Kenapa Melumpuhkan Diri..? (Dedikasi buat Persiapan Andi mendaki Gunung Semeru dan Rinjani)


Dalam perjalanan menuju Desa Terakhir di Desa Sembalun yang menjadi kemah dasar Gunung Rinjani membutuhkan sekitar 3 jam perjalanan dengan kendaraan roda 4 “elf”. Saatperjalanan kurang 1 jam sampai di Sembalum, kendaraan yang kami sewa mendadak berjalan pelan karena menghindari pejalan kaki. Lebatnya hutan dan sepinya jalan, ternyata ada 2 orang sedang berjalan kaki. Kendaraan pun berhenti dan niat hati memberi tumpangan kepada 2 pejalan kaki tersebut. 2 orang bule dengan ransel dengan senyum khasnya menyambut ajakan kami. Dengan bahasa Inggris campur bahasa Indonesia, dia menolak ajakan kami dan ingin tetap berjalan kaki. Perjalanan dilanjutkan menuju Desa Sembalun dan setelah mendaftar segera melangkahkan kaki menuju puncak Rinjani.

Selama perjalanan menuju Puncak Rinjani yang membutuhkan waktu sekitar 3 hari memberikan banyak pelajaran. Disaat hari ke 3 Perjalanan, bertemu lagi dengan 2 bule yang lusa bertemu di aspalan. Obrolan disaat istirahat di atas ketinggian 3600mdpl dengan nafas terengah-engah dia menceritakan kenapa alasan berjalan kaki dan menolak ajakan kami naik kendaraan roda 4 yang jauh lebih cepat.

“kami bayar mahal untuk sampai Indonesia, kami tidak ingin melewatkan sejengkal pun keindahan yang ada, maka kami berjalan kaki menyusuri jalanan”. “Kami dari pusat kota, lalu menuju puncak tertinggi dan kembali lagi ke kota lalu pulang dengan jalan kaki”. “ini negeri indah, eksotis, masyarakat ramah dan kami tidak ingin melewatkan momment demi momment, sehingga membuat kenapa kami berjalan kaki”. “lelah, sakit dan tidak enak, tetapi terbayar sudah dengan apa yang kami dapat dan tidak ada dinegera kami”.

Disaat sampai di Puncak Rinjani, terlihat wajah ceria mereka seperti anak kecil yang berjingkrak-jingkrak kegirangan. Benda hitam dibalik tas, yah sebuah kamera dengan angka 2 digit menempel di sudut kiri bawah. Saya tahu mereka bukan bule kere yang berhemat dalam perjalanan, tetapi benar-benar mendedikasikan perjalanan mereka. Komputer jinjing, beberapa lensa dan pemutar musik tertata apik di tas punggung mungil bermerk terkenal. Beberapa sudut pemandangan mereka ambil dan hasilnya luar biasa. Sambil ngobrol Dia mereview hasil jepretannya sepanjang perjalanan sambil bercerita. Sungguh pelajaran berharga dari pejalan kaki sejati di negeri orang.

Kembali ke komputer, disaat chatting dengan teman-teman yang akan merencanakan mencari gambar saya melontarkan kalimat “kita berjalan kaki”. Spontan beberapa orang langsung mengundurkan diri dari keikut sertaan gara-gara “jalan kaki”. Saya kenal beberapa dari mereka jago main futsal, basket, tetapi kenapa menjadi lumpuh layuh begitu mendengar “jalan kaki”. Dalam akhir pembicaraan saya melontarkan kalimat “disediakan kursi roda bagi yang tidak mau berjalan kaki” dan disambut para “infantri”.

Bukan masalah tidak ada motor, kendaraan, atau alat transportasi yang menjadikan “jalan kaki” musti di jalani. Mencoba menyusuri setapak demi setapak untuk mencari momment disetiap sudut jalan. Tidak harus menjadi seperti bule yang mendedikasikan kaki mereka untuk setiap perjalanannya, tetapi mencoba menikmati setiap perjalanan. Konsekwensi logis dari jalan kaki sudah pasti capek, lelah, pegal dan lain sebagainya, tetapi pasti ada yang bisa untuk membayar rasa lelah itu.

Rasa sedih dan kecewa disaat ada yang berkata “males ah jalan kaki…capek”, akhirnya saya kapok mengajaknya. Gambar-gambar bagus, cerita yang menarik coba saya jadikan oleh-oleh buat mereka yang melumpuhkan kaki demi menghindari rasa capek dikaki. Saya menyarankan tidak usah main futsal atau basket nanti kakinya capek, cukup duduk manis main dakon saja. Hakekat penciptaan kaki adalah untuk berjalan dan futsal untuk memberi rasa capek, kenapa musti menghindari “jalan kaki”.

Maaf jika kurang berkenan
Mas…. Andi…. hayoooh hajar Semeru Rinjani.. latihan yang rutin biar joss….
“keep walk”

salam

DhaVe
Laboratorium, 11 Mei 2010, 08:30

50 thoughts on “Kenapa Melumpuhkan Diri..? (Dedikasi buat Persiapan Andi mendaki Gunung Semeru dan Rinjani)

  1. “Kami dari pusat kota, lalu menuju puncak tertinggi dan kembali lagi ke kota lalu pulang dengan jalan kaki”. “ini negeri indah, eksotis, masyarakat ramah dan kami tidak ingin melewatkan momment demi momment, sehingga membuat kenapa kami berjalan kaki”. “lelah, sakit dan tidak enak, tetapi terbayar sudah dengan apa yang kami dapat dan tidak ada dinegera kami”.~~~~~~~~~~~~~gue suka quote ini ^_~masa kita yang di negara sendiri kaga bangga? ckckckckckck

  2. rirhikyu said: “Kami dari pusat kota, lalu menuju puncak tertinggi dan kembali lagi ke kota lalu pulang dengan jalan kaki”. “ini negeri indah, eksotis, masyarakat ramah dan kami tidak ingin melewatkan momment demi momment, sehingga membuat kenapa kami berjalan kaki”. “lelah, sakit dan tidak enak, tetapi terbayar sudah dengan apa yang kami dapat dan tidak ada dinegera kami”.~~~~~~~~~~~~~gue suka quote ini ^_~masa kita yang di negara sendiri kaga bangga? ckckckckckck

    yeah…. bener Sist..yang tidak punya aja suka, apalagi kita yang empunya….eh malah kadang merusak….”poto bulenya lupa naroh dimana”salam buat Meneer Peter dan Andrew

  3. rirhikyu said: “Kami dari pusat kota, lalu menuju puncak tertinggi dan kembali lagi ke kota lalu pulang dengan jalan kaki”. “ini negeri indah, eksotis, masyarakat ramah dan kami tidak ingin melewatkan momment demi momment, sehingga membuat kenapa kami berjalan kaki”. “lelah, sakit dan tidak enak, tetapi terbayar sudah dengan apa yang kami dapat dan tidak ada dinegera kami”.~~~~~~~~~~~~~gue suka quote ini ^_~masa kita yang di negara sendiri kaga bangga? ckckckckckck

    heheheheh jalan kaki itu asyik lho…*lagi sukak2nya jalan*

  4. dhave29 said: Rasa sedih dan kecewa disaat ada yang berkata “males ah jalan kaki…capek”, akhirnya saya kapok mengajaknya. Gambar-gambar bagus, cerita yang menarik coba saya jadikan oleh-oleh buat mereka yang melumpuhkan kaki demi menghindari rasa capek dikaki.

    heheheh pernah malem2 jalan kaki, cukup jauh sih… ditegur tukang ojek, mau kemana ? ojek..? aku bilang mau ketoko itu, mau jalan kaki ajah..tkg ojeknya bilang..” gilaaa gak salah bu jalan kaki, jauhh tuh..” ih pdhl cuman 15mnt juga nyampe, heran !!

  5. dhave29 said: “kami bayar mahal untuk sampai Indonesia, kami tidak ingin melewatkan sejengkal pun keindahan yang ada, maka kami berjalan kaki menyusuri jalanan”. “Kami dari pusat kota, lalu menuju puncak tertinggi dan kembali lagi ke kota lalu pulang dengan jalan kaki”. “ini negeri indah, eksotis, masyarakat ramah dan kami tidak ingin melewatkan momment demi momment, sehingga membuat kenapa kami berjalan kaki”. “lelah, sakit dan tidak enak, tetapi terbayar sudah dengan apa yang kami dapat dan tidak ada dinegera kami”.

    nah loh… orang bule aja mau INFANTRI-an, trus ngapain ke Luar Negeri sedang Negeri sendiri ajah yang indah ini nggak abis2 buat diExplore….

  6. dhave29 said: “kami bayar mahal untuk sampai Indonesia, kami tidak ingin melewatkan sejengkal pun keindahan yang ada, maka kami berjalan kaki menyusuri jalanan”. “Kami dari pusat kota, lalu menuju puncak tertinggi dan kembali lagi ke kota lalu pulang dengan jalan kaki”. “ini negeri indah, eksotis, masyarakat ramah dan kami tidak ingin melewatkan momment demi momment, sehingga membuat kenapa kami berjalan kaki”. “lelah, sakit dan tidak enak, tetapi terbayar sudah dengan apa yang kami dapat dan tidak ada dinegera kami”.

    jadi inget awal-awalnya nyampe Kediri, ga punya kendaraan, ga kenal siapa2, mau naik angkot, mau naik yang mana?yawda de… jalan kaki menyusuri sepanjang jalan hitam beraspal, untung aja ada si Ayah, coba kalu ga ada, ga dapet tempat kos tu pasti waktu itu…Jalan kaki itu menyehatkan, tapi saya mending naik motor ajah dah… Soale kalu jalan kaki jauh…hehekalu deket-deket ini sih ga masalah…ayo kapan aku diajak nyetrit?

  7. pennygata said: heheheh pernah malem2 jalan kaki, cukup jauh sih… ditegur tukang ojek, mau kemana ? ojek..? aku bilang mau ketoko itu, mau jalan kaki ajah..tkg ojeknya bilang..” gilaaa gak salah bu jalan kaki, jauhh tuh..” ih pdhl cuman 15mnt juga nyampe, heran !!

    hahaha… jalan kaki hajaaar…….

  8. pennygata said: heheheh pernah malem2 jalan kaki, cukup jauh sih… ditegur tukang ojek, mau kemana ? ojek..? aku bilang mau ketoko itu, mau jalan kaki ajah..tkg ojeknya bilang..” gilaaa gak salah bu jalan kaki, jauhh tuh..” ih pdhl cuman 15mnt juga nyampe, heran !!

    saya asal ada “suami” (dibaca mp3 player) suka jalan.sekalian olah raga, secara saya jarang olah raga :ptapi klo ga ada “suami”, ogah. kecuali ada teman.tapi ga mungkin karena temannya ga ada yang suka jalan.alhasil, ternyata memang hanya “suami”ku yang setia menemanikuh.byahahahahahha!!! *lebay.com*

  9. alexamzah said: nah loh… orang bule aja mau INFANTRI-an, trus ngapain ke Luar Negeri sedang Negeri sendiri ajah yang indah ini nggak abis2 buat diExplore….

    bener Cak… iku kanca-kancamu wingi bikin aku dowm…..”wes ogak meh tak ajak timbang aku nyurung kursi roda”

  10. alexandraprisnadiani said: jadi inget awal-awalnya nyampe Kediri, ga punya kendaraan, ga kenal siapa2, mau naik angkot, mau naik yang mana?yawda de… jalan kaki menyusuri sepanjang jalan hitam beraspal, untung aja ada si Ayah, coba kalu ga ada, ga dapet tempat kos tu pasti waktu itu…Jalan kaki itu menyehatkan, tapi saya mending naik motor ajah dah… Soale kalu jalan kaki jauh…hehekalu deket-deket ini sih ga masalah…ayo kapan aku diajak nyetrit?

    sarate jalan kaki kalo nyetrit…wokeh…

  11. timezoneofpii said: saya asal ada “suami” (dibaca mp3 player) suka jalan.sekalian olah raga, secara saya jarang olah raga :ptapi klo ga ada “suami”, ogah. kecuali ada teman.tapi ga mungkin karena temannya ga ada yang suka jalan.alhasil, ternyata memang hanya “suami”ku yang setia menemanikuh.byahahahahahha!!! *lebay.com*

    hahaha ada-ada sajah…..

  12. timezoneofpii said: saya asal ada “suami” (dibaca mp3 player) suka jalan.sekalian olah raga, secara saya jarang olah raga :ptapi klo ga ada “suami”, ogah. kecuali ada teman.tapi ga mungkin karena temannya ga ada yang suka jalan.alhasil, ternyata memang hanya “suami”ku yang setia menemanikuh.byahahahahahha!!! *lebay.com*

    pengen infantrian lagi, kangen infantrian. Sayangnya dari kemarin mau infantrian daftar keperluan yang harus dijalani cukup banyak jadi ga sempet infantrian

  13. timezoneofpii said: saya asal ada “suami” (dibaca mp3 player) suka jalan.sekalian olah raga, secara saya jarang olah raga :ptapi klo ga ada “suami”, ogah. kecuali ada teman.tapi ga mungkin karena temannya ga ada yang suka jalan.alhasil, ternyata memang hanya “suami”ku yang setia menemanikuh.byahahahahahha!!! *lebay.com*

    hahaha josss temenan mas…ngko dijajal mlaku ben sisan sengkleh sikile…hahamugo2 berhasil kabeh planning-eaku wis kepingin tenanproposal sekeripsi tuntas, langsung rutin latian pokoke…semangat 45 ki…hehehesuwun suwun tulisane…sippp

  14. alexandraprisnadiani said: jadi inget awal-awalnya nyampe Kediri, ga punya kendaraan, ga kenal siapa2, mau naik angkot, mau naik yang mana?

    haha 2 hari full jalan kaki, sampai telapak kaki lecet, tapi bener2 luar biasa waktu itu, siang2 panas2 menyusuri jalan yang sama sekali belum pernah kita kenal sebelumnya, mencoba menggali sisi2 yg belum dikenal. Kalau dikenang wuiihh pengalaman yang sangat berkesan.

  15. alexandraprisnadiani said: jadi inget awal-awalnya nyampe Kediri, ga punya kendaraan, ga kenal siapa2, mau naik angkot, mau naik yang mana?

    makasih Dhave atas semangat yg telah ditebarkan disini. diriku bener2 terharu, dan iri akan kemampuan kalian untuk terus mencintai negeri ini dan terus berusaha untuk memberikan negeri ini yg terbaik. semoga kalian terus diberikan kesuksesan!kemaren kita, diriku ma teguh, ‘jalan ma motor’ ke Bromo. dg semangat keingintahuan, karena baru kali ini diriku pergi ke sana. kenapa baru? karena memang diriku bukan orang2 seperti kalian yg bisa pergi semudah menjentikkan jari .. dulu, dan karena itu sekarang diriku akan mencoba untuk memperbaikinya, berusaha untuk terus merekam dan memberikan yg terbaik juga, sama seperti kalian .. meski kaki ini masih bisa dibilang manja, pi diri ini juga akan terus berusaha! tetep semangat!ganbatte yoo!!

  16. dhave29 said: sarate jalan kaki kalo nyetrit…wokeh…

    josss Mas…Keep walk..jadi inget, ketika masih berjuang. dari rumah ampe sekolah jaraknya 5 KM. Pulang pergi 10 KM. jalan kaki selama 3 tahun. Klo dipanjangin udah nyampe mana ya?

  17. sulisyk said: pengen infantrian lagi, kangen infantrian. Sayangnya dari kemarin mau infantrian daftar keperluan yang harus dijalani cukup banyak jadi ga sempet infantrian

    weleh..weeleh..whayoooo…..tanggal 13

  18. ndiphe13 said: hahaha josss temenan mas…ngko dijajal mlaku ben sisan sengkleh sikile…hahamugo2 berhasil kabeh planning-eaku wis kepingin tenanproposal sekeripsi tuntas, langsung rutin latian pokoke…semangat 45 ki…hehehesuwun suwun tulisane…sippp

    joss…..latihan rutin pokoe…..pasti bisa…..aku wae hajar,,,,,,

  19. sulisyk said: haha 2 hari full jalan kaki, sampai telapak kaki lecet, tapi bener2 luar biasa waktu itu, siang2 panas2 menyusuri jalan yang sama sekali belum pernah kita kenal sebelumnya, mencoba menggali sisi2 yg belum dikenal. Kalau dikenang wuiihh pengalaman yang sangat berkesan.

    hahaha,,,,ada cerita menarik sepertinyacoba di tulis hehehe😀

  20. ndahneech said: kelingan jaman SD – SMP.. ke mana-mana modal kaki n ongkos bus… bener2 jadi “anak jalan”.. ^_^

    whayooo Semangat Ki….Negeri ini Indah…. mari kita bagikan ke semua lewat cerita dan gambar….lanjjjot….selamat jalan-jalan dan ingat “tetap santun”

  21. yswitopr said: josss Mas…Keep walk..jadi inget, ketika masih berjuang. dari rumah ampe sekolah jaraknya 5 KM. Pulang pergi 10 KM. jalan kaki selama 3 tahun. Klo dipanjangin udah nyampe mana ya?

    cuma di inget saja kah Mo? wes ayo jalan lage hehehe……”wah kali direnteng bisa sampe PLUTO iku hahaha”

  22. dhave29 said: cuma di inget saja kah Mo? wes ayo jalan lage hehehe……”wah kali direnteng bisa sampe PLUTO iku hahaha”

    weh… ayo hajar dah… masih sering digunakan juga kok… ampe sikile njeber kie… hihihihi…kuat-kuatan mlaku pow? hihihihi… asal ga ditantang nungkak gunung ajah…

  23. yswitopr said: weh… ayo hajar dah… masih sering digunakan juga kok… ampe sikile njeber kie… hihihihi…kuat-kuatan mlaku pow? hihihihi… asal ga ditantang nungkak gunung ajah…

    wes aku kalah yen kuat-kuatan.. MOsak iki maine Slow Speed sajah wae,,,,

  24. dhave29 said: whayooo Semangat Ki….Negeri ini Indah…. mari kita bagikan ke semua lewat cerita dan gambar….lanjjjot….selamat jalan-jalan dan ingat “tetap santun”

    semangaaaaaat!!yup! pasti tak lanjut! n tetep santun ya? oke juga tuh! =D

  25. dhave29 said: whayooo Semangat Ki….Negeri ini Indah…. mari kita bagikan ke semua lewat cerita dan gambar….lanjjjot….selamat jalan-jalan dan ingat “tetap santun”

    joss pol pokokekeep walktetap berkaryaberikan yang terbaiksaya menikmati saja hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s