Pelajaran Sekolah Ala Ilmu Klenik


Ilmu pengetahuan merupakan sebuah kajian bagaimana menjelaskan sebuah fenomena menjadi sebuah realita dan masuk akal. Mungkin orang akan bingung bagaimana menelaah terjadinya petir, tetapi dengan ilmu fisika dapat dijawab dengan mudah, begitu juga dengan fenomena-fenomena yang dulu dianggap sebagai sebuah keajaiban, tetapi dengan sentuhan ilmu pengetahuan semua bisa dijelaskan masuk akal.

Suatu malam saya ditanya Keponakan yang sedang belajar mempersiapkan ujian sekolah. Sebuah pertanyaan sederhana dan klasik, namun saya merasa ditampar olehnya.
”Om… mana yang termasuk simbiosis mutualisme?” sambil menunjukan LKS (Lembar Kerja Siswa).
”ntuh yang gambar kerbau dengan burung” jawab saya, sebab sejak saya SD pasti itu jawabannya.Tak berapa lama, ponakan bertanya lagi dengan LKS bergambar 5 tempat ibadah bertuliskan PPKN.
”Om mana yang termasuk contoh gotong royong” tanya ponakan.
”ntuh yang bangun jembatan”, jawaban tak jauh bedak saat saya menerima pelajaran di era 90-an.

Sedang asyik-asyiknya berkutat dengan remote televisi, eh.. ponakan tanya lagi, namun kali ini tidak membawa LKS. Awal mula dari bencana siap terjadi dan berjaga untuk rasa malu yang amat sangat dengan anak kelas 5 SD. Pertanyaan bertubi yang sangat susah saya jelaskan, walaupun saya paham dengan konsepnya.
”Om kenapa kerbau dan burung jalak disebut simbiosis mutualisme” tanya ponakan.
”karena ada hubungan saling menguntungkan dari kedua pihak, kerbau bebas dari kutu, burung jalak kenyang makan kutu” jawab saya.
”gitu ya Om… tapi saya belum pernah lihat burung jalak makan kutu” timpal ponakan saya.

Saya hanya diam termenung sejenak sambil berpikir, ”benar juga ini bocah”. Sajak sejak SD sampai Perguruan Tinggi yang kebetulan ambil Fakultas Biologi, belum pernah melihat fenomena ”kerbau dan jalak”. Jangankan melihat burung jalak, melihat kerbau saja sangat susah. Yang terjadi saat ini berbeda dengan jaman dulu, dimana sangat susah melihat langsung simbiosis tersebut. jalak sudah diburu lali didalam sangkar makan pakan instant buatan pabrik dan mungkin sudah tidak doyan makan kutu kerbau.
Tamparan kedua muncul disaat ponakan membahas ”gotong royong membangun jembatan” dan saya tidak tahu bagaimana menjelaskan konsep tersebut. Saat ini untuk membangun jembatan sudah di tenderkan ke pihak-pihak tertentu, mungkin yang ada gotong royong me-mark up anggaran pembangunan jembatan. Tak disangka tak dinyana, ditelevisi muncul berita ”pencopet di amuk masa”. Mulut ini seolah mau berkata ”itu contoh wujud nyata gotong royong menghajar pencopet”, mungkin bisa juda jadi contoh ”main hakim beramai-ramai”.
Sebuah konsep pelajaran yang sederhana dan mudah dipahami, namun akan sangat susah menjelaskan secara nyata. Sangat ironis dimana konsep pengetahuan diharapkan bisa menjelaskan secara kongkret, namun dilain sisi contoh nyata tersebut sudah tidak ada didepan mata. Pertanyaan sekarang, siapa yang masih bisa melihat kerbau dan jalak yang saling bersimbiosis, dan siapa yang dengan mata kepala bisa melihat gotong royong membangun jembatan.

Saya beranggapan, mungkin sudah waktunya adanya pergantian contoh dari konsep-konsep ilmu pengetahuan. Konsep pelajaran dengan contoh edisi jaman dahulu, tak ubahnya dengan pelajaran klenik, dimana siswa diajarkan untuk berkhayal dan menerawang ke dimensi masa lalu. Mencoba mengajarkan siswa dengan memberi pemahaman dengan contoh kongret yang ada dan nyata didepan mereka, sebab jika tetap mempertahankan contoh masa lalu akan sangat kesulitan menjelaskan. Mungkin akan lebih tepatnya disesuiakan dengan perkembangan jaman untuk memberikan contoh dan jangan memaksa untuk bertahan dengan kerbau jalak atau dengan jembatan. Sebuah ide muncul untuk memberi contoh musyawaraf mufakat ”lihat saja anggota dewan yang sedang sidang, dari mufakat, debat, dan saling sikat”.

Obrolan ditutup dengan tamparan ketiga yang paling telak dan menurut saya skak-mat.
”Om kemarin PR tentang kenapa air laut berkurang, saya jawab adanya penguapan air, kok disalahkan bu Guru ya.. padahal saja sudah jelaskan siklus air seperti apa yang Om ceritakan” rengek ponakan.
”trus jawaban Bu Guru apa..?” tanya saya.
”kata Bu Guru, adanya pasang surut air laut dan kunci jawabannya seperti itu” jawan ponakan.

Saya berfikir, ”ini yang ngajar guru IPA atau guru silat..?”, sebuah prinsip air berkurang, entah di pindah, entah menguap atau entah berubah wujud akan terbantahkan dengan kunci jawaban. Anggapan adanya pengekangan, dan pembrangusan daya logika dan sikap kritis siswa dengan aksioma kunci jawaban. Sebuah prinsip dengan banyak opsi pilihan dan alasan seolah tidak berlaku disaat kunci jawaban dibuat. Tidak adanya sanggahan yang bisa membenarkan atau memberikan pencerahan jika sudah berhadapan dengan kunci jawaban. Mungkin siswa akan tetap pakem jika benda cair itu jika dipanaskan akan menguap, tetapi bukti putih telur dipanaskan bisa memadat (benda cair yang dimaksud tidak hanya air).

Sebuah ruang lingkup berpikir yang dibatasi oleh keterbatasan guru yang tetap mengikuti pakem yang kaku. Keluwesan dalam memberi pelajaran dan sedikit memberikan keleluasaan kepada siswa untuk dapat mengkritisi dan berimajinasi sepatutnya menjadi perhatian. Mungkin dengan sedikit keluar dari koridor pakem dan memberi sedikit ruang gerak bisa memberi inspirasi kepada siswa untuk lebih kreatif dalam memahami konsep.

Salam

DhaVe

44 thoughts on “Pelajaran Sekolah Ala Ilmu Klenik

  1. dhave29 said: Obrolan ditutup dengan tamparan ketiga yang paling telak dan menurut saya skak-mat.”Om kemarin PR tentang kenapa air laut berkurang, saya jawab adanya penguapan air, kok disalahkan bu Guru ya.. padahal saja sudah jelaskan siklus air seperti apa yang Om ceritakan” rengek ponakan.”trus jawaban Bu Guru apa..?” tanya saya.”kata Bu Guru, adanya pasang surut air laut dan kunci jawabannya seperti itu” jawan ponakan.

    heheheheh sering nih yg kayak begini kejadian juga ama aku, biasanya aku suruh anakku nanyak lagi… pake ditambahin ” kata mama.. ” dan plus, surat cinta buat bu guru di buku penghubung guru murid🙂. Biar gurunya mikir dikit xixixixixi

  2. dhave29 said: Obrolan ditutup dengan tamparan ketiga yang paling telak dan menurut saya skak-mat.”Om kemarin PR tentang kenapa air laut berkurang, saya jawab adanya penguapan air, kok disalahkan bu Guru ya.. padahal saja sudah jelaskan siklus air seperti apa yang Om ceritakan” rengek ponakan.”trus jawaban Bu Guru apa..?” tanya saya.”kata Bu Guru, adanya pasang surut air laut dan kunci jawabannya seperti itu” jawan ponakan.

    Dasar guru, dasar murid. Semua tergantung pada textbook

  3. dhave29 said: Obrolan ditutup dengan tamparan ketiga yang paling telak dan menurut saya skak-mat.”Om kemarin PR tentang kenapa air laut berkurang, saya jawab adanya penguapan air, kok disalahkan bu Guru ya.. padahal saja sudah jelaskan siklus air seperti apa yang Om ceritakan” rengek ponakan.”trus jawaban Bu Guru apa..?” tanya saya.”kata Bu Guru, adanya pasang surut air laut dan kunci jawabannya seperti itu” jawan ponakan.

    nice posting mas dhaVe….***jadi sedikit flash back ke masa SD saiia… hehehe….

  4. dhave29 said: Obrolan ditutup dengan tamparan ketiga yang paling telak dan menurut saya skak-mat.”Om kemarin PR tentang kenapa air laut berkurang, saya jawab adanya penguapan air, kok disalahkan bu Guru ya.. padahal saja sudah jelaskan siklus air seperti apa yang Om ceritakan” rengek ponakan.”trus jawaban Bu Guru apa..?” tanya saya.”kata Bu Guru, adanya pasang surut air laut dan kunci jawabannya seperti itu” jawan ponakan.

    Anak-anak jaman skarang “sangat kritis”…atau kitanya yg “ga kritis” nanggepin pertanyaan dan realitan skr ya…..heheheheh*postingannya OKE*

  5. pennygata said: plus, surat cinta buat bu guru di buku penghubung guru murid🙂. Biar gurunya mikir dikit xixixixixi

    sekarang model seperti itu ya Jeng?? kalau dulu, di bagian belakang kertas ulangan / bagian bawah halaman.. dikasih “curhatan seorang murid”.. heheheh

  6. ndahneech said: sekarang model seperti itu ya Jeng?? kalau dulu, di bagian belakang kertas ulangan / bagian bawah halaman.. dikasih “curhatan seorang murid”.. heheheh

    iyah, skrng ada yg namanya buku penghubung, ortu bisa protes, bisa kasih warning, bisa kasih masukan ke ibu guru. Ibu guru kasih laporan tiap hari, anaknya dikelas ngapain ajah, si ortu juga hrs aktif kasih laopran, tapi kalo sampe buku penghubung gak diisi ortu 3x berturut2, siap2 ortu disidang ama bu guru xixixixixixixitetep dibutuhkan keaktifan ke2belah pihak sih.. , but lebih baik dr kalo gak ada wadahnya hehehehe

  7. pennygata said: heheheheh sering nih yg kayak begini kejadian juga ama aku, biasanya aku suruh anakku nanyak lagi… pake ditambahin ” kata mama.. ” dan plus, surat cinta buat bu guru di buku penghubung guru murid🙂. Biar gurunya mikir dikit xixixixixi

    Setuju….. setuju…..Dulu eyang saya malah melabrak guru saya, gara-gara menjelaskan tentang cerita pewayang dan salah kaprah. Kebetulan Eyang maniak wayang dan guru hanya plonga-plongo saja, alhasil saben hari tertentu Guru sata les tambahan pelajaran wayang ama eyang.”kenapa eyang berani melabrak, karena guru saya ponakan Eyang”hahhahahaha…………

  8. riairwanty said: Anak-anak jaman skarang “sangat kritis”…atau kitanya yg “ga kritis” nanggepin pertanyaan dan realitan skr ya…..heheheheh*postingannya OKE*

    Yah… kritiws dan kita saja yang masih terbawa masa lalu…..Makasih Sist

  9. ndahneech said: sekarang model seperti itu ya Jeng?? kalau dulu, di bagian belakang kertas ulangan / bagian bawah halaman.. dikasih “curhatan seorang murid”.. heheheh

    pengalaman pribadi yah..?

  10. dhave29 said: ”kata Bu Guru, adanya pasang surut air laut dan kunci jawabannya seperti itu” jawan ponakan.

    jadi inget keponakanku juga Om..”gini lho dik cara mengerjakannya” lalu aku mengajari cara mengerjakan sebuah PR matematika.”Bukan gitu,, om. Pak Guru ngajarinnya ga begitu…”owalah… tobat teunan…

  11. pennygata said: iyah, skrng ada yg namanya buku penghubung, ortu bisa protes, bisa kasih warning, bisa kasih masukan ke ibu guru. Ibu guru kasih laporan tiap hari, anaknya dikelas ngapain ajah, si ortu juga hrs aktif kasih laopran, tapi kalo sampe buku penghubung gak diisi ortu 3x berturut2, siap2 ortu disidang ama bu guru xixixixixixixitetep dibutuhkan keaktifan ke2belah pihak sih.. , but lebih baik dr kalo gak ada wadahnya hehehehe

    wow…..interaktifbesok suruh bikin akon MP aja…. Qn..QN an biar cepet hehehehehegud idea…

  12. pennygata said: wkwkwkwkwkwkwk , kalo bukan ponakan, bisa2 anak kita diskors nanti hihihih

    ketika internet sudah menjadi makanan sehari-hari dan menjadi pintu untuk belajar, jangan-jangan masih banyak guru yang ga bisa mengoperasikan komputer, ya?

  13. yswitopr said: jadi inget keponakanku juga Om..”gini lho dik cara mengerjakannya” lalu aku mengajari cara mengerjakan sebuah PR matematika.”Bukan gitu,, om. Pak Guru ngajarinnya ga begitu…”owalah… tobat teunan…

    Iyah Mo….Sistim klenik dan ikut pakem, padahal adan seribu cara untuk memecahkan masalah..emang tobat dan kadang guru tidak mau mengerti, pokoe pakem,,,, ama kitab suci sajah

  14. yswitopr said: ketika internet sudah menjadi makanan sehari-hari dan menjadi pintu untuk belajar, jangan-jangan masih banyak guru yang ga bisa mengoperasikan komputer, ya?

    haha…. gurunya milah minta ajarin”gimana sih cara apdet status…?”ini real Mo…. banyak guru yang gaptek..

  15. dhave29 said: Yah… kritiws dan kita saja yang masih terbawa masa lalu…..Makasih Sist

    Jawabanku jg slalu itu dgn pemaparan yg hampir sama klo ditanya soal “simbiosis & jembatan”…… Heheheheh

  16. dhave29 said: haha…. gurunya milah minta ajarin”gimana sih cara apdet status…?”ini real Mo…. banyak guru yang gaptek..

    yupppp…klo udah bisa fesbukan mending mas… lah ada yang ngoperasikan komputer aja kagak bisa… zaman batu udah lewatttt… sekarang kan un-skill people siap-siap minggir dech..

  17. yswitopr said: jadi inget keponakanku juga Om..”gini lho dik cara mengerjakannya” lalu aku mengajari cara mengerjakan sebuah PR matematika.”Bukan gitu,, om. Pak Guru ngajarinnya ga begitu…”owalah… tobat teunan…

    lha yang bikin saya kapok ikut les itu gara2…kelas 6 SD, nyoba ikut Les di luar sekolahan… trus pas pelajaran matematika, saya coba memecahkan soal dengan cara yang diajarkan guru les…hasil akhirnya sih benar…namun, karena langkah-langkahnya tidak sesuai… jadinya nilainya tidak maksimal.. haduuwh….. ga mau lagi deh ikut les… hehehehe

  18. riairwanty said: Jawabanku jg slalu itu dgn pemaparan yg hampir sama klo ditanya soal “simbiosis & jembatan”…… Heheheheh

    Hahaa,,,, tak jauh beda dengan saya mBak,,,,,,pakem kebo jalan dan jembatan masih terus bertahan,,,,

  19. yswitopr said: yupppp…klo udah bisa fesbukan mending mas… lah ada yang ngoperasikan komputer aja kagak bisa… zaman batu udah lewatttt… sekarang kan un-skill people siap-siap minggir dech..

    Haha… iya Mo….Ironis… sepertinya mereka sudah cukup bertahan dengan ilmunya dan enggan untuk menambah. Filosofi “kebo nyusu gudel” masih ada dibenak dan gengsi mereka sepertinya.Jaman sudah berubah dan yang tidak bisa beradaptasi siap-siap tersingkir hehehe….

  20. ndahneech said: lha yang bikin saya kapok ikut les itu gara2…kelas 6 SD, nyoba ikut Les di luar sekolahan… trus pas pelajaran matematika, saya coba memecahkan soal dengan cara yang diajarkan guru les…hasil akhirnya sih benar…namun, karena langkah-langkahnya tidak sesuai… jadinya nilainya tidak maksimal.. haduuwh….. ga mau lagi deh ikut les… hehehehe

    Hahaha…. samar yen gurune kesaingan, mesti..wedi kalah pinter ya mBak…..

  21. ndahneech said: lha yang bikin saya kapok ikut les itu gara2…kelas 6 SD, nyoba ikut Les di luar sekolahan… trus pas pelajaran matematika, saya coba memecahkan soal dengan cara yang diajarkan guru les…hasil akhirnya sih benar…namun, karena langkah-langkahnya tidak sesuai… jadinya nilainya tidak maksimal.. haduuwh….. ga mau lagi deh ikut les… hehehehe

    Gue dah komen disana yaaaalways HL dech😉

  22. rirhikyu said: keren.. ^_~

    jadi inget masa kecil guru ngajari matematika begono, bapak saya (kebetulan ngajar matematika) begini, tapi berhubung metode bapak lebih simpel dan lebih cepat, saya tetep ngeyel pakai metode bapak saya, guru saya nyerah waktu saya kasih tahu yang ngajari bapak saya hahahahahaha

  23. sulisyk said: jadi inget masa kecil guru ngajari matematika begono, bapak saya (kebetulan ngajar matematika) begini, tapi berhubung metode bapak lebih simpel dan lebih cepat, saya tetep ngeyel pakai metode bapak saya, guru saya nyerah waktu saya kasih tahu yang ngajari bapak saya hahahahahaha

    Hahaha,,,,, yups,,,, yups…. pinter ngeyelan, byasane dimusuhi guru…

  24. dhave29 said: haha…. gurunya milah minta ajarin”gimana sih cara apdet status…?”ini real Mo…. banyak guru yang gaptek..

    hahaha buanyak banget yang masih gaptek, mau sertifikasi aja banyak yang tugasnya dikerjakan anaknya tuh, nyalain kompie aja pada ga ngerti, malah ada yang takut, takut meleduk kompinya hahahaha

  25. sulisyk said: hahaha buanyak banget yang masih gaptek, mau sertifikasi aja banyak yang tugasnya dikerjakan anaknya tuh, nyalain kompie aja pada ga ngerti, malah ada yang takut, takut meleduk kompinya hahahaha

    awas..internet nyetrum loh…..

  26. sulisyk said: hahaha buanyak banget yang masih gaptek, mau sertifikasi aja banyak yang tugasnya dikerjakan anaknya tuh, nyalain kompie aja pada ga ngerti, malah ada yang takut, takut meleduk kompinya hahahaha

    seneng aku mocone…. tamparan bocah ternyata mumpuni dan bikin otak muter2.tak bedanya soal pilihan ganda dan esay. pilihan ganda lebih membuat otak malas menganalisa dengan alasan2 karena jawaban sudah pasti ada disitu, kalo ga ya tinggal pilih aja salah satu, kalo masih ragu2 liat kunci jawaban hahahahaha

  27. lalarosa said: seneng aku mocone…. tamparan bocah ternyata mumpuni dan bikin otak muter2.tak bedanya soal pilihan ganda dan esay. pilihan ganda lebih membuat otak malas menganalisa dengan alasan2 karena jawaban sudah pasti ada disitu, kalo ga ya tinggal pilih aja salah satu, kalo masih ragu2 liat kunci jawaban hahahahaha

    bener mBak… kadang malu deh hehehehe….

  28. lalarosa said: pilihan ganda lebih membuat otak malas menganalisa dengan alasan2 karena jawaban sudah pasti ada disitu, kalo ga ya tinggal pilih aja salah satu, kalo masih ragu2 liat kunci jawaban hahahahaha

    wahahah… paling ga sebel saiia soal pilihan ganda… lha cuma mengandalkan ingatan ajah. bener dapet nilai, salah yo salah, ga dapet nilai…mending esay, setidaknya disuruh mikir dikit, meski jawabane melenceng jauuuuhh… minimal dapet “upah nulis”… hehehehe

  29. ndahneech said: wahahah… paling ga sebel saiia soal pilihan ganda… lha cuma mengandalkan ingatan ajah. bener dapet nilai, salah yo salah, ga dapet nilai…mending esay, setidaknya disuruh mikir dikit, meski jawabane melenceng jauuuuhh… minimal dapet “upah nulis”… hehehehe

    Bener mBak, opah kesel sambi mengarang indah jeh hehehe…..manteb pokoke…. esaay

  30. ndahneech said: asal ura kelantur curcol di kertas ulangan ajah…. xixixix….

    mantab kangmemang profesi seorang furu sekarang bukan “pahlawan tanpa tanda jasa” tapi “pahlawan penuntut jasa”hehehe. . .

  31. radja22 said: mantab kangmemang profesi seorang furu sekarang bukan “pahlawan tanpa tanda jasa” tapi “pahlawan penuntut jasa”hehehe. . .

    pahlawan berjasa les tambahan, ojek…. hahaha… ironis dan nyata,,kok…makasih… tingkatkan kwan kwal guru

  32. radja22 said: mantab kangmemang profesi seorang furu sekarang bukan “pahlawan tanpa tanda jasa” tapi “pahlawan penuntut jasa”hehehe. . .

    bisa dijadikan referensi sok yen ngajari ponakanku…hahaha…bener mas…harus diadakan perubahan besar-besaran tentang materi2 yang mungkin saat ini kurang begitu bisa dijangkau dan dimengerti anak jaman sekarang…setujuh…

  33. ndiphe13 said: bisa dijadikan referensi sok yen ngajari ponakanku…hahaha…bener mas…harus diadakan perubahan besar-besaran tentang materi2 yang mungkin saat ini kurang begitu bisa dijangkau dan dimengerti anak jaman sekarang…setujuh…

    setujuuuu….. setuju,,,, reformasi habissss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s