas tak kasih copynya deh, masih saya simpen sampai sekarang buat bukti, tuh bune deo dah lihat haghaghaghag

    ngga semua PNS seperti yang digambarkan dalam tulisan ini kok masdiluar sana masih banyak yang berdedikasi kok*nasib jadi PNS yg selalu dapet stigma buruk*

  4. sulisyk said: boleh mas tak kasih copynya deh, masih saya simpen sampai sekarang buat bukti, tuh bune deo dah lihat haghaghaghag

    ibu2 PNS jam 10 pagi saatnya ke pasarBapak2 PNS jam 10 pagi saatnya ke warung depanfiewh… dan tata tertip yg ditempel di tembok kantor gerombolan CPN adalah”ORA PARENG NESU” ngurus KK ae marake mecucujaman PKL ning Departemen xxx yo ngono kuipantes ae mesti diserbu ning kok aku rak minat yo

  5. ariesca said: ngga semua PNS seperti yang digambarkan dalam tulisan ini kok masdiluar sana masih banyak yang berdedikasi kok*nasib jadi PNS yg selalu dapet stigma buruk*

    karena ulahnya sendiri dan membuat citra buruk bukan….?kasihan yang benar-benar mengabdi…

  6. lalarosa said: ibu2 PNS jam 10 pagi saatnya ke pasarBapak2 PNS jam 10 pagi saatnya ke warung depanfiewh… dan tata tertip yg ditempel di tembok kantor gerombolan CPN adalah”ORA PARENG NESU” ngurus KK ae marake mecucujaman PKL ning Departemen xxx yo ngono kuipantes ae mesti diserbu ning kok aku rak minat yo

    aku masih minat mBa…. trus tak pecat kabeh sing mbalelo ama peraturan hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s