Setujukan Anda Jika Einstein di Kloning….? Lalu Dibesarkan di Gedung DPR

Temans…. pernah mendengar istilah kloning bukan..?. Satu suku kata yang kontroversial keberadaannya gara-gara ada domba Doly yang dipoto copy jadi kembarannya. Bahkan lebih dasyat lagi saat mendengar Albert Einstein akan dikloning, atau Yesus lewat kain kafan turin akan dibangkitkan. Sungguh khayalan dan imajinasi yang luar biasa bukan, namun lewat teknologi bisa saja menjadi kenyataan. Kloning atau kalau di Indonesiakan peminakan, berasal dari kata pinak yang berarti berkembang biak. Istilah yang sederhana namun sangan kontroversial dan kadang ditentang oleh banyak orang, karena kekurang pahamannya.

Sejak kapan sebenarnya kloning itu diawali? dan kalau saya menjawab saya mengatakan sejak orang mulai bercocok tanam. Inti dari kloning kan dari peminakan atau mengembang biakan satu keturunan yang mirip atau identik dengan induknya. Kalau saya mengkloning Adolf Hitler maka saya membuat Adolf Hitler baru yang benar-benar mirip. Namun saat wacana menduplikasi Adolf Hitler tentu orang sudah angkat bendera untuk gencar menentangnya, padahal mereka yang menetang tidak sadar kalau habis dari kebun untuk menanam singkong.

Apa bedanya bikin Adolf Hitler baru dengan menanam singkong? tentu saja bedanya itu obyek manusia dan tanaman, tetapi prinsipnya sama bukan? sama-sama menciptakan individu baru yang identik. Kloning secara makro vegetatif tak ubannya saat kita mencangkok, mengstek, akar runduk atau kultur jaringan. Hasil dari peminakan tersebut membuat individu ”anakan” yang identik dengan induknya baik fenotip ”yang nampak” maupun genotip ”materi genotip”. Saat sudah lihai memainkan dan membuat individu baru, maka mulai melakukan eksperimen dengan mengkawin silangkan beberapa tanaman.

Teknologi berlanjut dari aras makro menjadi aras yang lebih kecil. Manusia mulai membiakan daun atau akar menjadi individu baru dengan model kultur jaringan. Hanya dengan secuil akar, para ahli sudah bisa membuat ribuan tanaman yang sama semua dengan induknya. Hanya dari satu sel saja sudah bisa dibuat mahluk hidup baru yang mirip dan identing dalam waktu yang bersamaan. Sebuah terobosan baru dalam teknologi pertanian untuk peradaban dan kesejahteraan umat manusia. Hanya dari satu sel saja bisa muncul mahluk hidup baru.

Timbul wacana disaat manusia membutuhkan orang-orang pilihan maka ada khayalan untuk membangkitkan Yesus dengan mencuplik bercak darah di kafan turin atau memotong sedikit rambut Albert Einstein. Semuanya bisa terjadi dan dilakukan menjadi kenyataan, tetapi yang menjadi masalah bagaimana dengan ”Yesus jadi-jadian atau Einstein Junior”. Secara fisik dan genetik bisa dikatakan sama, namun pemikiran, kebijaksanaan, karakter, sifat dan kecerdasan patut diragukan. Lingkungan adalah kunci untuk menciptakan keunggulan mahluk hidup. Coba dari ribuan tanaman hasil kultur jaringan ditanaman ditempat yang berbeda semuanya, maka pisang yang ditanaman di gurun akan keok oleh kaktus, atau dikutub kalah oleh tundra dan menjadi unggul saat didaerah tropis. Kalo Einstein yang jenius dibesarkan dikalangan cendikiawan, ilmuwan dan filsuf maka jadilah Einstein yang lebih baik tak terbayangkang jika Einstein dibesarkan di Gedung DPR…..?

Selamat hari minggu

Salam

DhaVe
Pawon, 17 Okt 2010, 06:50

14 thoughts on “Setujukan Anda Jika Einstein di Kloning….? Lalu Dibesarkan di Gedung DPR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s