Retakan Tembok Kota Tua yang di Gerus Roda Jaman


Setiap kota hampir diseluruh Indonesia memiliki peninggalan masa lalu, baik dari era kerajaan, kolonial dan paska kemerdekaan. Peninggalan-peninggalan yang sebagian besar berupa bangunan fisik seperti; gedung, lapangang, benteng atau hanya sekedar monumen ada disetiap kota dengan sejarahnya masing-masing. Setiap peninggalan dengan cerita dan episode sejarah yang monumental sepertinya bisa menjadi bukti sejarah akan peristiwa masa lalu. Mencoba berkaca dari masa lalu lewat peninggalan sejarah yang masih berdiri kokoh saat ini.

Mungkin jika melihat gedung-gedung di Eropa akan terlihat betapa megahnya masa lalu dengan segala mahakaryanya. Katakalah kota terkenal seperti Roma atau Venesia di Italia dengan bangunan tuanya yang masih megah hingga saat in, demikian juga dengan di Indonesia lewat kota-kota Tua-nya; seperti Kota Tua Semarang atau Di Jakarta. Gedung-gedung di Eropa sana mungkin dibangun jauh sebelum kota tua di Indonesia berdiri, tetapi mengapa saat ini berbeda kondisinya. Bangunan-bangunan di Eropa sana masih kokoh berdiri sedangkan di Indonesia tinggal menunggu rubuhnya saja.
Memang tak terbantahkan apabila orang bule membuat bangunan gedung atau jembatan yang konstruksinya sangat kokoh. Di kampung saya, ada sebuah jembatan peninggalan Belanda yang sewaktu ingin di rubuhkan untuk diganti yang baru, para pekerjanya pusing tujuh keliling. Berbagai cara digunakan untuk merubuhkan, dari cara purbakala dengan menggempur dengan palu sampai dengan cara modern dengan dinamit. Bangunan tersebut hanya “mentheles” (kokoh) retak saja, dan benar-benar terbukti kekuatan bangunan tersebut.
Kota Tua semarang adalah salah satu peninggalan masa kolonialisme Belanda yang masih ada saat ini. Kota Lama yang terletak disisi timur utara Kota Semarang menyimpan sejarah yang panjang pada pendudukan Belanda di Kota Semarang. Namun saat ini kondisinya tidak seperti masa lalu yang penuh dengan kemegahan, saat ini hanyalah keterpurukan dan genangan air yang menggelayuti bangunan kokoh tersebut.

Fenomena genangan air “rob” sepertinya menjadi masalah utama, sebab dari segi topografi, kota tua memiliki ketinggian yang tak lebih tinggi dari air laut, bahkan mungkin dibawahnya. Hanya kekuatan pompa air yang menjadi andalan agar Kota Tua tetap kering dan tidak terendam. Tidak usah berfikir venesia dengan kanal-kanalnya, tetapi cukup dengan datang ke Kota Tua dengan selokan-selokan bampetnya plus aroma tidak sedap.

Dulu Kota Tua di Semarang merupakan kawasan elit bagi para bangsawan dan kaum saudagar kaya raya, tetapi saat ini yang tinggal masih juga kaum e-lit (ekonomi sulit). Bangunan tua sudah banyak yang tidak terurus dan dibiarkan rusak dimakan waktu, padahal memiliki potensi yang luar biasa apabila dikembangkan. Dibeberapa titik di Kota Lama memiliki beberapa spot-spot yang menarik, seperti; Polder Tawang, Gereja Blenduk, Pasar Ayam dan lain sebagainya. Beberapa tempat menarik tersebut sering kali digunakan untuk pemotretan pra nikah, model dan sering pula untuk pengambilan gambar film.
Bisa dikatakan Kota Lama sebagai situs cagar budaya yang layak untuk dipertahankan keberadaannya. Peninggalan masalalu dengan sejuta cerita perjalanan Republik ini dengan segala suka dukanya, tetapi setidaknya dulu ada masa kejayaan walau sekarang harus kelam dimakan jaman. Tugas dan tanggung jawab pemerintah untuk menyelamatkan aset berharga dan jangan sampai ada lelang “patung Perunggu Jendral Soedirman” oleh ahli warisnya. Memang diketahui bahwa Kota Lama pemilikannya di tangan swasta, tetapi setidnya pemerintah campur tangan untuk menyelamatkan peninggalan sejarah tersebut. Mungkin wujud penyelamatan tidak harus di renovasi gedung, tetapi lewat pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang ada seperti; saluran air, akses jalan raya, kesemrawutan kabel listrik dan tata kota yang baik.

Harapan besar ditanamkan di Kota Lama sebagai sebuah warisan untuk generasi mendatang, bahwa Kota Semarang juga ada Venesia atau perkampungan ala Amsterdam yang terletak lebih rendah dari laut. Penyelamatan aset sejarah juga bisa mendatangkan masukan ekonomi dimana menjadi wisata sejarah dan budaya. Menjadi pertanyaan saat ini, sampai kapan Kota Tua yang semakin uzur dimakan jaman akan bertahan ? biarkan sejarah yang menulis setiap episode retakan tembok yang terkikis roda jaman.

36 thoughts on “Retakan Tembok Kota Tua yang di Gerus Roda Jaman

  1. jahewangi said: ben ketok nek Indonesia mas Dhave…

    mau menuju kota lama semarang?? berani menerjang rob?? mau dari imam bonjol, dari pasar johar dari bunderan agus salim semua tak luput dari air rob, memprihatinkan memang, apalagi melihat bangunan dengan arsitektur menarik semakin tak trawat dan menunggu rubuh…

  2. jahewangi said: ben ketok nek Indonesia mas Dhave…

    foto#4 itu foto makan mie ayam bareng2 antara model dan tupot wahahahahahahaeh yang tengah bukan tupot ding, cuma orang yang pengen menjadikan D70 sebagai liontin di kalung 😀 😀

  3. udelpot said: kalo ndak gitu ndak Indo namanya kang dhave .. =D

    Indonesia tanah air beta….hahahhaa….. bukti cinta tanah air dan bangsa….sampai ada air meluap dibiarkan saja…”cintailah ploduk-ploduk dalam negli” biarkan produk asing hancur,,,,,suwun Ki Udel…

  4. dhave29 said: Indonesia tanah air beta….hahahhaa….. bukti cinta tanah air dan bangsa….sampai ada air meluap dibiarkan saja…”cintailah ploduk-ploduk dalam negli” biarkan produk asing hancur,,,,,suwun Ki Udel…

    btw bukannya trademark banjir dah diclaim sebagai milik ‘singpor’?

  5. dhave29 said: Indonesia tanah air beta….hahahhaa….. bukti cinta tanah air dan bangsa….sampai ada air meluap dibiarkan saja…”cintailah ploduk-ploduk dalam negli” biarkan produk asing hancur,,,,,suwun Ki Udel…

    Jadi kapan mau rubuh?Lhoh…!!Hehe

  6. sulisyk said: mau menuju kota lama semarang?? berani menerjang rob?? mau dari imam bonjol, dari pasar johar dari bunderan agus salim semua tak luput dari air rob, memprihatinkan memang, apalagi melihat bangunan dengan arsitektur menarik semakin tak trawat dan menunggu rubuh…

    Namanya juga PENESIA INDONESIA dengan SEJUTA KALEN BAMPET hahaha….besok bawa prahu karet sajad disini…Ntar kan dikelilingi sungai-sungai cetek OmSiapin jet ski apa gethek,,,ojek gak mampu…..

  7. sulisyk said: foto#4 itu foto makan mie ayam bareng2 antara model dan tupot wahahahahahahaeh yang tengah bukan tupot ding, cuma orang yang pengen menjadikan D70 sebagai liontin di kalung 😀 😀

    iya….dari kiriJuragan pastel, sodagar liontin dan premane pancasila hehehe……”yen kaliren rukun yah hahahahaha”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s