Rebonding Sebagai Helm SNI, Siap Ngebut di Lampu Kuning

Negeri beradap namun berperilaku biadab, walau tidak semua penghuninya seperti itu. Prilaku menangnya sendiri, bebas gak mau diatur atau menindas yang berada dikasta bawahnya. Sungguh miris melihat tingkah laku brutal mereka yang mengabaikan tata krama dan konvensi yang dijadikan rambu-rambu sosial. Kecaman sosial atau gunjingan sosial seolah angin lalu yang berhembus sesaat lalu hilang disapu egoisme. Pengin marah, namun tak bisa marah, pengin mengadu, namun bingung kepada siapa dicurahkan, hanya berdiam diri sambil menggenggam erat kepal tangan.

Arus dan padatnya lalulintas telah membentuk manusia yang berjiwa kompetitif, tak mau mengalah dan lupakan sesaat aturan. Sewaktu ada duit sisa perasan keringat, iseng main ke negara tetangga. Pada saat hendak menyebrang di zebra cross, nan jauh disana ada mobil kencang, namun disaat mendekati trotoar berhenti. Dengan ramah pak sopir, mengacungkan jempol tanda ”silahkan menyebrang”. Dibeberapa tempat, hal seperti itulah, dimana tata krama berlalu lintas berjalan dengan baik. Disaat kembali di tanah kelahiran, busyeeeet tengak tengok kanan kiri di zebra cross masih saja kesambar pengemudi beroda dan bermesin. Sudah hampir ketabrak, masih juga kena umpatan ”goblok….. lihat jalan kalo nyebrang”, ya dalam hati ”pinter… kalo lewat lihat manusia”.

Pilu lagi disaat saya berjalan diteritorial dan itu daerah kekuasaan saya jika berjalan kaki. Di trotoar berpaving merah segi enam, disaat asyik berjalan terdengan ”diiiiiiinnnn….”. Sebuah motor sudah meraung-raung dibelakang dan hendak menelan saya bulat-bulat. Sepertinya ada antrean lampu merah, maka disaat ada kesempatan memanfaatkan trotoar sebagai jalan alternativ. Prinsipnya cari selamat lalu minggir ”monggo..silahkan lewat…. gobraaaak”. Slebor belakang terkena free kick dan agak menceng sedikit. Niat hati tendangan satu bayangan biar kena roda lalu jatuh terkapar, dan ada polisi yang melihat kejadian, lalu saya ditangkap dan diperkarakan. Tahu posisi salah, sang motor ngacir disaat lampu hijau dan apa daya kaki tak sanggup mengejar.

Kaki agak senut-senut gara-gara adegan kungfu lalu iseng mampir di pos polisi dan curhat aja ama petugas Sat Lantas. Nah disaat sedang tugas ada seorang gandis cantik mengendarai motor matic dengan rambut lurus bekas catokan dan obat smoothing. Demi menjaga sang mahkota maka, lupakan helm SNI karena rebonding sudah ber-SNI. Tak segan tak ampun dan tanggal tua, maka dicegatlah mBa-mBa berkepala SNI ini. Tuduhan tanpa helm menjadi senjata ampuh pak Polisi kepada tercegat. ”halaaah pak.. cuma mau ke plaza depan sana kok pake helm, kan dekat Pak” bela si gadis. Pak Pol gak mau kalah ”mBa.. kalo mbak lewat sawah, jurang, selokan atau kebon gak papa gak pake helm, tapi ini jalan raya… sudah mana SIMnya..”. Apes dah… Pak Polisi dilawan, sudah salah lagi…. ”payah”.

Masih ada saja prilaku pemakai jalan yang bikin senyum dan konyol. Ada sebuah motor bermotor 2 tak yang sepertinya tidak sadar akan kemampuan dijalan raya. Disaat lampu hijau berubah jadi kuning, motor berpenumpang dua pemuda kampung berlari kencang dan alhasil sebelum garis putih sudah berubah menjadi lampu merah. Kepleset tanggung maka ngacir saja, merasa dapat mangsa, maka motor gede ratusan CC di gas poll oleh Petugas. Baru 50m sudah berhasil dihadang dan digiring ke pos perempatan. Dasar jago debat ”lah pak tanggung tadi, lagian gak ada kendaraan lewat” jawab pemuda kampung. ”Mas kalo lampu kuning itu siap-siap berhenti, bukan siap-siap ngebut, iya kalo motormu sehat.. ini motor tua dan nafasnya senin kemis gitu tanpa surat-surat lagi, ini saya angkut juga percumah.. sana pergi, tapi yang tertib…ingat motor tua”. Juara deh buat pak Polisi, mengerti sikon sebab percuma nie anak kampung disembelih gak bakal keluar darahnya.

Parah lagi ABG yang lagi doyan naik motor dengan SIM barunya. Sambil boncengin ceweknya, ketangkep razia. Motor OK, surat-surat Ok, tertib lagi, namun ada mata Polisi yang menuju di poin of interest pada helm. Bukan logo SNI atau standar kelengkapan helm, tetapi pada gambar tempel ”stiker” yang tertempel berjubel di batok helm. ”Dik coba lepas helm dan tolong baca semua tulisan disana” perintah petugas polisi. ”ehh..eh… cowok cakep only, durex, castrol, the doctor, kayete, ehhh… sudah pak” jawab ABG dengan gemetar. ” masih ada dan baca dengan keras” bentak Pak Polisi seraya memanggil teman-temannya. ”ee….ee….ee…po..poo…po.o.po…li.lii.li…ce… fucccck offfff” eja ABG sambil nunjuk stiker berlambang jari tengah dibelakng batok helm. Tanpa babibu lagi ”gobraaaak….” helm pecah berkeping-keping di banting lalu di injak pak Polisi. Akhir kata sang arjuna pinjam helm srikandi dan menyuruhnya naik angkota lalu gantian dia yang digiring dikantor polisi sambil dibonceng petugas satlantas.

Geli, lucu, konyol, jengkel, salud, acung jempol campur aduk jadi satu. Seolah pengin marah tapi gak sampai hati jika melihat realita jalanan. Sepertinya tak ada sinergisme positif selama ada aturan dan penegak aturan, hanya berjalan dengan santun yang menjadi kendali dari itu semua.

Salam

DhaVe, Kamar Ademku, 11092010, 15:15

15 thoughts on “Rebonding Sebagai Helm SNI, Siap Ngebut di Lampu Kuning

  1. motor saya waras dan sehat, lengkap lampunya dan berfungsi semua, sim ga nembak tapi lulus ujian tertulis dan praktek tanpa cela dan ngulang, kemampuan mengendarai kendaraan sangat baik kurang ga nih hahaha

  2. Haaah… Yang parahnya lagi mas… Mobil meskipun bener di jalurnya gak ugal2an trus di seruduk motor dari samping atau belakang atau bahkan depan (motor niat maju malah mati mesin dan jatuh sendiri). Tanpa babibu… Orang2 sekitar langsung main hakim mau ancurin mobil sambil bilang si mobil yang salah. Padahal jelas2 si motor yang salah.Haduuuuh…Pas dah babak belur baru ditanya kronologis ceritanya. Pas tau yang benerannya… Ntu orang2 cuma bisa manggut2 nunduk sambil cengengesan dan bilang “maaf salah sasaran”.Uuugh… Rasanya pengen geprok bata merah deh ke kepala org2 ntu.

  3. mba yg lugu.. sabar sabar.. nie kasih es teh tempel didada ama jidat biar adem. anggapan yang gede itu yang selalu salah memang telah menjadi paradigma masyarakat. kesadaran hukum dan kontrol emosi yang lemah menjadi bumbunya. jangankan nyruduk.. orang nabrak truk mogok aja truk yang gak tau apa2jd di amuk masa. ya emang gitu hukum dijalanan dan akan jelas dipengadilan. orang yang main hakim rame2 byasanya akan nyanyi kor jd paduan suara.. ooww…yah itulah kelemahan kita… yang tidak pernah dperbaiki. terimakasih tambahan ceritanya mba.

  4. dhave29 said: Geli, lucu, konyol, jengkel, salud, acung jempol campur aduk jadi satu. Seolah pengin marah tapi gak sampai hati jika melihat realita jalanan. Sepertinya tak ada sinergisme positif selama ada aturan dan penegak aturan, hanya berjalan dengan santun yang menjadi kendali dari itu semua.

    speechless….! šŸ˜¦

  5. dhave29 said: Geli, lucu, konyol, jengkel, salud, acung jempol campur aduk jadi satu. Seolah pengin marah tapi gak sampai hati jika melihat realita jalanan. Sepertinya tak ada sinergisme positif selama ada aturan dan penegak aturan, hanya berjalan dengan santun yang menjadi kendali dari itu semua.

    mas Trie.. dalem kendel mawon, tanpa ucap mak klakep…

  6. dhave29 said: mas Trie.. dalem kendel mawon, tanpa ucap mak klakep…

    hihihi, mas mas…estunipun njih badhe kendel, namung menawi mirsani kahanan kok kados mboten mentala njihh…..wis juan, mbingungi dhewe dadine ik….

  7. dhave29 said: mas Trie.. dalem kendel mawon, tanpa ucap mak klakep…

    mas Trie, ha sumonggo katuran mesem kaliyan ngguyu… hahaha.. ngantos padharan mules hehe.. trenyuh lan katon nggegirisiwah.. ada yang kena roaming gak ini?

  8. dhave29 said: mas Trie.. dalem kendel mawon, tanpa ucap mak klakep…

    Om Dhave, kalo traffic light udah kuning mau merah kan harusnya pelan tuh siap2 berhenti, apa daya disasak aja ama pengendara motor yg ngebut dari belakang. Ampun deh…. sebeeellll >.<untung masih selamet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s