13 Miliar Tahun Yang Lalu Antara Imajinasi dan Realita

Semalam sekitar pukul 11 malam, lagi gelar selimut tiba-tiba listrik padam. Malam tanpa penerangan merupakan musibah bagi saya, sebab akan sangat sulit tidur jika kondisi gelap. Tetap terjaga dengan lampu senter ditangan sambil melamun, tiba-tiba terbawa kemasa lalu jauh sebelum bumi dan kehidupan ada. Mimpi yang seolah-olah nyata ada didepan mata dalam bayangan gelapnya malam. Antara percaya dan tidak percaya, namun sebagian diyakini kebenarannya dengan kajian teori sains.

Terbang melesat jauh sambil menyaksikan angka dari masa kemasa dan saya terhenti di angka 12 miliar tahun yang lalu. Suatu masa yang penuh dengan kegelapan dan keheningan yang amat sangat. Tiba-tiba ada satu titik cahaya yang menyala dan berpendar indah dan cantik. Namun tiba-tiba cahaya itu merekah dengan dahsyatnya membentuk bola yang sangat besar dengan kilatan-kilatan cahaya. Tak ada suara yang terdengar saat itu, hanya cahaya yang liar biasa terangnya. Ledakan besar sepanjang sejarah terjadi. Puing-puing kecil telempar sejauh mata memandang dan entah jatuh dimana. Semua penjuru penuh dengan serpihan ledakan dan cahaya tersebar luas. Masa ledakan berakhir sudah, sekarang terbentuk sebuah cakrawala yang indah, dan tersusun rapi dengan berjalan sinergis.

Imajinasi yang melayang menyaksikan keindahan cakrawala harus kembali menuju sebuah masa dimana kehidupan itu belum ada. Disebuah planet kecil yang nampak gersang tanpa ada kehidupan, yang ada hanyalah tanah gersang dan sebuah cahaya penerang. 4 miliar tahun yang lalu saya berdiri dibumi yang nyaris tak ada apa-apanya. Tiba-tiba tubuh ini mengecil menjadi ukuran paling kecil yang pernah dijadikan logika manusia. Orp menjadi materi penyusun atom yang kemudian berangkai menjadi molekul-molekul.

Awal kehidupan berawal dari sini pada saat benda-benda mungil ini menyatukan dirinya menjadi senyawa. Beberapa unsur kimia dari penggabungan molekul terbentuk dan melayang-layang mencari pasangan. Sebuah molekul oksigen bergabung dengan hidrogen maka air tercipta dan menggenang dipermukaan tanah. Molekul lain tidak kalah beragamnya membentuk berbagai modifikasi kehidupan. Ada yang bersatu membentuk sebuah sel dengan inti genetiknya, adapula yang membentuk senyawa-senyawa penunjang kehidupan. Semua yang terjadi berdasarakan keteraturan dan ada sebuah siklus yang menjadi mata rantai kehidupan.

Perkembangan mahluk kecil yang tersusun dari senyawa-senyawa bersatu menjadi sebuah sel. Sel berkembang menjadi mahluk sel tunggal maupun multiseluler. Mahluk sel tunggal terus berkembang biak menjadi mikroorganisme seperti, bakteri, protozoa, alga. Mahluk multiseluler memodifikasi tubuhnya menjadi jaringan lalu lebih rumit lagi menjadi organ dan disempurnkan lagi menjadi organisme.

Mikroorganisme dan tumbuhan merupakan produk awal pada masa-masa itu. Mikroorganisme berperan menyediakan materi organik untuk tumbuh kembang tanaman dan degradasinya. Tanaman dengan bantuan klorofilnya memenuhi bumi dengan gas kehidupan. Lengkap sudah, namun golongan hewan bermunculan dari ukuran kecil hingga sebesar dinosaurus. Kehidupan semakin lengkap namun prilaku penghuninya sangat tidak terkendali sehingga ancaman kerusakan mulai terjadi.

Tubuh yang fana ini ini kemudian berpindah pada masa 200juta tahun yang lalu. Sesosok mamalia yang mirip manusia modern muncul. Prilaku berburu dan meramu mereka tunjukan untuk bertahan hidup. Lubang-lubang gua adalah rumah mereka dan bebatuan mereka gunakan sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari. Orang modern menamakan mereka Phytecantropus erectus hingga Homo sapiens. Masa peradaban terus berlalu hingga jutaan tahun, sebuah waktu yang sangat lama untuk perkembangan ciptaan paling akhir.

Belum puas menikmati masa-masa jaman batu, maka sudah berpindah pada masa sejarah yang pernah dituliskan dalam lembaran sejarah. Tahun masehi yang merupakan awal dari masa 1000 tahun Daud dan 1000 tahun Abraham. Sejarah peradaban manusia muncul dengan terbentuknya sebuah aturan kehidupan yang menuntut adanya norma-norma keTuhanan. Pandangan Atheisme, Dinamisme berlangsung pudar menjadi paham Teoisme. Masa-masa jahiliyah hingga abad pencerahan begitu runtut untuk disaksikan. Ilmu pengetahuan berkembang pesat sejak adanya penemuan-penemuan yang kontroversial. Copernicus harus meregang nyawa gara-gara menyatakan bumi ini berputar mengelilingi matahari dan seorang Thomas Alfa Edison anak idiot yang menemukan lampu pijar.

Perjalanan imajinasi ini berhenti 100 tahun yang lalu dimana ada pernyataan yang kontroversial. Seorang Charles Darwin di cap sebagai orang yang tidak kenal Tuhan. Orang yang kurang paham dengan teori evolusi Charles Darwin menyatakan ”manusia dari kera” dan sempat mebuat heboh, padahal pengarangan buku The Origin of Species tidak mengatakan demikian. Struglle for Life kata yang diucapkan untuk menggambarkan masa lalu, bahwa untuk hidup harus berjuang. Seorang ekonom, Herbert Spencer menguatkan dengan kalimat ” Survival of the Fittest”, siapa yang bisa menyesuaikan diri, dialah yang bertahan. Dari segi evolusi sangat tepat, namun dari segi ekonomi menjadi kecaman sebab manusia hidup penuh makna toleransi, bukan kehidupan yang bebas dan liar.

Imajinasi itu hilang dan buyar disaat PLN sudah berbaik hati mengalirkan kembali setrumnya. Kini mata bisa terpejam untuk menulis imajinasi ini dan membagikannya. Tidak ada ilmu pasti, sebab kepastian ilmu tersebut masih juga diragukan kebenarannya.

Salam

DhaVe

15 thoughts on “13 Miliar Tahun Yang Lalu Antara Imajinasi dan Realita

  1. dhave29 said: >mBa Penny; wuahaha… besok ada test evolusi, makane gak bisa tidooor dan kepikiran teroos hahaha…. cilaka deh nie…

    Dhave, mo nanyak, situ kan bidangnya kimia yah? , OOT nih gak ada hubungan ama topik, cuman pernah tau gak zat kimia apa yg bisa bikin minyak goreng menggumpal, maksudnya biar gampang dibuang, kalo cair kan meresap kemana2 , apalagi masuk2 ke saluran air bisa bikin buntu kan yah? , maap yeee, OOT jauuuuhhhh bangeeeeettt hehehehhe

  2. dhave29 said: >mBa Penny; wuahaha… besok ada test evolusi, makane gak bisa tidooor dan kepikiran teroos hahaha…. cilaka deh nie…

    biasanya klo ada gangguan pernapasan, memang gelap itu musibah…

  3. dhave29 said: >mBa Penny; wuahaha… besok ada test evolusi, makane gak bisa tidooor dan kepikiran teroos hahaha…. cilaka deh nie…

    >mBa Yagizza; iyah rumit… lebih rumit lagi juga sampai didalamnya…. so jadi pertanyaan…? serumit itu kok bisa nyambung…. wooaaaa TUHAN Maha Kreativ… jempool semua deh buat Tuhan sampe aku kuliah lagi buat pelajari tangan dingin Tuhan… luar biasa… Allahuakbar dah…>mBa Agata; prinsipnya minyak kan lipid dan bukan polimer, artinya minyak cuma tersusun molekul2 ”makromolekul” dan tidak ada yang bisa ngikatnya. Nah buat gumpalkan gampang, kasih aja air es kan ntar beku… baru dah setelah beku/gumpal baru di angkat. Karena sifatnya yang gak mau nyampur, hajar ajah pake air sabun dan air hangat… ada beberapa bahan kimia lain, tapi ya mahal dan ribet, biasanya dipake buat bersihin laut dari tumpahan minyak. wah ini lebih OOT yah….kelar dan testnya….nie…>mBa Siasetia; aku sindrom/phobic tempat gelap haahahaha….

  4. dhave29 said: Nah buat gumpalkan gampang, kasih aja air es kan ntar beku… baru dah setelah beku/gumpal baru di angkat. Karena sifatnya yang gak mau nyampur, hajar ajah pake air sabun dan air hangat…

    seekk, bingung, dikasih air es, trs dikasih air sabun ama air hangat gitu? aku rada terganggu kalo mau buang minyak bekas pake, ngeresep kemana2 kan tuh minyak… stress dah..

  5. dhave29 said: Nah buat gumpalkan gampang, kasih aja air es kan ntar beku… baru dah setelah beku/gumpal baru di angkat. Karena sifatnya yang gak mau nyampur, hajar ajah pake air sabun dan air hangat…

    >mBa Agatha; kalo minyak nempel diperabotan.. kasih air panas/anget yang dicampur sabun colek atau apalah.. dijamin luntur…kalo biar minyak nggumpal kasih aja es… atau air adem.. kalo dah gumpal baru deh di cendokin hehehe… namanya juga benda cair ya pasti nresep dah hehehe….

  6. dhave29 said: Nah buat gumpalkan gampang, kasih aja air es kan ntar beku… baru dah setelah beku/gumpal baru di angkat. Karena sifatnya yang gak mau nyampur, hajar ajah pake air sabun dan air hangat…

    Untung langsung nyala…kalau gak…jangan2 angan2 melayang ke 100 thn ke depan, trus jadi apa ya ?Coba matiin lampu lagi Nang….

  7. dhave29 said: Nah buat gumpalkan gampang, kasih aja air es kan ntar beku… baru dah setelah beku/gumpal baru di angkat. Karena sifatnya yang gak mau nyampur, hajar ajah pake air sabun dan air hangat…

    mati lampu ajang balik ke masa lalu😀

  8. dhave29 said: Nah buat gumpalkan gampang, kasih aja air es kan ntar beku… baru dah setelah beku/gumpal baru di angkat. Karena sifatnya yang gak mau nyampur, hajar ajah pake air sabun dan air hangat…

    Petromaks, Petromaks!

  9. agnes2008 said: Untung langsung nyala…kalau gak…jangan2 angan2 melayang ke 100 thn ke depan, trus jadi apa ya ?Coba matiin lampu lagi Nang….

    hehehe…aku ya merem…. hahahaasal jangan satu tahun kemarin… evolusi cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s