Eksotisme Parang Ndok Sisi Selatan Yogyakarta

Filosofi kehidupan yang tergambar dari Garis Imajiner Gunung Merapi– Tugu – Kraton – Kandang Menjangan – Parangkusumo, yang menjadi gambaran tentang kehidupan manusia dari lahir hingga menghadap Sang Pencipta. Masing-masing tempat yang dilalui poros imajiner tersebut memiliki makna yang penuh filosofi dan menyimpan sejuta eksotisme keindahan. Keindahan dengan makna-makna filosofi kehidupan, sungguh merupakan harta kekayaan budaya yang tiada ternilai dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu lumbung harta karun tersebut.

Mencoba menelusuri Jalan Lingkar Selatan Yogyakarta yang menjadi nadi disaat tengah kota mengalami kemacetan. Ring Road Selatan yang nampak lengang dengan 2 garis pemisah untuk roda empat dan roda dua, sehingga nampak tertib dan rapi. Usai Ring Road selatan berbelok arah ke Selatan menuju jalan Parang Tritis yang mengarah semakin keselatan Yogyakarta. Jalan yang lengang dan dihiasi pemandangan di kanan kiri yang nampak indah serta sapa masyarakat yang ramah menjadikan perjalanan sangat menyenangkan. Gumpalan awan di langit biru Yogyakarata turut menghiasi langit yang biru cerah hari itu, sebab biasanya mendung dan hujan selalu mewarnai.

Perjalanan mengarah pada Pantai Parang tritis yang terkenal dengan hamparan pasir dan ombaknya yang besar, tetapi bukan Parang Tritis tujuan kami. Sampai di Parang Tritis tujuan di arah kan disisi timur pantai, yakni Parang Ndok. Sebuah perbukitan dengan tebing-tebing batuan karst menjadi tujuan untuk melihat sisi keindahan Selatan Yogyakarta. Parang Ndok yang secara topografi lebih tinggi dari Parang Tritis dan sejauh mata memandang bisa melihat sisi barat pantai. Kampung Nelayan Depok, Parang Kusumo dan Parang Tritis terlihat jelas dengan garis pantai yang lurus dan ombak besar yang selalu datang silih berganti.

Parang Ndok dengan tebing-tebing karst menjadi magnet tersendiri bagi para pecintanya. Juluran tali yang menjuntai menjadi tambatan keselamatan bagi penghobi kegiatan alam bebas. panjat tebing merupakan salah satu aktivitas yang ada disini. Para Pemanjat dengan lembut membelai setiap celah-celah bebatuan tebing untuk mencari pegangan dan pijakan lalu terus merayap ke atas. Belayer yang bertugas mengamankan Pemanjat dengan mata sigapnya terus mengarahkan gerakan pemanjat dijalur yang benar dan selalu siaga menjaga pemanjat jika terhempas. Para pecinta ketinggian dan gravitasi seolah ingin menunjukan bahwa meraka mampu menaklukan, menaklukan rasa takut, egois dan semakin memupuk rasa percaya diri, kerjasama dan kesungguhan. Sungguh aktivitas alam bebas yang layak mendapat apresiasi dan menjadi daya tarik tersendiri di Parang Ndok.Beralih ke sisi selatan Parang Ndok, dimana ada bukit kecil yang menjulang tinggi. Jalan setapak dari bebatuan kapur menyambut langkah kaki untuk menuju atas bukit. Diatas bukit ada beberapa bangunan yang rusak dan tidak terawat, tetapi tidak mengurangi keindahan disaat mata memandang jauh kedepan. Ada sebuah landasan Paralayang yang menjadi meeting point untuk mengabadikan setiap keindahan yang ada. Nan jauh disana terlihat deretan pantai dengan ombak besarnya yang terus menggulung silih berganti. Ratusan wisatawan yang bermain ditepi pantai nampak dari ketinggian Bukit Parang Ndok. Hamparan sawah dan hutan seolah kontras dengan lautan biru disisi selatan yang semakin menambah warna-warni keindahan.
Menjelang senjat tiba adalah momen-momen yang selalu dinanti para pecintanya. Tenggelamnya Sang Surya di ufuk barat menjadi pemandangan yang luar biasa dari atas bukit, sebab bisa melihat jelas kesemua penjuru. Angin laut yang terus berhembus menambah romantis suasana di kala senja sambil terus mengikuti perjalan Sang Surya ke sisi barat bumi. Langit semakin merona dengan warna merah dan jingga seiring tenggelamnya sang surya. langit sisi atas dan timur yang tadinya keabuan sekarang berubah semburat merah menandakan golden sunset. Berdiri sambil terus merekam setiap keindahan dan eksotisme dari Parang Ndok seolah tak ada habisnya, namun langit semakin gelap dan belum saatnya untuk kembali. Sebentar meluangkan waktu untuk merekam keindahan Parang Tritis di waktu malam. Lampu-lampu menghiasi sepanjang pantai sehingga menambah keindahan diwaktu petang. Saatnya kembali pulang dengan sejuta kenangan dan keindahan sisi Selatan Yogyakarta.

18 thoughts on “Eksotisme Parang Ndok Sisi Selatan Yogyakarta

  1. zackycute said: emang asyik tempat nya parang ndok bro…apalagi kalo bawa cewek k sono…adem tur ayem…:D

    ayem tentrem lan sumringah…..apa maneh sama kemara kumplit semakin syahduuuuwwwwwwww……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s