Dokter Pribadiku Pelit Mirip ”onta arab”

Hampir setiap orang memiliki dokter pribadi dimana dan kapanpun. Sungguh hebatkan, saya dan anda memiliki dokter pribadi yang siaga 24 jam. Siapakah dokternya…? ya anda sendiri yang jadi dokternya. Tabib pribadi ini mampu mendianogsa penyakit dengan marasakan apa yang tidak beres dengan tubuhnya dan saat itu juga segera meracik obat. Tabib pribadi acapkali cespleng dan tidak jarang meleset jauh yang mengakibatkan musti datang kedokter resmi IDI.

Jadi dokter pribadi tidak susah-susah amat, cukup mengerti dengan parameter tubuh lalu ambil kesimpulan apa yang terjadi dan seterusnya ramu obatnya. Andai sedikit tahu dan paham sedikit ilmu farmasi ditunjang sains fisiologi manusia, tentu akan sangat membantu dalam mencari penyakit. Mungkin untuk sakit kategori umum dan berdasar pengalaman akan bisa tahu masalahnya. Misalnya berak-berak sehari 10 kali, pasti diare dan obat diare jurus jitunya. Bersin-besin maka obat flu jadi rujukan, atau bibir pecah-pecah langsung genjot vitamin C. Jitu, manjur, dan tepat tetapi apakah sudah benar…?.

Katakan anda sedang sariawan atau tidak enak badan dan berdasar iklan di TV ”konsumsilah vitamin C”. Buru-buru anda menuju minimarket terdekat dan ambil sebuah minuman cair dalam botol dengan vitamin C 1000mg. Dalam keadaan masih dingin langsung tenggak, maka memang ces pleng pada awalnya. Lain halnya jika anda ”greges-greges” maka ”orang pintar minum anti masuk angin” dan manjur adanya, anda kembali vit. Saat pusing, maka anda minum obat sakit kepala dan saat itu juga mek greng sembuhnya.

Menjadi pertanyaan saat ini jika sariawan, masuk angin, pusing, diare dan lain sebagainya biasanya sembuh, tetapi sekarang kok ”mentheles” tidak sembuh. Bisa sedikit saya simpulkan, anda akan menambah dosisnya, hingga dirasa cukup. Kisah selanjutnya apa yang terjadi dengan tubuh anda, bisa sembuh saat itu juga, bisa juga anda memperpanjang penyakit atau menambah penyakit. Itulah kelemahan saat menjadi dokter pribadi, bukannya sembih malah tambah kambuh.

Saat anda sariawan, AKG/ADI, atau angka kecukupan gizi kebutuhan asam askorbat/Vit C sebesar 100-200mg atau sedikit lebih banyak jika tubuh benar-benar membutuhkan. Jika anda menyuplai dengan sekali tenggak 1000mg, tentu katakanlah tubuh butuh 300mg, bagaimana dengan yang 700mg. Dibuang, adalah jawabannya, sebab tidak mungkin tubuh simpan Vit C layaknya simpan makanan menjadi lemak. Ginjal anda adalah tempat sampahnya sebelum nantinya dibuang lewat air kencing.

Contoh sederhana dengan vitamin C, bagaimana dengan obat-obatan lain yang biasa anda konsumsi melebihi dosis yang dianjurkan. Ginjal akan kerja ekstra keras, untuk menyaring dan membuang zat sisa yang tidak terserap oleh tubuh. Tak bisa dipungkiri banyak yang ginjalnya mengalami disfungsi karena ketidakramahan dalam mengkonsumsi asupan. Contoh sederhana namun acapkali kita lewatkan adalah seringnya minum suplemen tubuh. Beberapa minuman dengan kandungan kafein dan taurin yang jelas-jelas ada peringatan aturan pakainya, tetapi masih saja diterobos.

Merasa enak dan cespleng maka hajar saja kalo perlu tambah sampai bener-bener kerasa khasiatnya. Parahnya lagi, beberapa temuan dan eksperimen pribadi direkomendasikan kepada orang lain, karena ”terbukti khasiatnya”. Saya merasa miris saat ada teman yang masih muda harus ”hemodialisis” cuci darah, karena gagal ginjal. Dia sering mengkonsumsi minuman suplemen dalam jumlah berlebih. Ada juga teman yang ketagihan paracetamol, setiap kali pusing datang maka obat serbuk ”puyer” jadi andalannya begitu setiap hari.

Saya mungkin dokter yang pelit dan kere, biar kata orang ”onta arab yang kikir”. Satu tablet Vit C 500mg kadang saya potong jadi 2 atau 4 bagian, sehingga bisa buat 4 hari. Saat pusing atau pegal-pegal cukup bahu dan pundak dipijit dibagian yang kaku dan nyeri. Saat diare cukup minum air garam dan teh pahit. Bukan antipati terhadap obat-obatan kimia, namun alangkah bijaknya jika tahu porsi dan proporsinya. Jangan racuni tubuh anda dengan alasan manjur atau ces pelng. Jangan paksa tubuh anda dengan menggelontor suplemen, tetapi istirahatkan yang cukup. Jadilah dokter dan tabib yang bijak sebelum anda berhadapan dengan dokter resmi yang kadang tak lebih pandai dari anda. Tetap sehat dengan menjaga dan menyayangi tubuh anda, pahami dan ikuti maunya bagaimana, tetapi jangan dipaksa.

Salam

DhaVe
Emperan Rumah, 16 Okt 2010, 15:00

15 thoughts on “Dokter Pribadiku Pelit Mirip ”onta arab”

  1. dhave29 said: >mBa nDah; pindah ke warungku saja mBa hehehe😀

    Iyah, sebetulnya mmg gtu koq , klo asupan yg dimakan tiap hr cukup gizi, istirahat jg ckup biasanya sakit2 gk jelas itu jg bakal jarang datang.biasanya kalo dah mau pilek atau flu, dmakanin buah yg byk, + sup sayur, biasanya gak jadi pileknya, tentu + istirahat, untungnya (eh koq untng ya), lambungku gk bgtu bagus, spplemen atau vitC 1000mg, itu gak pernah ksentuh heheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s