”Jangan Keras-keras nanti Kedengaran”

Sok tahu apa memang sudah tahu, nampak beda tipis bahkan seolah menjadi kombinasi keduanya. Bingung ya… mau cerita apa tho…ini..?. Sebenarnya bukan hal yang penting, tetapi acapkali menjadi permaslahan tersendiri jika suatu saat dialami. Contoh sederhana dari pengalaman sesehari yang acapkali dicap ”sok tahu kamu”.

Suatu jaman awal kuliah, kebetulan ikut daftar jadi anggota pecinta alam atau apalah namanya. Waktu itu ada acara pendakian Gunung Merbabu, dan sebagai anggota baru musti nurut dengan para senior atau sesepuhnya. Nah saat mau jalan didepan, karena mau menyalin teman yang lambat jalannya. Disaat mau nyalip, diteriakin sama senior.
”hey kamu… jangan sok tau ya jalan didepan…. kalo kamu nyasar urusannya panjang, sana balik paling belakang dan ikutin yang paling depan..!!!!”. Wah keder juga ni telinga, dan langsung kembali kebarisan.

”oi… lewat kanan atau kiri” teriak senior yang paling depan kepada senior lain.
”mana ya.. duh lupa aku… coba di survey dulu mana yang bener” jawab senior yang lain.
”mas lewat kanan aja yang tidak nanjak, kalo kiri curam” celetuk saya.
”hey… kamu diem jangan sok tau…” teriak senior.
Kembali kebarisan dan nunduk kepala tanda mengerti. Akhirnya sampai juga ditempat berkemah, disana puluhan tenda pendaki sudah berdiri, lalu kami ikut serta mendirikan tenda.

Disela-sela mendirikan tenda ada seorang pendaki yang menghampiri saya.
”woi bro… kamu tuh badak apa kerbau, kemarin baru turun sekarang mendaki lagi…?” tanyanya.
”hush jangan keras-keras, nanti kedengaran ama senior saya”.
Semua berlangsung seperti biasa dan saatnya menjadi kerbau budeg yang bego didepan mata senior.

Lain lagi saat meeting dikantor untuk mengadakan gathering di tempat wisata dengan menyewa villa. Akhirnya diputuskan, nginap di vila yang kebetulan terletak didekat rumah saya di desa. Mungkin sedikit banyak tahu tentang lokasi vila dan tetek bengeknya, maka urun rembug. Tak dinyana tak disangka malah kena damprat ama yang puya gawe alias atasan saya.
”kamu jangan sok tahu, biar kami yang urus, kamu tinggal ikut saja”.

Hari H tiba, gathering serasa pulang kampung. Vila yang ditempati dekat dengan rumah, bahkan saat tiba dilokasi penjaga vila langsung menyapa.
”ststststs…. jangan keras-keras, nanti juraganku tau”, akhinya yang lain kumpul-kumpul, saya milih pulang rumah aja deh ”ngilang sesaat”.

Akhirnya setelah 3 tahun jadi kuli saatnya kembali ke almamater untuk kembali belajar. seperti biasa, awal kuliah perkenalan dengan lingkungan kampus. Ketemu dengan dosen dan staff yang 7 tahun ketemu tiap hari bukanlah hal yang asing. Nah disaat kembali ke laboratorium, ada anak mahasiswa S1 yang menjadi pemandu kami.Diajak muter-muter diterangkan satu persatu apa yang ada disana.

Nah saat masuk kembali di lab microbiologi yang saya huni hampir 5 tahun penelitian, kembali diperkenalkan masing-masing alat oleh mahasiswa yang masih ingusan. Bingung campur geli saat mendengar apa yang diterangkan mahasiswa tersebut. Iseng aja, disaat ada tabung reaksi dan beberapa larutan saya gojok-gojok dan goyang.
”Pak jangan buat main-main, bahaya itu, nanti kalo kontaminasi bisa infeksi”. Weh malah dimarahin anak kecil, padahal tahu persis apa yang didalam itu.

Saat masuk ruangan yang lain kembali diperingatkan oleh pemandunya.
”pokoknya dilarang pegang-pegang dan cukup lihat dan perhatikan saya”. Wah sadis amir nie anak, kaya profesor aja. Akhirnya tour de lab diakhiri dengan ketemu laboran sebagai penguasa labnya. Sapaan lembut mengalir ditelinga.
”apa kabar Mas… selamat datang, dan akhirnya ada lagi yang mau ngajari saya untuk operasikan alat lab”.
”hush jangan keras-keras, nanti ada yang dengar”.
”oke sampai disini, kalo ada pertanyaan silahkan disampaikan” teriak sadis pemandu.
Bengong kembali menjadi kerbau stupid hahahaha…..
”maaf saya tidak tahu apa yang mau saya tanyakan Dek…..”.

Salam

DhaVe
Gedung G#505, SWCU 30082010 13:15

Advertisements

24 thoughts on “”Jangan Keras-keras nanti Kedengaran”

  1. pennygata said: wkwkwkwkwkw…. ya bgtu deh namanya manusia hihihihih

    cak No2. woke syap dah… nie dengerinmba Sandra, woke dsalamkan dahBupeb.. saling mengingatkan dan tetap rendah hati selalu, jangan permalukan mereka walau kadang gondok juga hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s