Mari Memanusiakan Manusia dengan Membiarkan Hewan Menjadi Binatang Lewat Ucapan

Umpatan-umpatan bernada nama hewan mungkin sering kita dengar atau bahkan kita sendiri yang dengan fasih mengucapkan. Hewan sebagai representasi dari kekesalan, amarah atau sebatas kekecewaan akan sebuah permasalahan. Hewan yang tak punya dosa tiba-tiba dicatut namanya untuk mewakili amarahnya. Celakanya lagi, banyak yang tidak terima dengan umpatan nama hewan. Apa salah hewan, lebih pintarkah kita dari hewan, lebih kuatkah naluri kita dari hewan, mari belajar dari hewan dan menghormatinya.

Andai tak ada capung, mungkin tak ada pesawat udara. Bila ilmuwan tidak terinspirasi dari burung kolibri yang terbang stabil juga tidak akan tercipta helikopter. 2 hewan bersayap yang memberikan sumbangsih terhadap peradaban umat manusi dibidang dirgantara. Sistem aerodinamika sayap pesawat atau putaran baling-baling helikopter menjiplak sama persis dari 2 mahluk tersebut. Masih pantaskah kita lebih hebat..?.

Beberapa kali sinar X bandara dikelabuhi oleh pengedar narkoba, tetapi hidung anjing tidak bisa ditipu. Indera penciuman hampir puluhan kali atau ratusan kali lebih tajam dari manusia. Jika kita hirup masakan rendang, mungkin yang tercium hanyalah aroma sedap, namun anjing bisa bedakan aroma daging, bawang, salam, merica, santan serta bumbu-bumbu lainnya ”anjingnya pak Bondan kali ya..?”. Masihkan kita sombong sebagai ahli bau-bauan, ternyata anjing lebih pintar.

Masalah memilah, memilih dan memetik buah memang manusia ahlinya, tetapi juaranya tetap beruk. Andai disatu pohon kelapa dan suruh metik mana kelapa yang sudah tua, bisa saja keliru degan ”kelapa muda”, namun beruk akan dapat mudah memilihnya. Masalah panjat memanjat jangan diragukan lagi kelihaianya. Pemanjat tebing terhebat ala Alain Robert yang dijuluki spiderman karena mampu memanjat gedung-gedung pencakar langit masih mengakui ”simpanse lebih hebat”.

Manusia memang jagonya lari, yah lari..lari dari kenyataan, tetapi hewan berani menghadapi semua kenyataan. Sekencang apakah manusia berlari? akan takluk oleh sprinter ala Cheetah, atau setangguh apakah dalam berlari akan takluk oleh kuda. Masalah kecepatan renang, jangan abaikan kekuatan renang jarak jauh mamalia air, layaknya paus dan lumba-lumba. Badan besar belum tentu kuat, badan kecil belum tentu lemah, semut pohon mampu mengangkat beban lebih dari 10x berat badannya. Kutu loncat mampu loncat lebih dari 1meter dari tubuhnya yang tak kurang 1mm.

Tak akan habisnya jika membandingkan manusia dengan hewan, yang pasti manusia tetap kalah. Menangnya manusia hanya punya hati nurani dan otak yang sedikit lebih pintar. Kemampuan manusia yang tidak ada pada hewan tersebutlah yang digunakan untuk mengadopsi kemampuan hewan untuk kepentingan manusia. Gengsi juga ya niru-niru hewan, tapi apa boleh buat?.

Biar renangnya cepet maka dibuatlah kaki bebek palsu yang dijadikan sepatu renang. Biar bisa menarik lawan jenis maka berprilaku seperti serangga yang mengeluarkan feromon, sejenis bau-bauan untuk menarik lawan jenisnya maka dibuatlah parfum. Para tukang kayu disangat tercengang saat melihat berbagai macam bentuk paruh burung, maka dibuatnya; tang, catut, gunting dalam berbagi bentuk.

Berapa banyak hewan yang dikorbankan menjadi ”kelinci percobaan” demi perkembangan ilmu kedokteran?. Berapa banyak buaya yang diambil tangkurnya demi kejantanan pria yang belum tentu kebenarannya. Banyak angsa yang rela dicabuti bulunya untuk bantal dan kasur. Banyak lebah yang dipaksa kerja rodi dan dikibuli demi setetes madu. Banyak ulat yang dikorbankan setelah jadi kepompong demi selembar sutera. Banyak tiram yang kehilangan keindahan yang berpindah dileher wanita lewat seuntai mutiara. Masih banyak lagi pemerkosaan, pembantaian dan pemaksaan hewan demi kebutuhan manusia.

Berapa banyak susu yang diperas dari puting sapi, sampai-sampai anak sapi tidak kebagian. Berapa banyak ikan yang terjaring pukat harimau disaat ikan belum sempat berpijah untuk menghasilkan keturunan. Berapa banyak jenis burung yang dikurung dan dipaksa bernyanyi walau sebenarnya suara rintihan akan kebebasan.

Jika dirunut sejak masa penciptaan maka hewan ada jauh sebelum manusia ada. Bahkan Tuhan sangat berbaik hati terhadap hewan disaat bencana air bah pada era Nabi Nuh. Menjadi pertanyaan, seberapa besar rasa cinta manusia terhadap pendahulunya. Memang diakui, Tuhan menyerahkan sepenuhnya ciptaanNya kepada umatnya, namun acapkali disalah gunakam wewenang tersebut. Bolehlah burung gereja membangun sarangnya seperti saat burung gereja ada dimuka bumi walau manusia yang dulu tinggal di goa sekarang diapartemen. Biarkan katak berenang dengan gayanya, walau manusia bisa gaya dada dan kupu-kupu.

Mencoba bijak terhadap mahluk-mahluk eksotis yang menjadi penanda karya penciptaan dan perkembangan evolusi. Dari hewan kita banyak peroleh pengetahuan. Berkat hewan hidup manusia lebih nyaman baik sandang, pangan dan papan. Oleh hewan pekerjaan manusia dipermudah. Hewan juga memberikan banyak inspirasi dan hiburan. Layakah kita mengatasnamakan hewan untuk sebuah ungkapan kekesalan, kemarahan dan kekecewaan? kenapa tidak manusia saja yang dijadikan representasinya. Hewan tidak pernah salah, karena itu nalurinya, hewan bodoh karena kapasitas otaknya yang kecil, hewan bertingkah buruk karena tidak punya hati nurani, tetapi manusia punya semuanya kenapa acapkali tidak lebih dari seekor binatang..? mari memanusiakan manusia dan biarkan hewan tetap jadi binatang lewat setiap ucapan.

Salam

DhaVe
Kamar ademku, 6 Oktober 2010, 23:00

17 thoughts on “Mari Memanusiakan Manusia dengan Membiarkan Hewan Menjadi Binatang Lewat Ucapan

  1. >Bradher MyYhere; maaf pake HP hehe… kembali kasih… kiranya berkenan… Tuhan memang luar biasa… acapkali kita ngakali Tuhan tanpa kita sadari dan itulah kelemahan manusia dan hebatnya lagi, hewan selalu sadar dan waspada….>Mas Anotherorion; yang itulah anggapan kita yang masih diragukan. Adakah manusia yang berkelakuan layaknya binatang dan adakah binatang yang berkelakuan layaknya manusia. Sungguh malang nasib manusia tak lebih layak daripada binatang. Kiranya berkenan dan tetap membinatangkan selayaknya hewan… salam>Romo Witho; yen pinter unda-undi Mo, aku nyerah yen di jak penekan lawan munyuk, aku ngalah wae yen adu cepet mbe kidang pas playon, aku ndeprok wae yen balapan nglangi mbe cethul ama meneh mebur lawan kinjeng. Mate-matika, wah sepertinya perlu belajar konstruksi bendungan dari berang-berang dan sarang dari burung, yang mesti apik, rapi dan artistik. Yen masalah potosop siapa berani lawan burung merak dengan gradasi warnanya dan bunglon dengan mimikrinya…. lah ketungkak kan…hehehe… wis aku masih bodho dan harus belajar banyak dari mereka. Hebatnya lagi, mereka tak usah belajar jadi manusia hehehehe…..

  2. dhave29 said: Tuhan memang luar biasa… acapkali kita ngakali Tuhan tanpa kita sadari dan itulah kelemahan manusia dan hebatnya lagi, hewan selalu sadar dan waspada….

    Iya,, Tuhan Maha Besar,,namanya manusia,, hanya makhluk ciptaan Tuhan..

  3. dhave29 said: Tuhan memang luar biasa… acapkali kita ngakali Tuhan tanpa kita sadari dan itulah kelemahan manusia dan hebatnya lagi, hewan selalu sadar dan waspada….

    >Sist Ave; hehe iya bethuuul sist….. setuju..>Sist Emy…. punten teh hehehe…. gelo pisan abdi hahaha…. Tuhan mah luar biasa… hehehe

  4. dhave29 said: Tuhan memang luar biasa… acapkali kita ngakali Tuhan tanpa kita sadari dan itulah kelemahan manusia dan hebatnya lagi, hewan selalu sadar dan waspada….

    Tulisan mu apik Le’masukin lagi ke kompasiana ato apa…. gut gut….!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s