Jangan Jujur nDuk Nanti Ajur

Nada ponsel mengoyak telinga yang sedang asyik menarikan jemari diatas papan tombol. Sekali sabet dan ada percakapan singkat.
”ya..halo..met pagi…ada apa..”
”ya..ini saya Linda… hiks…hikss…hiks..” suara tangisan
”ada apa denganmu kok nangis hah..?” tanya saya
”habis dimarahi Boss gara-gara penggantimu mundur”
”lha kok bisa mundur kan belom 1 bulan ?” timpal saya
”mereka gak tahan dengan pekerjaannya…” jawabnya
”lantas kenapa kamu nangis dan apa hubungannta dengan mereka”
”ya gara-gara meraka ndak bisa apa-apa aku kena semprot Boss”
Demikian tragedi pagi itu.

Singkat cerita 2 karyawan baru keluar karena tidak tahan dengan tekanan pekerjaan dan mereka tidak bisa bekerja, dimana alasannya saya tidak mengajari mereka. Karena nama saya ikut dicatut makannya ikut-ikutan mencak-mencak juga. Saya sudah keluar resmi dan status saya bukan siapa-siapa mereka, kenapa saya terlibat?. Jujur saya mengakui, bahwa saya tidak sepenuhnya memberikan tutorial pekerjaan. Bukan karena saya pelit, bukan saya kikir ilmu atau apalah sehingga enggan membagikan ilmu.

Pada awal bertemu dengan karyawan baru terjadilah perkenalan singkat latar belang mereka. Dari Universitas Negeri ternama dan lulus ”kumlot” dan lulus kurang dari 4 tahun yang membuat minder saya. Saya terpaksa mengenalkan diri, lulusan Universitas Swasta yang gak terkenal, IPK dua koma sedikit dan masa studi H-1 drop out. Senyum ”ngece” tersirat dibibir manis mereka mengapresiasi prestasi saya menjadi mahasiswa fosil.

Kegiatan perkenalan usai dan saatnya membagikan ilmu dipekerjaan. Pada awalnya lancar, tetapi selanjutnya memuakan. Entah saya yang sok tau atau mereka yang keelewat pinter, dimana beberapa tutorial dari saya dibantai habis-habisan sehingga saya kekurangan kalimat untuk menjawab pertanyaan jenius mereka. Ilmu bangku kuliah saya yang jauh dari mumpuni mentah ditangan mereka dan alhasil mereka bekerja dengan cara mereka sendiri dan saya acc saja asal semua beres.

Beberapa tawaran dari saya berupa buku petunjuk, buku pegangan dan beberapa dokumen ditolak mentah-mentah mereka dengan alasan ”ada yang lebih baik dan baru”. Ya sudah saya iyakan saja dan kembali saya kemasin dalam dus yang nantinya saya bawa pulang. Ada pertanyaan yang menggelitik saya dan harus memutar fakta dalam sebuah realita profesi.
”mas bagaimana jika hasilnya tidak valid..?”tanya mereka
Saya belibet mencari jawaban apa yang dulu pernah saya lakukan.
”ya dikarang saja gimana hasilnya biar baik” jawab saya.
”kalo ketahuan gimana ama dinas” bantah mereka
”suap aja, kelar kan sama-sama enak hehehe” lalu saya pergi takut ada pertanyaan lanjutan.

Waktu berjalan dan saya menikmati masa santai dan nganggur dikantor. Tak dinyana tak disangka, timbul masalah di hasil uji dengan kesimpulan tidak valid. Merekan mencoba mengulang beberapa kali dan tetap memaksa nulis apa adanya. Hasilnya luar biasa heboh, dimana semua produk di reject dipasaran. Juragan marah besar, anak buah kena sasaran. Saya hanya duduk manis posisi aman ”itu bukan kerjaan saya”. Cengar-cengir sambil berguman ”lha lak bener tho…?”.

Memang ada kalanya idealisme perlu sedikit dikesampingkan dalam dunia abu-abu profesi. Saya yakin tidak ada yang bersih 100% dalam dunia bisnis, dan tetap ada trik dan intrik yang menjadi bumbunya. Mungkin saya yang masih hijau pupus, sudah sedikit banyak mengenal ramuan mujarab para pengusaha agar lancar usahanya, terkadang haram menjadi barang yang halal. Pinter dengan nilai mentok tinggi dan jangka waktu pendidikan pendek bukan jaminan bisa berperang didunia abu-abu tersebut. Ilmu jadikan senjata, tetapi strategi profesi tetap diperlukan untuk tameng segala kemungkinan.

Olokan ”asal boss senang” bolehlah dijadikan pokok alasan untuk cari selamat. Jujur itu penting dan mutlak, tetapi dalam berbagai kondisi janganlah kejujuran membuat menjadi ajur. Nah sekarang saatnya mencari karyawan baru lagi dan tawaran menarik didepan mata.
”boleh kalo mau pakai tenaga pikiran saya”
”kapan bisa mulai kerja…?”
”emang saya mau dihargai berapa…?”

clik telpon ditutup…..

salam

DhaVe
Kamar Ademku, 19082010 20:45

28 thoughts on “Jangan Jujur nDuk Nanti Ajur

  1. dhave29 said: boleh kalo mau pakai tenaga pikiran saya””kapan bisa mulai kerja…?””emang saya mau dihargai berapa…?”

    hahahahaha, oiyah, pengalaman itu priceless lhodan tau suasana + tau bertindak menghadapi suasana tertentu jugak priceless, jd ini pasti bisa dijadiin bargaining power wkwkwkwkwkwkw

  2. dhave29 said: boleh kalo mau pakai tenaga pikiran saya””kapan bisa mulai kerja…?””emang saya mau dihargai berapa…?”

    mba Penny..iy terlalu bersemangat hehe, masalahnya siapa yang butuh..? memang pengalaman berbicara, sebab ilmu hanya jadi senjata.

  3. dhave29 said: boleh kalo mau pakai tenaga pikiran saya””kapan bisa mulai kerja…?””emang saya mau dihargai berapa…?”

    wes podo wae karo nggonku macul, dunia kerja seperti belantara kita harus pakai taktik menghadapinya hahahahayuk ngadem ke telomoyo, iki packing kamera wes rampung siap berangkat

  4. sulisyk said: wes podo wae karo nggonku macul, dunia kerja seperti belantara kita harus pakai taktik menghadapinya hahahahayuk ngadem ke telomoyo, iki packing kamera wes rampung siap berangkat

    piye iki…ikuttttttttttttttttttt….nyusul jam 10 malam bisa ga ya?

  5. sulisyk said: wes podo wae karo nggonku macul, dunia kerja seperti belantara kita harus pakai taktik menghadapinya hahahahayuk ngadem ke telomoyo, iki packing kamera wes rampung siap berangkat

    pokoknya dienteni mo hayuuuuk ta sediani release shutter, aku bawa 2 nih

  6. sulisyk said: wes podo wae karo nggonku macul, dunia kerja seperti belantara kita harus pakai taktik menghadapinya hahahahayuk ngadem ke telomoyo, iki packing kamera wes rampung siap berangkat

    minta 1 dong…. hahahahahhaa….kalau jadi nyusul, ntar kudu ada yang methuk..nek ga ada yang jemput… byuhhhh.. ntar kesasar tempat lain piye jal?

  7. sulisyk said: wes podo wae karo nggonku macul, dunia kerja seperti belantara kita harus pakai taktik menghadapinya hahahahayuk ngadem ke telomoyo, iki packing kamera wes rampung siap berangkat

    mo wit wokeh syap ada yang methuk kok tenang sajah… mas sulis gawa suter rilis sing akeh.musuhe gur1tok,iku wae buat liontin haha.syap dtunggu..

  8. sulisyk said: wes podo wae karo nggonku macul, dunia kerja seperti belantara kita harus pakai taktik menghadapinya hahahahayuk ngadem ke telomoyo, iki packing kamera wes rampung siap berangkat

    Saya mau kalau digaji 4x lipat. titik !Klek…tutup telp.!*lumayan beli 5D

  9. sulisyk said: wes podo wae karo nggonku macul, dunia kerja seperti belantara kita harus pakai taktik menghadapinya hahahahayuk ngadem ke telomoyo, iki packing kamera wes rampung siap berangkat

    mba Agner, kalo 5x lipat bonus lensa kit ini hehe.. mau jane.. mang perusahaane kumpeni hahaha./

  10. sulisyk said: wes podo wae karo nggonku macul, dunia kerja seperti belantara kita harus pakai taktik menghadapinya hahahahayuk ngadem ke telomoyo, iki packing kamera wes rampung siap berangkat

    Murahnya harga seorang manusia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s