Manusia Modern gaya Manusia Purba untuk Eksistensi


Vandalisme sebuah kata yang tidak asing di telinga kita dan pasti menarik benang merah dengan corat-coret dinding. Vandalisme pada awalnya ditunjukan kepada orang-orang Vandals yang aktivitasnya berhubungan dengan pengrusakan dan kriminal. Perkembangan jaman merubah sifat vandalisme mengerucut menjadi grafiti, atau cara mudahnya corat-coret ditempat yang bukan semestinya dan bisa merusak estetika keindahan.

Tidak diketahui secara jelas kapan pada awalnya grafiti itu muncul dan dengan tujuan apa dilakukan aksi corat-coret. Contoh sederhana perkembangan corat-coret bisa di awali dari jaman Manusia Purba. Dibeberapa gua-gua ditemukan coretan di dinding dan langit-langit gua yang dilakukan oleh Manusia Purba. Beberapa lambang di gambarkan dengan sangat sederhana, untuk membuktikan eksis tensi keberadaan mereka pada saat itu.

Perkembangan jaman berubah seiring dengan waktu dan sudah dikenal adanya budaya. Corat-coret masih ada, tetapi dengan konteks yang berbeda. Mungkin bisa kita ketahui dari beberapa bukti peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan Nusantara. Ditemukan berapa prasasti di batu-batu besar yang di tulis dengan huruf kuno. Sebuah simbol huruf yang memiliki makna dan tujuan. Jika bisa sedikit disimpulkan ada persamaan tujuan antara Manusia Purba dan pada masa kerajaan, yaitu ingin menunjukan eksistensi pada masanya.

Pada suatu saat saya bersama teman-teman melakukan kegiatan alam bebas dengan mendaki gunung. Sepanjang perjalanan dari kemah dasar hingga puncak, pemandangan luar biasa sehingga kamera ini seolah enggan masuk tas. Ada sesuatu yang menggelitik mata saya, dimana banyak sekali warisan budaya masa lalu yang masih tetap diwariskan di era modern saat ini. Mungkin jaman dahulu manusia purba dan jaman Kerajaan dengan menggoreskan simbol di atas bebatuan tidak menjadi masalah, sebab belum ada alat tulis, tetapi saat ini menjadi perkara yang besar.

Saya sedikit bisa menarik benang merah ada apa dengan tulisan di bebatuan, coretan bahkan ukiran dilakukan oleh Manusia di jaman modern saat ini. Tak ada bedanya antara manusia modern dengan Manusia Purba yang belum memiliki peradaban, tetapi memiliki persamaan keinginan adanya pengakuan akan eksistensi. Pada saat ini tentu saja orang yang mengukir dirinya di bebatuan di sepanjang jalur pendakian tak ubahnya dengan Manusia Purba yang hidup dijaman modern dalam rangka menunjukan keberadaan dalam rangka meminta pengakuan.
Beralih dari gunung ke tempat cagar budaya dengan tetap memotret warisan budaya masa lalu dalam wujud sebuah candi. Disaat melihat dinding candi, Kepala ini seolah tertunduk malu, dimana ada pekerjaan masa lalu yang masih saja belum selesai pengerjaannya. Jaman dulu mungkin untuk membuat sebuah tulisan, gambar di batu dengan menggunakan pahat, tetapi di era modern sekarang pekerjaan tersebut di gantikan oleh “tip-ex”, cat atau alat tulis yang lain. Sungguh kontras sekali, dimana mahakarya sang maestro pahat harus ternoda oleh tangan jahil yang mengukir namanya berseblahan dengan relief candi.

Sebuah budaya masa lalu yang masih ada sampai saat ini. Kurangnya kesadaran dan pembelajaran menjadikan aksi corat-coret di tempat umum, bahkan benda cagar budaya seolah menjadi hal yang lumrah. Mungkin akan sangat mudah jika corat-coret itu di dinding, lalu dengan cat bisa di tutupi, nah bagaimana jika hal tersebut terjadi di candi-candi, batuan gunung, atau dinding goa. Bukan perkara yang mudah untuk menghapus cat dan goresan, sehingga amat sangat disayangkan apabila itu terjadi. Sifat alami, seni dan keindahan juga akan ikut tercoreng jika ada tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab ikut mengukirkan dirinya di media yang bukan semestinya. Sebuah pembelajaran dan penyadaran sangat penting agar grafiti di tempat yang salah tidak terjadi.

22 thoughts on “Manusia Modern gaya Manusia Purba untuk Eksistensi

  1. pennygata said: pdhl sekarang kan udah ada kamera, dijepret udah jadi bukti kalo udah pernah kesana, gak pake corat coret lagi mestinya ya ..

    itu kan kalo manusi dengan pola pikir modern Sist…Kalo yang masih primitif ya tetep aja hehehe😀

  2. siasetia said: hmm harus di ruas jalan ada khusus tembok untuk membuat prasasti…biar bakat mereka tersalurkan dan nyeni, betul?

    kalo bisa jangan Sist,,,, ntar kasih kesempatan mereka, nah kalo udah abis medianya bisa mrembet,,,,,Tempatkan yang benar dan beri penyadaran…..

  3. siasetia said: hmm harus di ruas jalan ada khusus tembok untuk membuat prasasti…biar bakat mereka tersalurkan dan nyeni, betul?

    hheheheh gpp menurut saya, tapi diberikan arahan biar coret-coretnya ada maknanya…klo diberikan arahan mereka pasti ga akan melebihi area yang diperuntukkan…

  4. siasetia said: hmm harus di ruas jalan ada khusus tembok untuk membuat prasasti…biar bakat mereka tersalurkan dan nyeni, betul?

    nice story, Mas…udah di share ke tempat yang lebih luas ga?…bagus banget ni buat menggugah hati supaya ga ada lagi vandalism ato mural2 liar dimana mana terutama di bangunan peninggalan bersejarah….jangankan liat batu di gunung dicoret2 ama tangan2 jahil… tembok pagar rumah saya, baruuuuuuuuuuu ajah dicat…besoknya udah penuh piloks dan coretan2 tangan ga jelas…. menyebalkan!!… pada ga disiplin semua!!..bisanya ngerusak bae!!

  5. siasetia said: hheheheh gpp menurut saya, tapi diberikan arahan biar coret-coretnya ada maknanya…klo diberikan arahan mereka pasti ga akan melebihi area yang diperuntukkan…

    lah itu yang diperlukan….bisa juga…makasih idenya….yook pada sadar

  6. harataya said: nice story, Mas…udah di share ke tempat yang lebih luas ga?…bagus banget ni buat menggugah hati supaya ga ada lagi vandalism ato mural2 liar dimana mana terutama di bangunan peninggalan bersejarah….jangankan liat batu di gunung dicoret2 ama tangan2 jahil… tembok pagar rumah saya, baruuuuuuuuuuu ajah dicat…besoknya udah penuh piloks dan coretan2 tangan ga jelas…. menyebalkan!!… pada ga disiplin semua!!..bisanya ngerusak bae!!

    makasih mba DYan,udah aku share di sinihttp://sosbud.kompasiana.com/2010/06/16/manusia-modern-berbudaya-manusia-purba-dalam-mencari-eksistensi/Ama FB saya… semoga bisa sedikit menyentil, nantikan episode selanjutnya…Yah butuh sebuah kesadaran, kadang malu mBak..ama bule-bule yang geleng-geleng liat coretan gituam…Makasih buat apresiasinya mBak,,,salam

  7. agnes2008 said: Nyoret2 aahhh…biar eksis….. (nyoret di MP)

    Iiih… Aku sebel banget deh ama org2 kurang ajar kaya gitu. Nanti klo candi2 ntu di pindah ke luar negeri (baca: dibeli org luar negeri) dipugar dan gak boleh ada satupun anak bangsa yang dateng pada nyaho semua. Gara2 1 org rusak 1 negara. Benci banget gw ama org2 ntu (baca : yang ngerusak prasasti n benda sejarah lainnya)

  8. agnes2008 said: Nyoret2 aahhh…biar eksis….. (nyoret di MP)

    sepertinya sudah pernah posting beginiantapi emang tak cukup sekali kankarena memang orang berfikiran keren kalo meningalkan jejak dengan prasastidasar prasasti Gundul mereka, seandainya dibalik prasasti itu dibuat dirumahnya ditembok, anaknya lahir jam berapa, kemarin nikah tgl berapa, bertengkar jam berapa seep tenan to.nah samakan sebuah obyek wisata layaknya rumah kita, jaga kebersihanya, jangan malah dirusak

  9. lugusekali said: Iiih… Aku sebel banget deh ama org2 kurang ajar kaya gitu. Nanti klo candi2 ntu di pindah ke luar negeri (baca: dibeli org luar negeri) dipugar dan gak boleh ada satupun anak bangsa yang dateng pada nyaho semua. Gara2 1 org rusak 1 negara. Benci banget gw ama org2 ntu (baca : yang ngerusak prasasti n benda sejarah lainnya)

    Nah biar pada tau rasa deh….

  10. elok46 said: sepertinya sudah pernah posting beginiantapi emang tak cukup sekali kankarena memang orang berfikiran keren kalo meningalkan jejak dengan prasastidasar prasasti Gundul mereka, seandainya dibalik prasasti itu dibuat dirumahnya ditembok, anaknya lahir jam berapa, kemarin nikah tgl berapa, bertengkar jam berapa seep tenan to.nah samakan sebuah obyek wisata layaknya rumah kita, jaga kebersihanya, jangan malah dirusak

    orang salah ditempat yang salah mBak….akhirnya salah melulu dahkasihan mereka….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s